TNI AU Investigasi Keanehan Jatuhnya Super Tucano


Pesawat Tucano, ini hanya berguna untuk menumpas pemberontakan bersenjata (contra insurgency (coin), macam separatis di Aceh/Papua.   Tapi untuk menghadapi teroris macam si Santoso CS , pesawat Tucano juga nggak terlalu efektif untuk digunakan.  Jadi buat apa beli pesawat coin macam si Tucano.. Takjub. Kenapa tidak memperbanyak pesawat jet latih tempur saja misalnya, atau helicopter.
Di Negara Asalnya saja : Brazil , pesawat ini sudah jatuh 4 (Brazilian Air Force – 99 aircraft[134] (33 A-29A & 66 A-29B).[23] At least 4 aircraft lost.[135][136][137][138], dari  https://en.wikipedia.org/wiki/Embraer_EMB_314_Super_Tucano)
JUM AT, 12 FEBRUARI 2016

 TNI AU Investigasi Keanehan Jatuhnya Super Tucano

JAKARTA – Evakuasi terhadap bangkai pesawat Super Tucano yang menghantam rumah penduduk di Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, pada Rabu lalu sudah selesai, kemarin. TNI Angkatan Udara melanjutkan penyelidikan soal penyebab jatuhnya pesawat tempur buatan Brasil itu. “Kami kumpulkan sisa pesawat, seperti badan, mesin, dan baling-baling, untuk diperiksa,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna saat dihubungi Tempo, kemarin.

Super Tucano TT 3108 jatuh pada pukul 10.09 WIB, atau sekitar 44 menit setelah lepas landas dari Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, untuk uji terbang. Pesawat jatuh menimpa dua rumah, menewaskan dua warga sipil serta pilot Mayor Ivy Safatillah dan kopilot yang merangkap juru mesin Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman. Dua warga sipil yang tewas adalah Erna Wahyunintyas dan Nurkholis.

Marsekal Agus mengatakan pilot Ivy berhasil keluar menggunakan kursi lontar saat pesawat bermasalah dan menukik. Tapi parasutnya terlepas dan pilot terempas bersama kursi lontar ke tanah tanpa parasut. Jasad Ivy ditemukan berdekatan dengan kursi lontar, tapi parasutnya ditemukan terpisah jauh. Sedangkan Syaiful tak menggunakan kursi lontar dan jasadnya tetap di kokpit pesawat yang jatuh menghunjam tanah.

Agus Supriatna menjelaskan, kursi lontar pesawat berkursi ganda biasanya bisa diatur untuk melontar secara individu, atau otomatis bersamaan. “Kalau terbang dalam pengujian, biasanya kursi lontarnya menggunakan sistem single (individu). Tapi kami menunggu hasil investigasinya,” kata Agus.

Sejumlah instrumen penting untuk mengungkap jatuhnya pesawat, yaitu flight recorder dan emergency locator transmitter (ELT), sudah dievakuasi. “Nanti dibawa ke Mabes TNI AU,” kata Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama Djoko Senoputro, kemarin.

Kepala Dinas Operasional Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Fairlyanto, yang memimpin pengangkatan bangkai pesawat, menjelaskan flight recorder berfungsi seperti kotak hitam pada pesawat komersial, yang berisi rekaman penerbangan. “Meski kondisinya tak utuh, data masih terbaca,” ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Tatang Sulaiman mengatakan Brasil, sebagai negara pembuat pesawat, belum akan dilibatkan dalam investigasi ini. Ia juga mengaku belum tahu berapa lama proses investigasinya. “Banyak aspek yang harus dilihat. Kan, pesawat umum juga ada yang sampai setahun baru diketahui penyebabnya apa,” kata dia.INDRA WIJAYA | EKO WIDIANTO | AMINUDIN A.S.


Terpisah dari Kursi Lontar

Pada umumnya, pesawat tempur dilengkapi dengan kursi lontar (ejection seat). Kegunaannya adalah menyelamatkan pilot dari situasi darurat ketika pesawat sedang mengangkasa. Super Tucano yang jatuh di Blimbing, Malang, Jawa Timur, pada Rabu lalu, dipastikan memiliki kursi lontar.

Pada ketinggian 15 ribu kaki dan turun ke 8.000 kaki, diduga pilot Mayor Ivy Safatillah sudah menarik tuas untuk melepaskan kursi lontar.

Menurut Kepala Staf Angkutan Udara Marsekal Agus Supriatna, pilot Ivy sudah melakukan prosedur tersebut.

Kopilot Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman, yang merangkap juru mesin, diduga tak memanfaatkan kursi lontar.

  • Mayor Syaiful tak keluar dari pesawat karena tak duduk di kursi lontar.
  • Jenazah Syaiful ditemukan pada bagian kepala pesawat yang jatuh dalam kondisi menancap di tanah.

++++++

SABTU, 13 FEBRUARI 2016

Faktor Mesin Jadi Fokus Investigasi Super Tucano

 Faktor Mesin Jadi Fokus Investigasi Super Tucano

JAKARTA – Penyebab jatuhnya Super Tucano TT 3108 di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu lalu, masih diselidiki. Melalui pemeriksaan flight recorder dan emergency locator transmitter (ELT), ditemukan banyak faktor kemungkinan. Salah satu hal yang akan menjadi fokus adalah mesin pesawat yang diproduksi Embraer, Brasil, tersebut. “Makanya, kami lihat faktor yang ada, apakah orangnya, cuacanya, atau mesinnya. Kalau mesin, kami (akan) pertanyakan,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, di Jakarta, kemarin.

Pesawat tempur anti-gerilya ini jatuh pada pukul 10.09 WIB, atau sekitar 44 menit setelah lepas landas dari Lapangan Udara Abdulrachman Saleh untuk uji terbang. Saat jatuh, posisi pesawat menukik dan menimpa dua rumah di Jalan Laksda Adi Sucipto, Gang 12, Kelurahan Blimbing, menewaskan pilot Mayor Ivy Safatillah dan juru mesin Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman. Dua warga sipil yang meninggal adalah Erna Wahyunintyas dan Nurkholis.

Sebuah keanehan tengah diinvestigasi TNI Angkatan Udara. Mayor Ivy berhasil keluar dari pesawat berkat kursi lontar, namun parasutnya terlepas. Ia terempas ke tanah bersama kursi lontar tersebut tapi terpisah sejauh 2 kilometer dari parasutnya. Adapun Syaiful ditemukan tetap di kokpit karena tak menggunakan kursi lontar seperti halnya Mayor Ivy.

Kementerian Pertahanan akan memanggil para teknisi Embraer untuk membantu mencari penyebab jatuhnya pesawat Super Tucano yang dibeli pada 2012 itu. Kementerian sudah menghubungi pihak TNI AU untuk memanggil mereka.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, menduga penyebab kecelakaan itu adalah masalah teknis. “Kesalahan teknis meliputi sistem kendali dan kemudi pesawat, sistem bahan bakar, atau mungkin kesalahan pada mesin,” kata mantan anggota DPR yang juga pilot pesawat non-komersial itu.

Mantan pilot pesawat tempur F-16 TNI AU, Marsekal Madya (purn.) Muhammad Basri Sidehabi, mengatakan ada kemungkinan pesawat jatuh setelah bermanuver. “Bisa saja saat (bermanuver) itu pesawat spin (berputar dan jatuh). Ini hanya kemungkinan saja berdasarkan pengalaman saya,” kata Basri. INDRA WIJAYA | EGI ADYATAMA | TIKA PRIMANDARI | ABDUL MANAN

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: