Dua Kasus Menjerat Ivan Haz


Hebat kualitas politikus (tikus) Senayan.  Yang konyol adalah rakyat yang memilih tikus tikus brutal ini. Rakyat pemilih Indonesia memang masih doyan memilih wakilnya yang doyan meres (ingat calo Freeport), doyan mukul , doyan alkohol ( wakil rakyat dari NTT), doyan dangdut (macam Saiful “pedo” Jamil) dan terakhir yang doyan NARKOBA  (si Ivan Haz)

Contoh kasus kasus si Ivan Haz anak HAMZAH HAZ  (WAPRES ),ternyata dapilnya adalah Madura sama dengan sang mertua Fuad Amin ( yang sudah lebih dahulu masuk penjara.

Partai PPP  bentar lagi namanya berubah menjadi Partai Persatuan Pesakitan, mulai dari keluarga Haz-Amin dan diakhiri dengan Lulung Lungana !

 

+++++++++++++++

RABU, 24 FEBRUARI 2016

JAKARTA��” Politikus PartaiPersatuan Pembangunan,Fanny Safriansyah aliasIvan Haz, menjadi tersangkapenganiayaan pekerjarumah tangganya sertadiduga terlibat peredarannarkotik. Kepala BidangHubungan MasyarakatKepolisian Daerah MetroJaya Komisaris BesarMohammad Iqbal mengatakanmasih menelisikperan anak kandung mantanwakil presiden HamzahHaz itu. “Di dalam laporan,ada nama IH,” kata Iqbal dikantornya, kemarin.

Iqbal menjelaskan, dugaanketerlibatan Ivan munculsetelah TNI menggelaroperasi narkoba di KompleksPerumahan KomandoCadangan StrategisAngkatan Darat (Kostrad)di Tanah Kusir, JakartaSelatan, Senin lalu. Darioperasi tersebut, petugasmenangkap 13 orang yangdiduga sebagai pengedardan pengguna narkotik.“Mereka terbukti menggunakannarkotik setelahmenjalani tes urine,” katanya.

Kepala PeneranganKostrad Letnan KolonelHeru mengatakan operasinarkoba digelar dengan memeriksa sampel urine146 warga di PerumahanKostrad. Hasil pemeriksaanBadan NarkotikaNasional Provinsi DKI Jakartamenyatakan beberapadi antara mereka terbuktimengkonsumsi narkotikjenis morfin, amfetamindan metamin.

Heru membenarkan bahwasebagian yang terjaringdalam operasi merupakananggota TNI. Namunia enggan menjelaskandugaan keterlibatan danpenangkapan Ivan dalamoperasi tersebut. Bagi merekayang berlatar militer,kata Heru, proses pemeriksaanakan dilimpahkankepada Detasemen PolisiMiliter. “Intinya anggotayang positif akan diproseshukum oleh polisi militer,”ucapnya.

Dugaan keterlibatanIvan dalam peredarannarkotik ini bersamaandengan rencana pemeriksaannyadalam kasuspenganiayaan seorangpekerja rumah tangganya,T, kemarin. Lantaranberstatus anggota Dewan,pemanggilan pemeriksaanterhadap Ivan harus atasizin Presiden Joko Widodo.Direktur Reserse KriminalUmum Polda Metro JayaKomisaris Besar KrishnaMurti mengatakan izin dari Presiden sudah turun.“Tapi Ivan minta ditundakarena alasan pekerjaan,”ujarnya. LantaranIvan berhalangan, polisiakan menjadwalkan ulangpemeriksaan kedua dalamwaktu dekat. Jika pemanggilanitu tak bersambut,petugas akan melayangkansurat pemanggilan ketigadisertai upaya penahanan.

Dalam kasus penganiayaantersebut, polisitelah memeriksa sejumlahsaksi, seperti rekankerja T, petugas keamanandi kediaman Ivan diApartemen Ascott, JakartaPusat; serta istri Ivan, AnnaSusilowati. Dalam laporannyapada Oktober 2015,T mengaku kerap disiksaoleh Ivan dan istrinya.Selama bekerja, T hanyamendapat jatah makansekali sehari. Gajinya punditahan tanpa alasan.

Kuasa hukum T juga melaporkanIvan ke MahkamahKehormatan Dewan.Wakil Ketua MahkamahJunimart Girsang mengatakansepakat menyelidikikasus itu lewat mekanismesidang panel. Opsi itudiambil karena bobotnyaberbilang berat.

Ivan belum bisa dimintaikonfirmasi ihwal dugaanketerlibatan narkoba danrencana pemeriksaan sebagaitersangka penganiayaanT. Upaya Tempomewawancarainya melaluitelepon tak kunjung terjawab.Begitu pun pengacaranya,Tito HanantaKusuma. Ivan juga takmenghadiri rapat paripurnadi DPR kemarin. KetuaFraksi PPP Hazrul Azwartak tahu di mana Ivanberada. “Kami juga sedangmencarinya. Sepanjanghari ponselnya tidak aktif,”ucapnya. AFRILIA SURYANIS | GHOIDA RAHMAH | ANGELINA ANJAR SAWITRI

+++++

PPP Sebut Kabar Ivan Haz Terjerat Kasus Narkoba sebagai Musibah

By

on 23 Feb 2016 at 17:23 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fany Syafriansyah atau Ivan Haz dikabarkan ditangkap pihak berwajib karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika di wilayah Jakarta Selatan, Senin 22 Februari 2016.

Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar mengaku, adanya kabar tersebut tak ubahnya seperti PPP yang sedang terkena musibah. Sebab, bukan kali ini saja Ivan Haz berurusan dengan kepolisian.

“Kami menyesal ada musibah ini. Kami sangat menyesalkan itu,‎” kata Hasrul Azwar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Namun demikian, anggota Komisi III DPR ini menegaskan, pihaknya tetap menunggu kebenaran kabar tersebut. Sebab, setelah mencuat kabar penangkapan dirinya, Ivan Haz tak bisa dihubungi dan keberadaannya pun tak diketahui.

“IH (Ivan Haz) kita tunggu tahapan berikutnya,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia memastikan pihaknya bakal menelusuri keterlibatan Ivan Haz dalam peredaran narkoba. “Kami akan menelusuri sejauh mana keterlibatannya. Apakah sebagai pemakai atau lainnya,” tandas Hasrul.

Dugaan Penganiayaan

Selain kasus narkoba, Ivan Haz sebenarnya juga akan diperiksa Kamis 25 Februari 2015 terkait kasus penganiayaan yang dilaporkan mantan asisten rumah tangganya Toipah (20). Surat izin memeriksa Ivan dari Presiden Joko Widodo pun sudah sampai ke tangan penyidik.

Toipah mengaku diperlakukan tidak manusiawi oleh Ivan Haz dan Amnah dengan cara dipukuli. Dia yang sempat bekerja merawat anak Ivan Haz dan Amnah, mengaku tak diberi gaji yang sesuai dengan perjanjian awal bekerja.

++++

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016

Ivan Haz Terseret Kasus Narkoba

 Ivan Haz Terseret Kasus Narkoba

Jakarta– Fanny Safriansyah atau Ivan Haz, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, diduga membeli narkoba kepada salah satu anggota Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), yang merupakan bagian dari jaringan pedagang narkoba di perumahan Kostrad di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. “Dalam laporan, ada nama IH. Tapi kami sedang mendalami,” ujar juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, Selasa lalu.

Ahad lalu, intelijen dan Polisi Militer (POM) Kostrad menggelar operasi narkoba di perumahan Kostrad itu. Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta menyatakan hasil pemeriksaan urine terhadap 146 penghuni perumahan menunjukkan beberapa di antara mereka terbukti mengkonsumsi narkotik jenis morfin, amfetamin, dan metamin.

Sebanyak 33 orang diduga terlibat dalam peredaran dan penggunaan narkoba. Mereka adalah, antara lain, 19 prajurit TNI, 5 anggota kepolisian, dan 9 orang sipil. Seorang dari sembilan warga sipil dalam daftar tersebut berinisial IH, berprofesi sebagai anggota DPR, diduga adalah Ivan Haz.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan belum dapat memastikan apakah Ivan Haz dan sejumlah orang yang disebut dalam daftar hasil operasi itu berada di lokasi kejadian ketika penggerebekan berlangsung. “Namun, dari daftar pembeli, ada nama-nama itu,” kata Badrodin setelah mengikuti rapat terbatas membahas narkoba dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Merdeka, kemarin.

Hingga kemarin, putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz itu bak hilang ditelan bumi. Tempo berupaya mencari Ivan di kediamannya, Apartemen Ascott, Jakarta Pusat. Namun petugas keamanan apartemen mengatakan Ivan tak lagi tinggal di sana. Rumah Hamzah Haz di Matraman, Jakarta Timur, juga sepi. Adapun panggilan dan pesan pendek ke telepon selulernya tak berbalas. Sejumlah politikus PPP di Senayan juga mengaku belum berhasil berkomunikasi dengan koleganya tersebut.

Bila benar terlibat kasus narkoba, Ivan terancam dipecat dari DPR. Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan tim panel MKD akan mempertimbangkan kasus baru ini dalam pemeriksaan perkara etik dugaan penganiayaan pembantu rumah tangga yang menjerat Ivan. Polda Metro Jaya telah menetapkan Ivan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut. Rencananya, kata Sufmi, panel MKD untuk kasus dugaan penganiayaan itu akan dimulai Senin depan. “Kalau sampai pemecatan, kami akan membahasnya terlebih dulu di MKD,” kata politikus Partai Gerindra itu, kemarin.

Hal senada diutarakan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang. Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan kasus narkoba berbeda dengan penganiayaan. MKD dapat langsung membahas dan memeriksa kasus narkoba anggota Dewan meski tak ada aduan. “Keputusan MKD untuk pemecatan juga tidak harus menunggu putusan pengadilan inkracht,” kata Junimart. Meski demikian, dia mengatakan MKD akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk mencari kebenaran kabar Ivan Haz terlibat narkoba.

Juru bicara Fraksi PPP, Arsul Sani, mengatakan fraksinya menunggu keputusan MKD. “Kalau perkara di MKD diputus dengan sanksi memberhentikan sementara atau tetap, tentu PPP akan menindaklanjuti keputusan itu,” kata dia. Arsul berharap kasus pidana yang membelit Ivan segera diproses. MITRA TARIGAN | ANGELINA ANJAR SAWITRI | ISTMAN MP | AHMAD FAIZ | GHOIDA RAHMAH | AGOENG

Setelah 13 Tahun

Pertengahan Februari 2003, nama Ivan Haz mencuat karena beredar kabar dia ikut ditangkap dalam penggerebekan kasus narkoba yang melibatkan Ibra Azhari, adik artis Ayu Azhari. Waktu itu Hamzah Haz, ayah Ivan, masih menjabat wakil presiden. Kabar itu tak pernah terbukti, meski sejumlah saksi menyebutkan kedekatan Ivan dengan keluarga Azhari.

Pekan ini Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, legislator dari Partai Persatuan Pembangunan, kembali dikabarkan terlibat dalam kasus narkoba di Perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantunya.

30 September 2015

Ivan Haz dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangganya.

5 Oktober 2015

Mahkamah Kehormatan Dewan mulai mengusut dugaan pelanggaran kode etik Ivan Haz, yang dituduh menganiaya pembantunya.

18 Februari 2016

Polda Metro Jaya menerima surat izin pemeriksaan terhadap anggota DPR, Ivan Haz, dari Presiden Joko Widodo.

19 Februari 2016

Ivan Haz ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

21 Februari 2016

Intelijen dan POM Kostrad menggelar operasi narkoba di Perumahan Kostrad, Jakarta Selatan. Tiga prajurit positif menggunakan narkoba. Pengembangan penyelidikan mensinyalir keterlibatan 30 orang lainnya, termasuk anggota DPR berinisial IH yang diduga Ivan Haz.

Nama

Fanny Safriansyah (Ivan Haz)

Lahir

Jakarta, 1 April 1978

Karir Politik:

Anggota DPR RI (2014-2019), Komisi IV Bidang Pangan, Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (kabupaten di Pulau Madura)

Wakil Ketua DPC PPP Jakarta Selatan 2011-2016

Sekretaris DPC PPP Jakarta Selatan 2006-2016

Karier Bisnis

PT Raja Garuda Mas

PT Van’s Holiday Travel

 

Pendidikan

SMPN 216 Jakarta, 1993

SMAN 3 Jakarta, 1996

S1 Manajemen Universitas Tritunggal Surabaya (2012)

AGOENG | DANNI (PDAT)

+++++

Sering Bolos, Ivan Haz Disebut Hanya Masuk Saat Pelantikan

Kamis, 25 Februari 2016 | 13:52 WIB
IhsanuddinPolitisi PPP Fanny Safriansyah atau Ivan Haz menggelar jumpa pers bersama sejumlah pimpinan fraksi PPP, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tengah memproses kasus dugaan penganiayaan pembantu rumah tangga yang dilakukan oleh anggota DPR, Ivan Haz. Tak hanya terlibat kasus penganiayaan, Ivan juga terlibat dalam kasus narkoba.

Adapun tentang tindakan penganiayaan tersebut, anggota MKD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, membenarkannya. Ia pun mengaku telah melihat video dugaan kekerasan tersebut.

“Kami melihat itu. Kita waktu ke apartemen juga melihat CCTV. Itu memang Ivan Haz,” ujar Maman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

(Baca: Ivan Haz Jadi Tersangka Aniaya PRT)

MKD, lanjut Maman, juga akan memasukkan pertimbangan lain dalam memproses kasus Ivan. Salah satunya adalah terkait jarang hadirnya Ivan di DPR. Menurut Maman, Ivan mengakui hal tersebut. Dia juga mengakui hanya hadir saat pelantikan.

“Yang pasti kita dengar keterangannya (Ivan) itu. Dia masuk waktu pelantikannya saja,” kata Maman.

Dengan sikap Ivan itu, Maman menyayangkannya. Hal ini karena kasus Ivan akan membuat wajah DPR semakin suram karena adanya tindak kekerasan yang dilakukan anggota Dewan yang sebetulnya jarang hadir dalam kegiatan DPR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: