Mitsubishi Alihkan Produksi ke Mobil Penumpang


Koran Tempo SELASA, 16 FEBRUARI 2016

 Mitsubishi Alihkan Produksi ke Mobil Penumpang

JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengatakan PT Krama Yudha Ratu Motor akan merestrukturisasi organisasinya dengan mengalihkan lini bisnis. Strategi yang ditempuh oleh perusahaan perakit mobil Mitsubishi ini dilakukan untuk menghadapi pelemahan permintaan yang terjadi di dalam maupun di luar negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan Krama Yudha mengalihkan produksi dari mobil niaga, yang penjualannya turun tajam, menjadi mobil penumpang. Dalam rangka pengalihan itu, mereka mendirikan perusahaan baru bernama PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia.

“Perusahaan itu mulai beroperasi tahun depan,” kata Putu saat dihubungi Tempo, kemarin.

Pabrik tersebut akan memproduksi mobil jenis sport utility vehicle dan multipurpose vehicle dengan kapasitas 160 ribu unit per tahun. Adapun karyawan Krama Yudha akan ditawari berpindah ke pabrik baru tersebut. Sebagian sudah menyatakan bersedia, tapi ada juga yang berencana hengkang ke perusahaan lain.

“Saya sudah mengkonfirmasi langsung ke Direktur Krama Yudha, Rizwan Alamsyah, tak ada PHK,” ujarnya.

Putu mengimbuhkan, restrukturisasi yang dilakukan Mitsubishi merupakan hal yang wajar. Apalagi, pertumbuhan industri mobil niaga pada 2015 memang turun hingga 30 persen. Angka itu lebih buruk jika dibandingkan dengan pertumbuhan mobil penumpang yang minus 15 persen. “Tapi, secara umum masih aman. Krisis global kan dialami semua negara,” ujarnya.

Direktur Krama Yudha, Rizwan Alamsyah, belum bisa dimintai tanggapan tentang kabar adanya pemutusan hubungan kerja maupun rencana bisnis baru tersebut. Panggilan telepon dan pesan pendek yang dilayangkan Tempo tak direspons. Adapun Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Johannes Nangoi, mengatakan penjualan produk otomotif pada awal tahun ini belum menunjukkan tren positif.

“Hingga akhir Januari 2016, penjualan mobil baru sekitar 85 ribu unit,” ujarnya.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sebelumnya menyatakan sebanyak 200 karyawan Krama Yudha Ratu Motor akan dirumahkan dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan perusahaan tersebut karena permintaan akan mobil terus merosot. “Tak cuma perusahaan perakitan, industri komponen juga terkena dampak,” ujar Presiden KSPI, Said Iqbal.

Sedangkan secara total, menurut dia, jumlah tenaga kerja yang terkena PHK sejak awal 2015 hingga Februari 2016 sudah tembus 12 ribu orang. Rinciannya, 3.668 orang dirumahkan pada periode Januari-Februari 2016, 712 orang mengalami PHK sepihak dan masih menunggu proses pengadilan, serta 8.300 orang terkena PHK pada tahun lalu tapi baru dilaporkan tahun ini.

Menurut KSPI, ada tiga kategori PHK. Kategori pertama adalah PHK yang tercatat selama Januari-Februari 2016 terhadap 3.668 orang. Di antaranya adalah karyawan PT Toshiba Indonesia sebanyak 865 orang, PT Panasonic Lighting 480 orang, dan PT Sandoz Indonesia 200 orang.

Kategori kedua adalah PHK yang terjadi tahun lalu tapi baru dilaporkan ke KSPI pada tahun ini terhadap 8.300 orang. Kategori terakhir adalah PHK sepihak yang dilakukan perusahaan dengan alasan disharmonis terhadap 12 orang.

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan jumlah korban PHK yang dirilis KSPI tak sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Angkanya tidak segitu,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Induswtrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, melalui pesan pendek.ARKHELAUS W

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: