Tak Bangun Jaringan Internet, Izin Operator Seluler Terancam Dicabut


baru sekarang diancam . semoga serius !

 

Wednesday, January 20, 2016       14:45 WIB
Ipotnews – Menteri Komunikasi dan Informasi mengancam akan mencabut lisensi 10 operator ponsel kecuali operator menggabungkan atau membangun jaringan yang mampu menyediakan layanan Internet nirkabel.

“Setiap izin memiliki persyaratan bagi operator untuk berinvestasi dan membangun (jaringan), jadi jika mereka tidak membangun apa-apa, saya bisa mencabut izin mereka,” ujar Menkominfo, Rudiantara, yang pernah menjadi eksekutif di dua operator terbesar di Tanah Air sebelum bergabung dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, seperti dilansir laman Bloomberg, Rabu (20/1).

“Namun latar belakang saya di sektor swasta, jadi saya pragmatis,” katanya. “Saya akan menyarankan mereka untuk melakukan konsolidasi agar memiliki kemampuan guna berinvestasi dan mempertahankan izin mereka.”

Indonesia harus memiliki maksimal empat operator seluler saat Kabinet Kerja berakhir pada 2019, dan “pemain” yang lebih kecil harus bergabung (merger) atau meninggalkan industri ini, kata Rudiantara.

Pernyataan Rudiantara mencerminkan frustrasinya kementerian tersebut yang berupaya keras meningkatkan efisiensi di industri itu, yang saat ini didominasi tiga perusahaan dengan menguasai pangsa 80 persen, dan tujuh pemain lainnya memperebutkan 20 persen sisanya.

Rudi mengatakan inefisiensi menjadi penyebab mengapa cakupan telepon masih tambal sulam di sejumlah wilayah, meskipun Indonesia memiliki lebih dari 300 juta pelanggan nirkabel, lebih besar dari gabungan populasi Jepang dan Jerman.

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan, Rudi mengatakan, beberapa operator seluler tidak memenuhi perjanjian untuk mengembangkan infrastruktur jaringan mereka, bahkan setelah dijatuhi denda.

“Sejauh ini kami telah memberikan mereka denda dan hukuman, tetapi pekerjaan saya bukan mengumpulkan uang untuk pemerintah,” ucap dia.

“Saya harus menegakkan aturan tersebut dan saya siap melakukannya, tetapi aku lebih suka mengambil pendekatan yang business-friendly serta pendekatan yang praktis dan menyarankan mereka untuk bergabung agar tetap beroperasi.”

Tiga operator terbesar di Indonesia adalah PT Telekomunikasi Selular–anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk [TLKM 3,215 10 (+0,3%)]–PT Indosat Tbk [ISAT 5,250 25 (+0,5%)], dan PT XL Axiata Tbk [EXCL 3,360 -240 (-6,7%)], yang menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar, berdasarkan data International Telecommunication Union.

Kemudian ada kompetitor yang lebih kecil, seperti PT Bakrie Telecom Tbk [BTEL 50 0 (+0,0%)], PT Smartfren Telecom Tbk [FREN 50 0 (+0,0%)], dan PT Hutchison 3 Indonesia. Beberapa pemegang lisensi bahkan tidak menawarkan layanan nirkabel. (ef)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: