Pesantren Al Hikam Boyolali Tangkal Radikalisme


Love you Rio ! Coba banyak pesantren macam Al Hikam, santri nya pasti jadi mahluk yang berprestasi (internasional) dan bukan jadi insan penebar maut !
Koran Tempo
JUM AT, 19 FEBRUARI 2016

BOYOLALI – Pondok Pesantren Al Hikam yang didirikan keluarga Rio Haryanto, pembalap Indonesia yang berencana menjajal lintasan Formula 1, telah menanamkan nilai toleransi dan menangkal radikalisme sejak pesantren itu tegak 12 tahun lalu. “Kami selalu mengajarkan kepada santri bahwa berbeda itu biasa. Taman terlihat indah karena bunganya berwarna-warni,” kata pelaksana harian Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Al Hikam, Moh. Kholid Ismail, kemarin.

Pesantren terpadu yang dibangun di atas tanah wakaf Achmad Sutantyo dan Mien Handayani-kakek dan nenek Rio Haryanto-itu beralamat di Jalan Solo-Boyolali Kilometer 7, Dukuh Sorowaden, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Di atas lahan seluas sekitar 1 hektare, Al Hikam didirikan oleh lima orang, yakni Achmad dan Mien, Indah Pennywati (ibu Rio), KH Ali Muchson sebagai pengasuh pondok diniah, dan H Idrus Assegaf sebagai pembina pesantren.

Selain menampung 60 santri yang mondok, Al Hikam juga memiliki sekolah dasar Islam (266 siswa), taman kanak-kanak Islam terpadu (126 siswa), dan institusi pendidikan anak usia dini (104 siswa). PAUD Yayasan Al Hikam berada di Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono.

Kholid mengatakan, di pesantren tersebut, semua santri diajari dalil-dalil yang menjadi landasan setiap orang untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. “Contoh saja, kami terangkan dalil apa saja yang mendasari orang melakukan atau tidak melakukan yasinan dan tahlilan. Setelah memahami kedua sudut pandang, para santri bebas mau pilih yang mana,” kata Kholid.

Berbekal pemahaman yang kuat tentang dasar keyakinan satu sama lain, Kholid melanjutkan, para santri menjadi lebih terbuka dalam menerima perbedaan. “Dengan demikian, mereka bisa lebih toleran, tidak mudah mengkafirkan orang lain hanya karena berbeda pandangan.”

Pernyataan-pernyataan Kholid ini diamini salah seorang santri Pesantren Al Hikam, Umam, 15 tahun. “Saya sudah tiga tahun mondok di sini. Meski mondok di ponpes yang sama, kami punya pilihan sendiri dan tidak saling mencela. Berbeda itu biasa,” kata santri asal Kabupaten Kebumen itu.

Kholid mengatakan, setiap kali libur membalap saat musim panas, Rio menyempatkan diri untuk mampir ke pesantren tersebut. Rio terakhir kali berkunjung ke Al Hikam pada 8-9 Desember 2015.MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: