Ekspor Tahun 2016 Masih Bisa Ditingkatkan


JAKARTA, KOMPAS — Ekspor perikanan 2015 mencapai 4 miliar dollar AS. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan target yang sebesar 5,8 miliar dollar AS atau Rp 80,3 triliun.

Kendati demikian, pemerintah optimistis meningkatkan target ekspor 2016 sebesar 17,2 persen menjadi 6,8 miliar dollar AS. Nilai ekspor itu setara Rp 94 triliun.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, dalam konferensi pers “Refleksi 2015 dan Outlook 2016,” di Jakarta, Jumat (8/1), mengemukakan optimisme bahwa ekspor perikanan masih bisa ditingkatkan. Peningkatan ekspor dengan memperkuat pasar ke negara-negara non-tujuan utama atau pasar baru ekspor. Beberapa komoditas unggulan antara lain tuna, tongkol, dan cakalang (TTC).

“Penguatan pasar akan terus dilakukan, ditunjang sistem logistik ikan nasional,” katanya.

Nilanto mengakui, target ekspor 2015 tidak tercapai antara lain karena hasil tangkapan ikan menurun, terutama setelah penghentian izin sementara terhadap 1.132 kapal ikan buatan luar negeri sejak November 2014. Penurunan ekspor perikanan terjadi untuk negara tujuan utama ekspor, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Tiongkok.

Selama ini, penerapan sistem logistik ikan nasional terkendala ongkos distribusi yang mahal. Sistem logistik diperkuat dengan investasi sistem rantai dingin guna menyerap bahan baku dari pasar lokal, serta kemitraan industri dengan nelayan di daerah.

Pada Januari-September 2015, ekspor perikanan Indonesia ke Amerika Serikat 1,1 miliar dollar AS atau turun 17,74 persen dibandingkan dengan Januari-September 2014. Nilai ekspor ke Jepang 460,14 juta dollar AS atau turun 13,28 persen, sedangkan ekspor ke Tiongkok turun 17,01 persen menjadi 247,46 juta dollar AS.

Sebaliknya, ekspor perikanan ke negara non-tujuan utama terus meningkat, antara lain ke Malaysia, Vietnam, Singapura, Arab Saudi, dan Rusia. Ekspor komoditas perikanan periode Januari-September 2015 ke Malaysia 102,63 juta dollar AS atau naik 33,09 persen dibandingkan dengan Januari-September 2014, yakni 77,12 juta dollar AS. Ekspor ke Rusia melonjak 534,37 persen, dari 1,67 juta dollar AS menjadi 10,59 juta dollar AS.

Peluang

Nilanto menambahkan, peluang mengisi pasar AS masih terbuka. Ekspor TTC asal Indonesia ke AS terus meningkat di tengah pelemahan ekspor TTC beberapa negara produsen, seperti Thailand, Tiongkok dan Filipina. Ia mencontohkan, ekspor TTC asal Thailand ke AS turun 13,6 persen selama Januari-September 2015, yakni dari 362,8 juta dollar AS menjadi 313,5 juta dollar AS.

Secara terpisah, Ketua Bidang Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia Thomas Darmawan mengemukakan, pemerintah sebaiknya menetapkan target yang realistis. Peningkatan volume tangkapan ikan lebih banyak dinikmati nelayan kecil dengan kapal di bawah 30 gros ton dengan akses pasar dalam negeri. (LKT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: