Porter Lion Air Kabur Setelah Sindikat Pencuri Bagasi Terungkap


saya mah ogah naik Lion Air lagi !   Apa yang bener dari Lion Air ???? Perusahaan Penerbangan ini bikin rusak nama Indonesia di dunia penerbangan ! Lion Air = MetroMini Air !  Kemarin BNN tangkep awak pesawat (pilot dan pramugarinya) yang sedang asik “nyabu”. Sekarang terungkap juga bahwa ground handling bagassi Lion Air ternyata diawaki oleh portir maling ! Buset deh Lion ya di darat dan di udara tidak aman dan nyaman. Lebih baik maskapai ini dibekukan dulu ijinnya sampai mereka melakukan perbaikan menyeluruh !

Pilot dan pramugari pada “nyabu”, barang tidak aman
Selasa, 5 Januari 2016 | 13:39 WIB

Andri Donnal Putera(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II) Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu.

TANGERANG, KOMPAS.com – Setelah modus pencurian barang penumpang di bagasi pesawat Lion Air terungkap belum lama ini, banyak porter di maskapai tersebut mengundurkan diri.

“Porter di Lion Air itu sebagian besar sudah pada kabur. Terkait dengan penggelapan ini,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan kepadaKompas.com, Selasa (5/1/2016) siang.

Meski demikian, polisi sudah mengantongi sejumlah porter Lion Air yang masih dalam kelompok sindikat pencuri barang penumpang di bagasi pesawat.

Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku ke beberapa daerah yang masih dalam cakupan Jabodetabek dan sekitarnya.

Hingga saat ini, baru ada empat tersangka yang merupakan porter dan security atau petugas keamanan maskapai Lion Air yang terekam CCTV milik PT Angkasa Pura II tengah mengambil barang di koper penumpang, tertanggal 16 November 2015.

Mereka adalah S (22), M (29), A (28), dan H (29). S dan M adalah porter Lion Air, sedangkan A dan H petugas keamanan Lion Air.

Dari pencurian yang mereka lakukan, didapati barang bukti berupa delapan telepon genggam dan uang tunai Rp 200.000.

Para tersangka mengaku sudah lama melakoni pencurian. Mereka dengan melibatkan porter dan petugas keamanan maskapai yang seharusnya bertugas mengawal dan memeriksa porter saat akan dan setelah memuat barang ke bagasi pesawat.

Para tersangka dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan jo Penggelapan jo Pertolongan Jahat (Tadah) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Porter dan Petugas Keamanan Diduga Mencuri Barang Penumpang, Ini Tanggapan Lion Air

Minggu, 3 Januari 2016 | 05:30 WIB

Andri Donnal Putera(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II) Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi tengah menyelidiki kasus pencurian barang-barang milik penumpang di bandara yang diduga melibatkan porter dan anggota keamanan Lion Air. Apa tanggapan maskapai penerbangan tersebut?

Saat dihubungi Kompas.com, Public Relation Lion Air Andy Saladin mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak internal yang melakukan investigasi dan bekerja sama dengan petugas keamanan bandara serta polisi.

Porter Lion Air yang diduga melakukan kejahatan tersebut telah ditahan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Terkait dugaan keterlibatan oknum petugas keamanannya juga, Lion Air siap membantu aparat kepolisian.

“Kita investigasi sama-sama, Mas. Apabila memang ada security maskapai yang terlibat dan ada barang buktinya, akan diserahkan ke pihak kepolisian,” ujar Andy Saladin lewat pesan singkat.

Andy sempat mempertanyakan kabar pencurian barang penumpang karena pada peristiwa yang dilaporkan terjadi November 2015, tersangka pelakunya sudah ditangani polisi.

“Itu kejadian November atau baru? Kalau kejadian November, pelakunya sudah ditangkap juga kan, Mas,” kata Andy.

Namun, saat dijelaskan bahwa hasil penyelidikan polisi, selain porter, ada oknum petugas keamanan yang diduga juga terlibat, Andy mengatakan pihaknya akan membantu apart kepolisian menyelidiki lebih lanjut.

Dia kemudian menjawab, jika ada penumpang yang melaporkan kehilangan barang di bagasi pesawat, dipastikan akan ditindaklanjuti dengan baik.

Ketika ditanya apa jaminan keamanan bagi barang penumpang di bagasi pesawat Lion Air untuk mengantisipasi hal-hal serupa di masa mendatang, Andy belum menjawab.

Sebelumnya diberitakan, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta bersama pihak bandara mengungkap pencurian barang penumpang oleh oknum porter Lion Air yang terekam CCTV milik PT Angkasa Pura II.

Dari rekaman tersebut, saat gambar diperbesar oleh operator, terlihat dengan jelas koper penumpang dibuka dengan paksa dan oknum porter mengambil sejumlah barang.

Rekaman itu tertanggal 16 November 2015 lalu. Dari bukti rekaman tersebut, Polres bersama manajemen bandara mengamankan empat oknum porter Lion Air dengan dua orang berinisial A, M, dan S.

Salah satu dari empat porter Lion Air yang diamankan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, S, mengakui ada petugas keamanan atau security Lion Air yang ikut mencuri barang di bagasi.

Polisi masih mengembangkan kasus ini dengan menyelidiki peran senior porter yang sebelumnya disebut menjadi otak dari pencurian barang penumpang.

+++++++++

Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 08:31 WIB

Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

Laptop memutar rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II yang menunjukkan oknum porter melakukan pembobolan tas penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 3 Januari 2016. Polisi menduga, ada lebih dari 20 orang anggota sindikat pencurian bagasi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang tengah dikejar ke berbagai lokasi. ANTARA/Lucky R

TEMPO.COTangerang – Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengungkapkan terbongkarnya sindikat pembobol tas di bagasi pesawat maskapai Lion Air merupakan hasil kerja sama semua pihak terkait dengan Bandara Soekarno-Hatta. Pihak-pihak itu antara lain operator bandara, maskapai penerbangan, dan pihak kepolisian.

“Ini tindak lanjut dari keresahan pengguna jasa bandara yang kehilangan barang di bagasi selama ini,” ujar Budi, Rabu, 6 Januari 2016. Menurut Budi, banyaknya keluhan penumpang yang kehilangan barang di dalam bagasi mendorong PT Angkasa Pura II menginvestigasi internal dengan melibatkan pihak kepolisian.

BACA: Maskapai Perketat Rekrutmen Porter dan Sekuriti

Awalnya, kata dia, aparat bandara kesulitan mendeteksi aksi para sindikat ini. “Sampai akhirnya kami berhasil memetakan beberapa titik di area make up bandara rawan kehilangan,” katanya. Pada pertengahan November 2015, kamera CCTV bandara berhasil merekam aksi pembobolan tas yang dilakukan porter Lion Air.

Korban mereka ketika itu adalah penumpang pesawat Batik Air di Terminal I C Bandara Soekarno-Hatta. Hasil rekaman itu kemudian diserahkan ke Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta. “Kami langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Roycke Harry Langie.

BACA: Terungkap: 12 dari 20 Porter Lion Air Bobol Bagasi

Tak lama, polisi menangkap empat tersangka yang terdiri atas dua porter dan dua sekuriti maskapai Lion Air tersebut. Belakangan terungkap jika 12 dari 20 anggota regu porter Lion Air terlibat kasus pencurian dibantu dengan sekuriti maskapai. Polisi masih memburu belasan porter lainnya.

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut Adi Kuncoro mengatakan kasus pembobolan bagasi yang marak di maskapai itu membuat jengah perusahaan. Dalam kasus yang diungkap polisi saat ini, Daniel memposisikan Lion Air sebagai korban. “Kami adalah korban dari kelompok oknum yang melakukan pencurian,” katanya.

BACA: Minimnya CCTV, Penyebab Bagasi Penumpang Dicuri

Kondisi tersebut, kata Daniel, telah lama dikeluhkan penumpang Lion Air yang melapor sering kehilangan dan kerusakan tas. Selama 2014, kata Daniel, tercatat 28 kasus pembobolan tas di semua penerbangan Lion Air Group, meliputi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. “Sebanyak 18 kasus di antaranya kami ungkap sendiri,” katanya.

Pengungkapan kasus itu, kata Daniel, dilatarbelakangi banyaknya laporan dan kecurigaan terhadap petugas porter yang membawa sejumlah barang ketika selesai bertugas. “Ada yang membawa 5-6 handphone, setelah kami telusuri ternyata barang itu memang bukan milik mereka,” katanya.

BACA: Begini Cara Bandara Ngurah Rai Cegah Kasus Pembobolan Begasi

Adapun pada 2015, tercatat sedikitnya 15 kasus dugaan pembobolan tas yang terjadi di Lion Air Group. Karena itu, kata Daniel, maskapai meminta bantuan polisi untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini.

JONIANSYAH HARDJONO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: