OJK Restui Danareksa-Bahana Jadi Induk Bank BUMN


Koran Tempo SENIN, 22 FEBRUARI 2016
Buat apa ya ?

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak berkeberatan jika PT Danareksa (Persero) dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) disiapkan menjadi induk usaha empat bank pelat merah nasional. Menurut anggota Dewan Komisioner Bidang Perbankan OJK, Nelson Tampubolon, opsi tersebut sedang dimatangkan di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. “Enggak masalah, toh tidak operasional. Tidak mengambil keputusan kegiatan perbankan,” kata dia ketika dihubungi, akhir pekan lalu.

Nelson mengatakan, hingga kini, Kementerian BUMN belum membahas opsi tersebut dengan OJK. Rencana penggabungan empat bank milik pemerintah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan Bank Negara Indonesia Tbk, ditargetkan rampung pada 2018. OJK mengapresiasi rencana itu. “Bagi OJK, kalau ada holding, itu positif. Ada yang fokus memikirkan sinergi dari bank-bank itu.”

Dengan bergabung, Nelson menambahkan, perbankan akan lebih efisien. Langkah itu sejalan dengan single presence policy atau pemilikan tunggal bank.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, menjelaskan Danareksa dan Bahana dipilih menjadi calon induk usaha karena keduanya saat ini berstatus sebagai holding. Keduanya punya banyak anak usaha, antara lain bergerak di bidang sekuritas.

Ekonom dari Universitas Indonesia, David Sumual, menyatakan pembentukan holding akan bermanfaat dalam koordinasi, strategi, dan penggalangan dana, serta lebih efisien. Apalagi, menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN sektor perbankan pada 2020, Indonesia butuh bank besar untuk bersaing. Danareksa dan Bahana, yang merupakan perusahaan dengan nilai aset kecil, bisa menjadi induk usaha bank BUMN yang punya aset jauh lebih besar. Sebab, tujuan utama pembentukan holding adalah perampingan.

Pendapat berbeda diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono. Ia menilai induk usaha bank BUMN sebaiknya merupakan bank. “Kalau melihat konstelasi politik dan kepentingan terhadap bank BUMN, lebih baik salah satu bank saja yang ditunjuk. Paling adil mungkin bank yang terbesar,” kata dia, seperti dikutip Antara.

Sigit khawatir, bila induk usaha bank BUMN dari perusahaan nonbank, akan timbul problem psikologis. “Daripada ada BUMN lain yang membawahi mereka, secara psikologis dan pengelolaan akan menimbulkan permasalahan yang panjang,” ujarnya.

Hingga kini, manajemen Bahana dan Danareksa belum memberikan pernyataan soal rencana pembentukan holding bank BUMN ini. Sekretaris Perusahaan Danareksa, Fattah Hidayat, sebelumnya menolak memberi tanggapan. “Itu domain pemegang saham,” ucapnya.

Sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat mendukung rencana Kementerian BUMN membentuk holding bank BUMN. Ketua Komisi XI DPR, Ahmadi Noor Supit, mengatakan rencana penggabungan bank BUMN ke dalam satu induk perusahaan harus direalisasi. “Catatannya hanya satu, jangan sampai setelah disatukan, kecepatan majunya kalah dibanding tidak disatukan,” ujarnya.

Ahmadi juga mendukung rencana pemerintah menyiapkan Danareksa dan Bahana menjadi induk usaha bank BUMN. Sebab, sistem keuangan di Indonesia sudah menyatukan perbankan dan lembaga keuangan.

Anggota Komisi BUMN, Refrizal, menilai pembentukan holding akan memperkuat bank BUMN. Namun dia mengaku belum mengetahui formulasi yang disiapkan pemerintah untuk merealisasi pembentukan holding. DPR akan memanggil masing-masing BUMN untuk dimintai penjelasan lebih lanjut soal ini.SINGGIH SOARES | FAIZ NASHRILLAH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: