Adhi Karya Ingin Berinvestasi di Sarana LRT


UM AT, 19 FEBRUARI 2016

 Adhi Karya Ingin Berinvestasi di Sarana LRT

JAKARTA – Perusahaan konstruksi milik negara, PT Adhi Karya Tbk, berharap menjadi investor dalam pembangunan sarana proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT). Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, beralasan perseroan telah berpartisipasi dalam pembangunan prasarana.

“Saya usulkan Adhi Karya dan KAI untuk investasi sarana,” kata dia setelah menghadiri rapat koordinasi proyek LRT di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, kemarin. Berdasarkan UU Perkeretaapian, otoritas sarana sepenuhnya dipegang pemerintah.

Kiswo menjelaskan, dengan berinvestasi membangun sarana, perusahaan ingin tanggung jawab menyediakan prasarana menjadi sinkron. Ia menyebutkan, dalam sektor prasarana, Adhi Karya mengelola sistem, sinyal, jalan, dan stasiun. Jika perusahaan turut serta di sisi sarana, LRT dinilai bisa lebih tersinkronisasi.

Menurut Kiswo, usul tersebut masih dibahas di kementerian teknis. Soal porsi partisipasi antara Adhi Karya dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), ia menyerahkan kepada pemerintah. Perseroan telah menyiapkan Rp 9 triliun dari total kebutuhan dana proyek sarana yang mencapai Rp 30 triliun. “Saya manut pemerintah.”

Rapat koordinasi LRT antara lain membahas finalisasi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang telah diajukan sejak Juni 2015. “Sekarang sudah diambil alih Kementerian Perhubungan.”

Pembangunan LRT juga terhambat oleh tumpang-tindih trase atau jalur dengan proyek kereta cepat. Penumpukan terjadi dari Pancoran, Jakarta, hingga Bekasi, Jawa Barat. Semula, jalur LRT akan dibangun di bagian selatan jalan tol. Tapi ternyata proyek kereta cepat juga merencanakan hal yang sama.

Adhi Karya menyerahkan persoalan tumpang-tindih tersebut ke Kementerian Perhubungan. Ia menargetkan persoalan tumpang-tindih ini bisa rampung dalam waktu satu bulan ke depan. “Belum ada keputusan,” kata dia.

Tanggung jawab pengalihan jalur, termasuk pendanaan, akan ditanggung PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). Rencananya, KCIC akan mencari lahan pengganti. “Mereka akan membebaskan lahan untuk jalur LRT.”

Adhi Karya tidak mempermasalahkan perpindahan jalur. “Pindahnya hanya dari kiri ke kanan. Selisih beberapa meter saja, tidak sampai ratusan,” kata Kiswo. LARISSA HUDA | SINGGIH SOARES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: