Divonis Denda Rp 1,2 Triliun, Jasa Marga Ajukan PK


SELASA, 16 FEBRUARI 2016

 Divonis Denda Rp 1,2 Triliun, Jasa Marga Ajukan PK

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan menempuh upaya hukum terhadap putusan Mahkamah Agung yang menerima permohonan kasasi PT Tirtobumi Prakasartama. Perusahaan milik negara ini divonis denda sebesar Rp 1,2 triliun. “Perseroan akan melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi ini,” kata Sekretaris Perusahaan, Mohammad Sofyan, kepada PT Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Dalam putusan kasasinya, Mahkamah Agung memberikan perpanjangan interim atas masa berlakunya perjanjian kerja sama bagi hasil. Perjanjian tersebut berlaku hingga permohonan masa kerja sama bagi hasil mendapat keputusan definitif dari tergugat.

Mahkamah juga memutuskan agar pendapatan hasil tol ruas Kebon Jeruk-Tangerang Barat, yang merupakan bagian proyek, sementara ditempatkan di rekening PT Bank Jabar Banten Tbk.

Sofyan enggan memberikan komentar ihwal dampak yang ditimbulkan dari putusan tersebut terhadap kondisi keuangan perseroan. “Kami belum bisa memberikan penjelasan atas dampak keputusan ini,” tuturnya.

Namun, untuk diketahui, tahun lalu perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun. Artinya, jika perusahaan kalah dalam proses hukum ini, laba tahun lalu akan terkuras untuk membayar denda.

Pada perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode JSMR itu mengalami koreksi sebesar 6,46 persen. Pada awal pembukaan perdagangan, nilai saham dibuka pada posisi Rp 6.175 per saham, namun pada penutupan merosot ke Rp 5.775 per saham.

Analis dari PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, menyatakan putusan dari Mahkamah tersebut memang sangat mempengaruhi harga saham Jasa Marga. Ditambah lagi terjadinya banjir di tol Cikampek, termasuk atap gerbang tol Cikunir, Bekasi, yang ambruk akibat diterjang hujan pada Ahad lalu. Dia memprediksi harga saham perusahaan pelat merah ini akan mengalami koreksi dalam jangka pendek. “Dalam 1-2 hari ini akan adjust (menyesuaikan) kembali,” katanya saat dihubungi.

Masalah hukum ini, kata Hans, juga akan mempengaruhi minat investor terhadap surat utang atau obligasi yang akan dilepas Jasa Marga di tahun ini. Jasa Marga akan melepas obligasi senilai Rp 1,6 triliun. Untuk tetap menarik investor, Jasa Marga disarankan untuk menawarkan dengan nilai imbal hasil (yield) yang tinggi. Untuk

Adapun penerbitan obligasi tersebut akan dipakai membayar dua obligasi yang jatuh tempo pada tahun ini. Obligasi Jasa Marga XII senilai Rp 1 triliun jatuh tempo pada 6 Juli 2016. Sementara obligasi Jasa Marga Seri B senilai Rp 400 miliar jatuh tempo pada 27 September.

Analis dari MNC Securities, I Made Adi Saputra, meramal Jasa Marga akan mematok tenor 5-8 tahun. Sedangkan tingkat kuponnya sebesar 9-9,5 persen untuk tenor 5 tahun.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansyah, sebelumnya mengatakan perseroan membutuhkan belanja modal sebesar Rp 14 triliun. Anggaran tersebut berasal dari keuangan internal dan penerbitan obligasi. Perusahaan juga mencari alternatif pendanaan melalui pinjaman bank. Untuk 2016 ini, Jasa Marga menargetkan kenaikan pendapatan usaha hingga 14,25 persen atau sebesar Rp 8,66 triliun. SINGGIH SOARES

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: