Proyek Pesawat N219 Libatkan Industri Lokal


Koran Tempo
SABTU, 30 JANUARI 2016

 Proyek Pesawat N219 Libatkan Industri Lokal

BANDUNG – Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur Direktorat Produksi PT Dirgantara Indonesia, Mukhamad Robiawan, mengatakan pembuatan pesawat N219 melibatkan industri lokal untuk memasok alat bantu manufaktur. “Kurang-lebih ada 60 persen assembly jig yang dibuat oleh industri lokal,” kata dia, di Bandung, kemarin.

Robiawan mengatakan PT Dirgantara menyisihkan sekitar US$ 5 juta untuk investasi pembuatan alat pendukung produksi massal pesawat N219. Nilai kontrak masing-masing pembuatan assembly jig itu mencapai Rp 200-400 juta. Industri manufaktur permesinan yang digandeng adalah industri pemasok jig kendaraan roda empat. Saat ini, dari 20 industri lokal yang dilibatkan dalam program N219, baru 12 perusahaan yang dinyatakan mampu memasok pembuatan tools dan jig pesawat.

Alat bantu tersebut akan digunakan untuk memproduksi pesawat N219. PT Dirgantara menargetkan pesawat N219 bisa berproduksi massal mulai tahun depan dengan kapasitas perdana tiga pesawat per tahun. “Semua yang dibuat ini sudah dirancang untuk diproduksi massal, maksimum 24 set (pesawat) per tahun. Dalam sebulan dua pesawat,” kata Robiawan.

Menurut Robiawan, pembuatan tools jig dan serta tools untuk produksi komponen kecil pesawat sudah lama dirintis dengan menggandeng industri lokal. Sedikitnya ada tiga program pesawat PT Dirgantara yang melibatkan industri manufaktur lokal, yakni program helikopter MK2 Eurocopter untuk beberapa tools sederhana, disusul program N295 dengan kapasitas lebih besar, yakni 50 persen tools, serta terakhir N219.

PT TEHA, perusahaan manufaktur di Bandung yang sudah berdiri sejak 1921, termasuk salah satu perusahaan yang menggarap assembly jig pesawat N219. “Kami mendapat kontrak pembuatan jig wing salah satunya. Ini jig yang paling besar,” kata engineer PT TEHA, Dedi Wahyudi, di kompleks PT Dirgantara Indonesia di Bandung, kemarin.

Menurut Dedi, PT TEHA telah menggarap jig pesawat sejak 2013. Perusahaan ini berinisiatif melamar ke PT Dirgantara, dan setelah mendapat persetujuan menerima bimbingan khusus pembuatan alat bantu perakitan pesawat.

Ada sejumlah mesin baru yang harus dibeli perusahaan itu agar bisa menggarap pembuatan jig pesawat. “Pada 2013, kami sempat membuat jig dan tools untuk pesawat N295,” kata dia. AHMAD FIKRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: