Teroris Sarinah dikendalikan dari Suriah + Profil Bahrum Naim


Mereka adalah bagian dari jaringan ISIS yang didanai oleh Bahrum Naim

Rappler.com
Published 7:12 PM, January 14, 2016
Updated 8:23 AM, January 15, 2016

HANCCUR. Pos polisi hancur oleh bom. Foto oleh Uni Lubis/Rappler

HANCCUR. Pos polisi hancur oleh bom. Foto oleh Uni Lubis/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Pelaku aksi teror di Sarinah dapat dipastikan merupakan dari jaringan ISIS yang bermarkas Raqqa, Suriah. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Tito Karnavian, serangan yang dilakukan di Indonesia merupakan kelanjutan perintah pimpinan ISIS Al-Bagdadi.

Ia yang meminta aksi teror tidak hanya dilakukan di Suriah dan Irak, namun juga di seluruh dunia. Maka dibentuk cabang-cabang ISIS di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

“Di Asia Tenggara, ada beberapa tokoh yang saling bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan. Aksi-aksi di Indonesia termasuk di Sarinah dikendalikan oleh tokoh bernama Bahrun Naim,” kata Tito, di Istana Negara, Kamis, 14 Januari 2016.

Polisi sudah mengantongi informasi jaringan ini dan sedang melakukan pengejaran.

Sulitnya mengidentifikasi aksi teror

Badan Intelijen Negara (BIN) menyataka, aksi terorisme tidak mudah dicegah. Sebab tidak mudah untuk menentukan kapan dan dimana mereka akan beraksi.

“Tapi seperti yang sering saya katakan dulu, bahwa memang semua negara punya potensi untuk diserang teroris. Karena teroris itu melakukan serangan tidak mengenal ruang. Artinya tempatnya di mana kita enggak tahu, waktunya kapan, dan juga sasarannya apa,” kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, di Jakarta, Kamis.

Itulah yang terjadi di Prancis, di Turki, dan sejumlah negara yang menjadi korban serangan teror. “Setelah kejadian ini aparat akan berkoordinasi termasuk mendiskusikan dengan aparat terkait. Yakni Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri dan BIN. Kami mendiskusikan kira-kira ini dari kelompok mana,” katanya.

Sutiyoso menyatakan, aparat sudah bersiaga dan melakukan tugas pengamanan sebagaimana mestinya. Hanya saja, aparat tidak bisa dengan persis menentukan kapan aksi teror dilakukan, atau lokasinya di mana.

“Itu kan ciri-ciri serangan mereka selalu begitu (tidak mudah dideteksi). Oleh karena itu, negara sebesar apapun seperti Amerika, Perancis juga bisa saja jebol karena hal itu,” katanya.

Lokasi Kejadian

Lokasi Kejadian

Bukan Kecolongan

Kepada media Menko Polhukam Luhut Panjaitan menyatakan hal senada. Bahwa tidak ada istilah aparat kecolongan. “Aparat sudah mendeteksi. Hanya saja kita tidak bisa menentukan kapan dan di mana aksi itu akan dilakukan,” katanya.

Indonesia pernah mengungkap ada WNI yang telah bergabung dengan ISIS. Penangkapan tiga terduga teroris di Solo Agustus lalu mengungkap fakta bahwa mereka dibiayai WNI yang telah bergabung dengan ISIS bernama Bahrum Naim untuk membuat aksi teror di Solo.

Jaringan Bahrun Naim

Sel-sel dari jaringan Bahrum Naim sebelumnya sudah tertangkap aparat. Tiga di antaranya ditangkap di Solo, yakni Ibadurahman alias Ali Robani alias Ibad (29), Yus Karman (31) dan Giyanto alias Gento. Mereka bertiga berencana meledakkan bom di beberapa tempat, yakni di kuil Buddha Kepunton Solo terkait isu Rohingnya, Mapolsek Pasar Kliwon dan kantor polisi lain di wilayah Surakarta, serta gereja di wilayah yang sama.

Rencananya, mereka beraksi 17 Agustus 2015 atau tepat pada peringatan kemerdekaan Indonesia untuk meledakkan bom yang dikendalikan dengan timer. Ibad adalah orang yang menerima kiriman uang dari Naim dan bersama Yuskarman, merakit bom. — Rappler.com

BACA JUGA

+++++

 

Jumat 15 Jan 2016, 10:08 WIB

Ini Dia Tampang Bahrun Naim, Sosok yang Disebut Polisi Terlibat Bom Thamrin

Muchus Budi R. – detikNews
Ini Dia Tampang Bahrun Naim, Sosok yang Disebut Polisi Terlibat Bom ThamrinFoto: Istimewa
Solo – Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim alias Naim (32) disebut-sebut merupakan otak teror bom dan penembakan di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) kemarin. Saat ini, keberadaan pria ini tak diketahui.

Foto di atas diambil di Mapolres Sukoharjo pada tahun 2015 lalu. Saat itu, Sugiran dan istri melapor ke polisi bahwa anaknya, Siti Lestari, menghilang bersama seseorang yang diduga Bahrun Naim. Siti Lestari merupakan mahasiswi UMS Sukoharjo dan hilang sejak Maret 2015.

Naim pernah menemui keluarga Siti. Dia diperkenalkan sebagai calon suami. Keluarga tidak setuju. Alasannya, Naim sudah beristri dan memiliki anak.

Hingga saat ini, keberadaan Siti Lestari misterius. “Kami dengar Bahrun Naim sudah di Suriah,” kata Sugiran saat itu.

Foto di bawah merupakan pembesaran ukuran dari foto yang dibawa Sugiran. Dari background, kemungkinan besar Naim berada di area Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo. Tak diketahui kapan foto ini diambil.

Foto: Istimewa

Sedangkan foto di bawah ini, menurut sumber detikcom, merupakan foto saat Naim berada di tempat latihan. Namun jika melihat detail, lokasinya lebih mirip lokasi pameran. “Di sebuah tempat,” kata sumber detikcom tak merujuk lokasi pasti dan waktu pengambilan foto, Jumat (15/1/2016).

Foto: Istimewa

Naim pernah ditangkap Densus 88/Anti-Teror terkait kepemilikan ratusan butir amunisi ilegal. Dia divonis 2,5 tahun oleh hakim PN Surakarta pada 9 Juni 2011. Setelah bebas dari penjara, Naim kembali berkiprah dan bergabung dengan kelompok ISIS. Namanya sering muncul dalam pemberitaan hampir setiap kali ada WNI yang diketahui bergabung sebagai simpatisan ISIS.

http://tv.detik.com/embed/2016/dteomq
Nama Naim kemudian sering dikaitkan dengan klaim dukungan Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang menyatakan dukungan kepada ISIS. Naim disebut sebagai penghubung utama MIT yang bermarkas di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan teror bom di Thamrin diotaki Bahrun Naim. Naim ingin menjadi leader ISIS di Asia Tenggara dan bersaing dengan kelompok radikal Filipina. Untuk menunjukkan eksistensi, Naim dan kelompoknya bergerak.

“Bahrun Naim ingin mendirikan Khatibah Nusantara, salah satu sel ISIS di Asia Tenggara. Kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang dilakukan pengejaran,” kata Tito memberikan keterangan pers bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Seskab Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: