Bahrun Diduga Siapkan Teror Susulan


Koran Tempo SENIN, 18 JANUARI 2016

JAKARTA – Terduga otak bom Jakarta pada Kamis pagi pekan lalu, Muhammad Bahrun Naim, disebut merancang lagi serangan teror. “Ada potensi itu, tapi tidak bisa kami sampaikan di mana saja dan kapan waktunya,” kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, kepada Tempo, kemarin.

Menurut Anton, ada kemungkinan itu bisa terjadi karena jaringan masih amat kuat di Indonesia. “Di sini jaringan Bahrun Naim yang pulang dari Suriah itu banyak,” ujarnya.

Sejumlah ledakan terjadi pada Kamis pekan lalu. Dua di antaranya meledak di kedai kopi Starbucks dan pos polisi di perempatan Jalan M.H. Thamrin. Teroris tak berhenti dengan meledakkan bom. Saat orang tengah menolong korban, dua teroris muncul dari kerumunan dan menembak. Serangan itu menyebabkan delapan orang tewas-empat orang di antaranya pelaku-dan melukai 26 orang.

Pengamat terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie, juga khawatir akan aksi susulan. “Bisa satu hingga dua tahun karena serangan kemarin dianggap gagal menebar ketakutan dan terlihat amatir,” tuturnya.

Menurut Taufik, teroris akan merancang aksi lebih matang dan profesional. Ia menuturkan, dari aksi pekan lalu, terlihat tidak ada koordinasi di antara mereka. Teroris, kata dia, akan membangun jaringan lebih kuat dan logistik lebih besar.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan teror bom pada Kamis pekan lalu diduga menjadi pertaruhan Bahrun untuk menjadi pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara. Bahrun, kata dia, akan bersaing memperebutkan pengaruh di Asia Tenggara dengan Bahrumsyah dan Abu Jandal.

Tapi, dibandingkan dengan Bahrumsyah dan Abu Jandal, Badrodin menyebut kekuatan kelompok Bahrun lebih kuat. Musababnya, Bahrun menguasai basis massa hampir di seluruh Pulau Jawa, sedangkan Bahrumsyah cenderung hanya berpengaruh di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Kalau Abu Jandal juga sedikit pengikutnya,” ucap Badrodin ketika dihubungi Tempo, kemarin. Basis massa Bahrun, kata Badrodin, sudah ada sejak sebelum dia ditangkap polisi karena kepemilikan amunisi ilegal pada 2010.

Namun Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengatakan saat ini Bahrun belum menjadi tokoh sentral di ASEAN. “Bahrumsyah diyakini memiliki militansi dan pengaruh yang lebih kuat daripada Bahrun Naim,” ujar Sutiyoso. DEWI SUCI RAHAYU | HUSSEIN ABRI YUSUF | ISTIQOMATUL HAYATI


Bukan Gaya Paris, melainkan Poso

Kepolisian melansir empat nama pelaku bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi lalu. Berikut ini nama, peran, dan pola serangan mereka.

Pelaku

  • Ahmad Muhazan bin Saron, pembawa bom yang meledak di Starbucks
  • Dian Jodi Kurniadi, pembawa bom yang meledak di pos polisi Jalan M.H. Thamrin
  • Afif Sunakim, pembawa pistol, menembak di kerumunan, ditembak mati, alumnus lintas jaringan radikal di Aceh
  • Muhammad Ali, pembawa pistol, meledakkan diri, alumnus lintas jaringan radikal di Aceh

    “Pola kerja mereka sangat mirip dengan jaringan lintas radikal yang berada di Cirebon,” kata Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

    Jenis Bom

  • Daya ledak rendah
  • Material: paku, sulfur, baut, dan kalium, tabung elpiji 3 kilogram

    2 Pistol

  • Jenis FN kaliber 9 milimeter

    Dipasok dari Filipina

    “Banyak home industry senjata di Filipina, dan kualitasnya pun tidak kalah dengan pabrikan,” kata Jenderal Badrodin Haiti.

    Pola Serangan

    Ada yang bilang serangan teroris kali ini meniru gerilya kota ala teror di Paris. Tapi polisi menggambarkannya lain. “Selain bom, menggunakan tembakan. Itu cara teroris di Poso,”ujar Inspektur Jenderal Tito Karnavian. DEWI SUCI RAHAYU | YOHANES PASKALIS | AVIT HIDAYAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: