Empat BUMN Konstruksi Pasang Target Tinggi


Koran Tempo KAMIS, 14 JANUARI 2016

JAKARTA – Naiknya anggaran infrastruktur dan percepatan realisasi proyek mulai awal 2016 ini membuat empat perusahaan sektor konstruksi milik negara optimistis. Keempat badan usaha milik negara itu PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk memasang target kontrak tinggi.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, mengatakan perseroan menargetkan perolehan kontrak baru Rp 25,1 triliun. Rinciannya, proyek pekerjaan gedung 45,3 persen; jalan dan jembatan 21,3 persen; dermaga 4,9 persen; serta infrastruktur lainnya 28,5 persen.

“Optimisme Adhi sejalan dengan rencana pertumbuhan pembangunan infrastruktur,” ujar dia, kemarin. Dengan memasang target kontrak tinggi, Ki Syahgolang menyebut proyeksi pendapatan usaha sebesar Rp 20 triliun.

Sementara itu, Waskita Karya, menurut Direktur Utama M. Choliq, mengincar kontrak baru Rp 60 triliun. Dengan tambahan dari proyek 2015, nilai total kontrak sekitar Rp 100 triliun. Kontrak sebesar itu berasal dari proyek-proyek jalan tol. Sementara itu, pencapaian kontrak tahun lalu sekitar Rp 30 triliun, dengan penjualan Rp 15 triliun dan laba bersih Rp 1 triliun.

Wijaya Karya memproyeksikan kontrak yang bisa diraih Rp 86 triliun, atau 57,74 persen terhadap target 2015. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi Wongso, menjelaskan target kontrak tersebut terdiri atas dua bagian. Pertama, perusahaan pelat merah ini membidik kontrak untuk 2016 ini sebesar Rp 52,296 triliun. “Lalu, target kontrak carry over 2015 sebesar Rp 33,74 triliun,” ucap Suradi.

Suradi menyebut komposisi target kontrak baru berasal dari pemerintah 20,73 persen, BUMN 15,85 persen, dan pihak swasta 63,42 persen. Hingga Desember 2015, capaian kontrak baru yang diraih Wijaya Karya sekitar Rp 25,33 triliun, atau 80,03 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,65 triliun.

Adapun PT Pembangunan Perumahan mengincar kontrak Rp 70 triliun tahun ini. Perusahaan membidik proyek-proyek pemerintah yang sedang gencar direalisasi. Menurut Sekretaris Perusahaan PTPP, Agus Samuel, sebanyak Rp 40 triliun di antaranya merupakan kontrak berstatus carry over dari tahun lalu. Sisanya, sebesar Rp 30 triliun, merupakan kontrak yang diincar untuk tahun ini.

Analis saham dari PT Investa Sarana Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan prospek sektor konstruksi cerah. “Bisnis konstruksi meningkat karena pembangunan infrastruktur yang digenjot mulai awal tahun,” kata dia. Perbankan otomatis akan terangkat melalui penyaluran pinjaman ke proyekproyek infrastruktur. SINGGIH SOARES | ADITYA BUDIMAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: