Beredar Cerita Penganiayaan Oleh Masinton Versi Dita, Ini Penelusurannya


 

Contoh Politikus Busuk lagi.. Buset Politikus Senayan  kualitasnya.. mulai tukang palak, tukang colong, tukang omdo,tukang jualan agama,tukang bohong, calo  dan terakhir tukang gebuk perempuan (KDRT) . Woi rakyat pemilih.. tahun 2019 pilihlah wakil yang benar bersih dong..

Masiton “syaiton” Pasaribu.  Politikus PDIP , corong Megawati..  Enak bener menfitnah dan menjelekan orang lain.. Nah sekarang ente harus tanggung jawab, Bung !

 

Minggu 31 Jan 2016, 18:40 WIB

Aditya Fajar Indrawan, Ayunda Windyastuti Savitri – detikNews
Beredar Cerita Penganiayaan Oleh Masinton Versi Dita, Ini PenelusurannyaDita (Foto: istimewa)

Jakarta – Beredar cerita penganiayaan versi Dita Aditia Ismawati oleh atasannya yaitu anggota Fraksi PDIP Masinton Pasaribu. Cerita ini berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Masinton. Apa isinya?

Cerita ini beredar luas di pesan berantai media sosial, Minggu (31/1/2016). Sejumlah penyebar menyebut ini berasal dari Dita. Namun tak jelas asal-usulnya. Upaya detikcom mengkonfirmasi langsung pada Dita, belum mendapat respons. Namun secara garis besar, kisah ini sama dengan yang disampaikan Anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Partai NasDem Wibi Andrino yang mendampingi Dita saat melapor ke Bareskrim Polri.

Dita dalam cerita itu mengatakan pada Kamis 21 Januari 2016 sekitar pukul 21.00 WIB sedang berkumpul dengan teman-teman NasDem di Camden Bar Cikini. Pukul 22.30 WIB, dia dijemput oleh Masinton Pasaribu melalui sopirnya Husni yang mendatangi Dita di meja tempat Dita kumpul.

Husni mengatakan kalau bosnya sudah menunggu di dalam mobil. Dita lalu bersama Husni keluar Camden Bar menuju mobil Masinton. Dita sempat kembali ke Camden karena ada barang yang tertinggal. Lalu Dita diantar oleh temannya hingga ke parkiran Camden.

Dita duduk di bangku depan samping kemudi, Masinton di belakang dan Husni di depan. Tidak ada Tenaga Ahli (TA) bernama Abraham Leo Tanditasik dalam cerita “versi Dita” ini.

(Baca Juga: Cerita Sopir Masinton Soal Perjalanan Dita Hingga Mengaku Dipukul)

Di dalam mobil itu, Dita sempat dimaki dan interogasi oleh Masinton. Setelah itu Dita yang masih berada di dalam mobil meminta tolong Husni untuk mengambil mobilnya yang diparkir di DPW NasDem. Masinton meminta Husni mengambil mobil Dita ke DPW NasDem dan menaruhnya ke rumah Dita di MTH Square, Cawang.

Saat sampai di DPW NasDem, Husni yang tadi menyetir mobil Masinton akhirnya beralih menyetir mobil Dita. Sehingga di mobil hanya ada Masinton dan Dita. Dita diajak berputar-butar sambil diinterogasi dan dimaki-maki hingga menangis dan dugaan peristiwa pemukulan pun terjadi.

Dita yang kesakitan lalu membelokkan estir ke sebelah kiri hingga mobil oleng ke kiri jalan. Dita sempat bilang ke Masinton akan melaporkan penganiayaan ini ke Polisi dan melakukan visum ke Rumah Sakit sebagai bukti. Setelah itu Dita diturunkan di dekat Cawang.

Dita sempat bertemu dengan Husni yang mau menyerahkan kunci mobil. Dita mengatakan kepada Husni kalau dia dipukul Masinton. Kemudian Dita pergi menggunakan taksi ke Polsek Jatinegera untuk membuat laporan. Di Polsek, Dita dibawa ke RSUD Budi Asih untuk menjalani visum.

Setelah itu, Dita kembali ke Polsek Jatinegara dan disarankan untuk istirahat sebelum membuat BAP dan kembali Sabtu (23/1) pukul 09.00 WIB. Namun, Dita tak kembali pada Sabtu karena dia harus menjalani rawat inap di RS Aini dari Jumat-Sabtu atau tanggal 22-24 Januari 2016.

(Baca Juga: Jemput Dita yang Mabuk, Masinton: Aku Habis Ada Kegiatan Resmi)

detikcom menelusuri lokasi yang disebutkan dalam cerita “versi Dita” yang beredar itu. Di Camden Bar, kasir mengatakan pernah melihat foto Dita yang ditunjukan oleh detikcom. Namun kasir tesebut tidak yakin karena para tamu wajahnya mirip-mirip.

“Kayaknya pernah tapi enggak yakin. Soalnya mirip sama tamu-tamu umumnya. Kecuali kalau dia reguler saya mungkin kenal,” ucap kasir tersebut.

Parkiran Camden Bar (Ayunda/detikcom)

Bartender di Camden juga mengaku tak terlalu ingat soal kedatangan Dita. Dia juga mengatakan tidak ada rekaman CCTV di sana pada tanggal 21 Januari.

“Kalau 9 hari lalu CCTV belum dipasang. Baru dipasangnya baru 3 hari lalu,” katanya.

detikcom juga mendatangi Polsek Jatinegara, Jakarta Timur. Di sana, Dita memang datang pada hari Jumat (22/1) dan sempat melapor atas penganiayaan terhadap dirinya. Oleh pihak kepolisian, Dita diarahkan untuk visum et repertum ke RSUD Budi Asih.

“Dia ke sini Jumat (22/1) malam sekitar jam 00.30 WIB. Oleh petugas kita arahkan ke RSUD Budi Asih untuk divisum saja,” kata petugas piket Polsek Jatinegara, Minggu (31/1/2016).

Setelah melakukan visum pihak kepolisian menyarankan untuk pulang beristirahat dan diminta datang lagi ke Polsek untuk membuat laporan BAP.

“Kita suruh pulang, besok Sabtu (25/1) datang lagi lapor untuk buat BAP. Tapi dianya lapornya langsung ke Bareskrim,” sambungnya.

detikcom juga mendatangi RS Aini di Kuningan, Jaksel untuk menanyakan pasien bernama Dita Aditia. Pihak rumah sakit membenarkan hal itu. Salah seorang petugas mengatakan, Dita sempat dirawat dari tanggal 22 sampai tanggal 24 Januari di kelas I.

Masinton sudah membantah sebagai pelaku penganiayaan terhadap Dita. Dia juga menyebut, di dalam mobil ada tiga orang. Masinton duduk di belakang, Dita di depan samping sopir, sementara yang mengemudi adalah Abraham Leo.

Versi Masinton, Abraham Leo yang membuat Dita terluka. Tangannya yang memakai batu akik secara refleks mengenai wajah Dita. Saat itu, Dita meronta-ronta karena diduga mabuk hingga hendak merebut setir.

Versi siapa yang benar? Belum jelas. Saat ini, polisi masih melakukan penelusuran. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat ditanya soal ini belum berkomentar banyak.

“Baru dilaporkan, sudah nanya,” kata Badrodin di Hotel Borobudur malam ini.

 

 
(slm/mad)

++++

Kasus Masinton, LBH APIK: Dita Tidak dalam Kondisi Mabuk

SENIN, 01 FEBRUARI 2016 | 16:27 WIB

Kasus Masinton, LBH APIK: Dita Tidak dalam Kondisi Mabuk   

Dita Aditya (berbaju hijau), asisten pribadi dari anggota DPR RI Masinton Pasaribu mendatangi LBH APIK untuk mengadukan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Masinton, Jakarta, 1 Februari 2016. TEMPO/Diko Oktara

TEMPO.COJakarta – Pendiri LBH APIK, Nursyahbani Katjasungkana, menegaskan, saat peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan Masinton Pasaribu terjadi, Dita Aditia tidak dalam keadaan mabuk.

“Kalau dia mabuk berat, enggak mungkin dia pergi ke polisi dan rumah sakit,” katanya saat ditemui di kantor LBH APIK Jakarta pada Senin, 1 Februari 2016.

Ia mengatakan apa yang dikatakan Masinton Pasaribu—anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan—bahwa Dita dalam kondisi mabuk berat merupakan ucapan yang sering dilontarkan masyarakat saat melakukan kekerasan terhadap perempuan dalam masyarakat patriarki.

“Menggambarkan bahwa dia (Dita) seorang ‘bad girl‘ yang pulang malam dan enggak mungkin seorang anggota Dewan yang terhormat melakukan tindak kekerasan,” katanya. Menurut Nursyahbani, ini pola yang biasa ditemui dalam beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan.

Menurut pengakuan Dita, yang diceritakan kepada Nursyahbani, Masinton merupakan sosok yang temperamental dan ingin mengontrol semuanya, termasuk kehidupan para stafnya. Nursyahbani juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan khusus yang terjadi antara Dita dan Masinton.

Baca: Masinton Pasaribu Diduga Pukul Dita Aditia Dua Kali

Soal ketakutan Masinton yang menanyakan berulang-ulang kepada Dita mengenai rahasianya yang takut dibocorkan Dita ke teman-temannya, Nursyahbani mengatakan tak ada rahasia apa-apa menurut pengakuan Dita. “Apa sih rahasianya yang ditakuti? Dita di sana enggak ngobrolsoal pekerjaan.”

Nursyahbani, yang pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi PKB periode 2004-2009, mengimbau sebaiknya istilah “asisten pribadi” dihilangkan saja. Makna kata tersebut menimbulkan pemahaman seolah memiliki orang itu kadang posesif, padahal asisten pribadi digaji negara.

+++++

 

Masinton Pasaribu Diduga Tinju Dita Aditia, Polisi Susun Strategi

SENIN, 01 FEBRUARI 2016 | 20:58 WIB

Masinton Pasaribu Diduga Tinju Dita Aditia, Polisi Susun Strategi   

Staf anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, Dita Aditia, saat memberikan pengaduan dan perlindungan, di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, 1 Februari 2016. Dita Aditia meminta perlindungan terkait kasus tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Masinton Pasaribu. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.COJakarta – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengembangkan kasus dugaan pemukulan yang dilakukan anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),Masinton Pasaribu, terhadap stafnya, Dita Aditia.

“Sore ini laporannya sudah ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Suharsono di kantornya, Senin, 1 Februari 2016.

BACA: Ade Komarudin: Kasus Masinton Pasaribu Urusan MKD

Direktorat saat ini sedang membentuk tim untuk menyelidiki kasus penganiayaan itu. Tim dibentuk untuk membuat rencana penyelidikan, termasuk merinci saksi-saksi yang bakal dipanggil dalam kasus Masinton. Dalam waktu dekat, kepolisian bakal mengeluarkan surat pemanggilan.

Hanya, dia masih bungkam terkait dengan pihak yang bakal diperiksa dalam kasus Masinton. Dalam proses penyelidikan, sejumlah pihak yang bakal diperiksa adalah saksi, korban, dan terlapor. “Besok, kalau ada agenda pemanggilan, akan kami umumkan lagi,” ujarnya.

BACA: Diduga, Sudah Dua Kali Masinton Pasaribu Pukul Dita Aditia

Sebelumnya, Masinton Pasaribu dilaporkan staf ahlinya, Dita Aditia Ismawati, ke Bareskrim pada Sabtu, 30 Januari 2016, atas tuduhan penganiayaan. Menurut keterangan Dita, Masinton memukul matanya pada Kamis, 21 Januari 2016.

Kejadian itu bermula saat Masinton menjemput Dita di Camden Bar, Cikini, Jakarta Pusat. Dita diduga dipukul Masinton di dalam mobil. Namun Masinton membantah telah memukul staf ahlinya tersebut. Menurut dia, Dita dipukul staf ahlinya yang lain.

AVIT HIDAYAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: