Soal Pemalsuan Approval Flight PT Airfast Indonesia


Rabu 03 Feb 2016, 14:50 WIB

Ini Surat Laporan Penemuan Flight Approval Palsu yang Dilaporkan ke Kemenhub

Nograhany Widhi K – detikNews
Ini Surat Laporan Penemuan Flight Approval Palsu yang Dilaporkan ke KemenhubFoto: Istimewa/detikcom

Jakarta – Kemenhub melaporkan maskapai swasta ke Bareskrim karena mengajukan flight approval palsu. Ini dia surat laporan pada Kemenhub.

Dari sumber detikcom, surat laporan ke Kemenhub itu berkop Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, yang dikeluarkan di Denpasar 26 Januari 2016. Surat bernomor AU.010/175/1/Otwil.IV/2016 dengan perihal “Laporan Awal Tindakan Pemalsuan Dokumen Persetujuan Terbang (Flight Approval) AINTBDN PT Airfast Indonesia.

(Foto: Istimewa/detikcom)

Dalam surat yang ditujukan ke Dirjen Perhubungan Udara tersebut, selain tercantum nama maskapai Airfast Indonesia, juga tercantum tipe pesawat yang digunakan yakni MD-82 dengan nomor registrasi PK-OCU dengan rute DPS-UPG (Denpasar-Makassar-red).

Disebutkan ground handling yang menyampaikan rencana terbang (flight plan) menggunakan persetujuan terbang (flight approval) adalah PT JAS Airport Service Station Denpasar. Dokumen surat tersebut menyampaikan kronologi penemuan flight approval palsu tersebut.

Pada poin 3 c surat tersebut, disebutkan bahwa:

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kasubdit Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Direktorat Angkutan Udara diperoleh hasil bahwa seluruh Flight Approval yang disampaikan PT Airfast Indonesia kepada Unit AIS Perum LPPNPI Kantor Cabang Denpasar melalui PT. JAS Airport Service Station DPS yang berjumlah sebanyak 7 (tujuh) dokumen adalah seluruhnya TIDAK VALID (PALSU) karena nomor izin yang diberikan tidak diperuntukkan bagi penerbangan PT Airfast Indonesia, melainkan milik operator penerbangan lainnya.

(Foto: Istimewa/detikcom)

Dalam surat tersebut, flight approval itu seharusnya ditujukan bagi maskapai PT Nusantara Air Charter dan PT Trigana Air Charter. Berikut isi surat laporan itu secara lengkap:

Sebelumnya, Kemenhub membenarkan adanya laporan ke Bareskrim pun menyerahkan proses hukum seutuhnya kepada Bareskrim Polri.

“Pengaduan ini sudah kita sampaikan ke Bareskrim. Dari Kemenhub sudah melaporkan tentang adanya flight approval (izin terbang) palsu,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/2/2015) malam.

Sayangnya Barata enggan merinci mengenai dugaan pemalsuaan dokumen terbang bagi maskapai itu. Ia juga tidak bersedia memberi tahu maskapai mana yang melakukan pelanggaran tersebut.

“Sepertinya termasuk salah satu berkas yang dilampirkan,” demikian kata Barata yang dikonfirmasi kembali hari ini tentang dokumen tersebut.

Hari ini 3 personel yang menemukan flight approval palsu itu diapresiasi Menhub Ignasius Jonan. Sedangkan detikcom mencoba mengkonfirmasi pihak PT Airfast Indonesia melalui telepon kantor, namun PT Airfast Indonesia belum memberikan respons.

“Direktur sedang tidak di tempat, Humas masih rapat,” demikian staf operator merespons telepon detikcom hari ini.
(nwk/dra)

_______
Rabu 03 Feb 2016, 12:50 WIB

Temukan Flight Approval Palsu, 3 Orang ini Diberi ‘Uang Permen’ Menhub Jonan

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Temukan Flight Approval Palsu, 3 Orang ini Diberi Uang Permen Menhub JonanFoto: Tiga petugas penemu Flight Approval palsu dari kiri-kanan: Dwi Putu Eka Cahyadi, Hadi Permana, Nurkholis Akbar (Edward Febriyatri/detikcom)
Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan maskapai AF ke Bareskrim karena mengajukan flight approval palsu. Ini dia 3 orang yang berjasa menemukan FA palsu itu.

Tiga orang tersebut adalah:

1. Dwi Putu Eka Cahyadi, Kasi Angkutan Udara Kelayakan Udara dan Pengoperasian Wilayah IV Bali
2. Nurkholis Akbar, Inspektur Angkutan Udara, anak buah Dwi Putu Eka Cahyadi
3. Hadi Permana, staf Aeronautika Information System (AIS) Bali

Ketiga orang itu diundang ke Kemenhub Jakarta dan diberi hadiah Menhub Ignasius Jonan sebagai wujud apresiasi. Hadiah berupa uang senilai US$1.000 per orang plus kenaikan pangkat.

“Ya benar, Menhub memberi penghargaan kepada tiga orang yang dianggap berjasa menemukan Flight Approval palsu,” demikian kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata kala dikonfirmasi, Rabu (3/2/2016).

Ketiga orang itu juga membenarkan bahwa mereka diberikan apresiasi oleh Menhub Jonan.

“Saya terkejut diundang Pak Menteri. Saya coba terbuka di sini ya Mas, karena selama ini beliau (Menhub) terlalu kencang secara internal. Sampai-sampai saya merasa tidak bisa tidur. Tapi terbuka arahan dan teguran, sudah membuat kami menjadi terbiasa. Kami merasa surprise. Ada apresiasi, mendapat mutasi kerja dan dikasih reward,” demikian kata Dwi Putu dalam jumpa pers di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Saya dikasih uang sama Pak menteri, tapi Pak Menteri bilang uang permen. Saya dikasih amplop sama Pak Menteri, bilang “Ini buat beli permen”,” imbuh Dwi.

Dwi mengaku belum membuka amplop yang diberikan Jonan sehingga belum mengetahui jumlahnya. Yang jelas, imbuh Dwi, ini memacu dia dan rekannya untuk lebih giat bekerja.

Sedangkan Hadi, staf AIS, belum mengetahui untuk apa uang yang diberikan Jonan itu.

“Buat apa ya, saya bingung Mas jujur, nggak tahu, tapi saya berterima kasih banget. Ya buat apanya nanti saya belum mikirin,” tutur Hadi.

Hal senada dikatakan Nurkolis, “Saya juga nggak tahu, terima kasih ini jadi pemacu kami buat bekerja lebih giat lagi”.

Kemenhub melaporkan maskapai AF ke Bareskrim pada Selasa (2/2) kemarin. Kejadian ditemukannya flight approval palsu ini antara 25-26 Januari 2016.

Berdasarkan informasi yang berhasil detikcom dapat, pelaporan dugaan pemalsuan ini berawal saat petugas AIS (sebelumnya disebut ATC-red) menaruh kecurigaan terhadap dokumen flight approval yang diajukan maskapai AF. Sebab kondisi dokumen itu terlihat lebih buram dari dokumen izin terbang pada umumnya.

Kemudian petugas AIS berkoordinasi dengan otoritas bandara. Terbukti, setelah dicek, nomor flight approval tersebut ternyata palsu dan ternyata dokumen izin terbang itu adalah milik maskapai lain. Pesawat akhirnya tidak diperbolehkan terbang.

Saat dilakukan penyidikan, manajemen AF menyebut mendapat flight approval palsu itu dari ‘permainan’ orang bawah. Namun petugas yang melakukan pemalsuan mengaku mendapat perintah dari manajemen maskapai. Akhirnya penyidikan diserahkan kepada Ditjen Perhubungan Kemenhub yang akhirnya melaporkan peristiwa itu kepada Bareskrim.
(nwk/dra)

++++
Rabu 03 Feb 2016, 14:43 WIB

Polisi: Pelaku Pemalsuan Dokumen Izin Terbang Terancam Pidana 4 Tahun

Idham Kholid – detikNews
Polisi: Pelaku Pemalsuan Dokumen Izin Terbang Terancam Pidana 4 TahunFoto: Hasan Al Habsy
Jakarta – Kasus dugaan pemalsuan izin terbang dengan terlapor seorang pejabat maskapai AirFast berinisial MT kini ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Penyidik akan memanggil saksi pelapor untuk dimintai keterangan.

“Akan panggil saksi pelapor, maupun periksa dokumen-dokumen yang terkait dengan penerbangan itu,” kata Kepala Bagian Evaluasi dan Analisa Bareskrim Polri Kombes Hadi Ramdhani di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2016).

“Sudah direncanakan panggil saksi pelapor,” sambungnya.

Dalam kasus ini, lanjut Hadi, terlapor diduga melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Berapa tahun penjara ancaman pidananya?

“Yang pasti di atas 4 tahun,” tandasnya.

Kabag Penum Polri Kombes Suharsono sebelumnya menyampaikan, terlapor dalam perkara ini adalah Flight Operator Officer PT AirFast berinisial MT. Pihak Kemenhub melaporkan hal itu pada Selasa (2/2) kemarin.

“Jadi laporan Kementerian Perhubungan ini berdasarkan laporan dari Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah 4 Bali Tanggal 26 Januari,” tandasnya.

Laporan penerbangan itu terjadi pada akhir Januari 2016, tujuan Denpasar-Makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: