ISIS Selewengkan Ajaran Islam


Ajaran yang mana ?
RABU, 20 JANUARI 2016
FREE!

 ISIS Selewengkan Ajaran Islam

Sebagian besar kaum muda muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara menganggap grup ekstremis seperti kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta Al-Qaidah menyimpang dari Islam dan menyelewengkan inti ajaran agama itu.

Hal ini terungkap dalam hasil jajak pendapat yang dilansir Zogby Research Services, pekan lalu. Lembaga itu mensurvei 5.374 kaum muda muslim berusia 15-34 tahun pada periode Oktober-November 2015 di delapan negara, yaitu Maroko, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Kuwait, Yordania, Palestina, dan Arab Saudi.

Kaum muda di Maroko yang paling banyak menentang aksi kelompok radikal yang dianggap mencoreng nama Islam itu. Di Kuwait, hanya 45 persen responden yang menilai ISIS dan Al-Qaidah menyelewengkan nilai-nilai Islam. Namun, 1 dari 10 responden di Arab Saudi, Yordania, dan Palestina merasa kelompok-kelompok radikal itu sama sekali tak menyalahi ajaran Islam. TABAH FOUNDATION | NEWSWEEK | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

+++++

MUI Setuju Penjara Khusus Bagi Teroris

Tujuannya ialah upaya deradikalisasi dan mencegah muncul teroris baru.
Selasa, 19 Januari 2016 | 16:19 WIB
Oleh : Mohammad Arief Hidayat, Lilis Khalisotussurur
MUI Setuju Penjara Khusus Bagi Teroris
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin. (VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin)
VIVA.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, menyatakan setuju dengan wacana dibentuknya penjara khusus teroris. Namun dia memberikan sejumlah catatan agar penjara khusus itu tidak membuat orang menjadi tambah radikal.
“Saya kira tidak masalah kalau penjara itu. Tapi arahnya bagaimana melakukan, mengendalikan mereka, meluruskan pahamnya, ya, itu dengan deradikalisasi,” ujar Ma’ruf usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa, 19 Desember 2016.
Ia menambahkan selain perlu dibangun penjara khusus teroris, penting juga gerakan-gerakan kontra radikalisme bagi masyarakat yang belum terpengaruh paham itu.
Wacana penjara khusus terpidana terorisme mengemuka lagi setelah terjadi peledakan bom di kawasan mal Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Kamis, 16 Januari 2016. Penjara khusus yang berarti memisahkan terpidana terorisme dengan terpidana kasus lain adalah bagian dari penanggulangan terorisme dan deradikalisasi.
Wacana itu dimunculkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Tujuannya untuk memutus rantai perekrutan teroris baru. Ide itu menuai pendapat pro-kontra.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: