Pemerintah Gugat 10 Perusahaan Pembakar Hutan


Pasti tidak ada nama perusahaan “cukong”nya Istana lah
Koran Tempo RABU, 06 JANUARI 2016

MALANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan akan menggugat 10 perusahaan yang diduga membakar hutan. Sayangnya, dia enggan menyebutkan nama perusahaan tersebut. “Masih didalami, nanti segera diajukan gugatannya,” kata Siti di Universitas Brawijaya Malang, kemarin.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eka W. Sugiri, mengatakan sebenarnya ada 23 perusahaan yang siap diajukan ke pengadilan. Tiga di antaranya adalah PT Hutani Sola Lestari, PT Dyera Hutan Lestari, dan PT Mega Alam Sentosa.

Ketiga perusahaan ini sudah dicabut hak pengusahaan hutan dan hak izin lingkungannya. Sedangkan 16 perusahaan dikenai sanksi administrasi pembekuan izin, serta 4 perusahaan lainnya dikenai sanksi administrasi paksaan pemerintah.

Menurut Eka, pemerintah sebenarnya sudah mengantongi 56 nama perusahaan yang diduga membakar hutan. Namun baru 23 perusahaan yang lengkap berkasnya dan siap diajukan ke pengadilan.

Berdasarkan data Kementerian, perusahaan yang dikenai sanksi tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Di Jambi, berkas yang menjerat korporasi pembakar hutan pada Desember lalu belum lengkap. “Tiga berkas kami kembalikan karena belum lengkap,” kata Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jambi, Yusuf, kemarin.

Ketiga berkas tersebut atas nama tersangka Munadi, yang menjabat Head of Operation PT Ricky Kurniawan Kertapersada. Selain itu, Dermawan Eka Setia Pulungan, Estate Manager PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi; dan Iwan Worang, Direktur Utama PT Dyera Hutan Lestari. “Kami menunggu kelengkapan berkas dari penyidik kepolisian, terutama hasil keterangan saksi ahli dari Institut Pertanian Bogor,” ujar Yusuf.

Juru bicara Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Kuswahyudi Tresnadi, mengatakan berkas kasus kebakaran hutan sudah dikembalikan ke penyidik. Polisi juga sedang menyidik empat perusahaan lainnya, yaitu PT Gemilang Jambi Permai (GJP), PT Bara Eka Prima (BEP), PT Mugi Triman International (MTI), dan PT Jambi Agro Wijaya (JAW). Sedangkan ada 18 kasus dengan tersangka perseorangan, sebagian sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan sebagian lagi masih disidik. EKO WIDIANTO | MAYA AYU PUSPITASARI | SYAIPUL BAKHORI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: