Dana Miliaran Masuk ke Indonesia


Teroris harus dihukum isolasi jangka panjang. Lihat saja yang sudah masuk penjara tetap tidak tobat malah berbuat ulah yang lebih merepotkan.

 

JAKARTA, KOMPAS — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan aliran dana sekitar 500.000 dollar AS (sekitar Rp 7 miliar) dari Australia ke Indonesia untuk pendanaan terorisme. Aset itu kemudian dibekukan.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf (tengah), didampingi  Sekretaris Utama Bjardianto Pudjiono (kiri) dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan terkait refleksi akhir tahun PPATK di kantor PPATK,  Jakarta, Senin (28/12). Sepanjang tahun 2015,  PPATK telah menyampaikan 289 hasil analisis, terdiri dari 81 hasil analisis proaktif dan 208 hasil analisis yang berindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU), kepada Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BNN, Ditjen Pajak, serta Ditjen Bea dan Cukai.
KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf (tengah), didampingi Sekretaris Utama Bjardianto Pudjiono (kiri) dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan terkait refleksi akhir tahun PPATK di kantor PPATK, Jakarta, Senin (28/12). Sepanjang tahun 2015, PPATK telah menyampaikan 289 hasil analisis, terdiri dari 81 hasil analisis proaktif dan 208 hasil analisis yang berindikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU), kepada Polri, Kejaksaan Agung, KPK, BNN, Ditjen Pajak, serta Ditjen Bea dan Cukai.

“Aset tersebut dikirimkan melalui sejumlah yayasan di Indonesia,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, Senin (28/12), di Jakarta.

Salah satu penerima dana diketahui pergi ke Suriah. Dana-dana tersebut masuk ke Indonesia dalam bentuk hibah atau infak.

Sebelumnya, PPATK bersama pemerintah dan penyedia jasa keuangan juga telah membekukan dana Rp 2,08 miliar yang bersumber dari 26 rekening. Rekening-rekening yang dibekukan itu terkait dengan orang dan entitas yang masuk dalam daftar Al Qaeda Sanction List (AQSL) yang ditetapkan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 1267.

Wakil Kepala PPATK Agus Santoso menambahkan, pihaknya tak bisa menyimpulkan apakah transaksi terkait terorisme yang ditemukan PPATK berhubungan dengan gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Menurut Agus, dana terorisme yang dikirim dari luar negeri biasanya digunakan untuk membeli senjata, merekrut anggota, menyantuni keluarga teroris, dan membiayai latihan.

Soal dana dari luar negeri, polisi melansir adanya terduga teroris yang menerima dana dari NIIS. Dana itu diterima AH alias AM dan AL yang ditangkap di Bekasi pekan lalu dari Bahrunaim. Adapun Bahrunaim adalah anggota NIIS yang telah berada di Suriah. Ia semula bekas narapidana kasus terorisme yang pernah ditangkap pada 2010. (Kompas, 28/12)

Saat ini, Indonesia telah dikategorikan sebagai negara yang mematuhi semua resolusi PBB terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pertemuan International Cooperation Review Group (ICRG) pada 23 Juni 2015 di Australia telah memutuskan untuk mengeluarkan dari daftar hitam Financial Action Task Force (FATF) on Money Laundering. (FAJ/SAN)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: