NARKOBA DI TNI


Kostrad Gencarkan Operasi Pemberantasan

JAKARTA, KOMPAS — Kejahatan peredaran narkoba sudah mengancam setiap lini dalam masyarakat, tidak terkecuali di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Dalam operasi yang digelar Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat pada akhir pekan lalu, terungkap sejumlah oknum tentara terlibat dalam peredaran barang berbahaya ini.

Kepala Penerangan Kostrad Letkol (Inf) Heru Dwi Wahana yang dihubungi, Selasa (23/2), membenarkan bahwa pihaknya sejak pekan lalu menggelar operasi pemberantasan narkoba dan menangkap sejumlah oknum prajurit, polisi, dan sipil yang diduga terlibat perdagangan dan penyalahgunaan narkoba.

”Operasi masih terus berlangsung. Kalau yang oknum bukan tentara, seperti polisi dan sipil, penanganannya diserahkan kepada polisi atau BNN (Badan Narkotika Nasional). Kalau tentara diproses sesuai hukum militer,” ujar Heru.

Operasi pembersihan internal tersebut, menurut Heru, merupakan bukti bahwa Kostrad konsisten dan berkomitmen penuh dalam program pemberantasan narkoba. Kejahatan narkoba sudah mengancam setiap lini dalam masyarakat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal SabrarFadhilah menambahkan, TNIAD akan mengecek sejauh mana keterlibatan para oknum anggotanya dalam peredaran narkoba ini. Sanksi pidana akan dikenakan jika mereka terbukti bersalah.

Operasi anti narkoba ini diawali penggeledahan di Kompleks Perumahan Kostrad, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (21/2). Tim Intel Kostrad dan Polisi Militer Kostrad menggerebek rumah Sersan Dua Z, Sersan Kepala K, Sersan Mayor E, Sersan Mayor S, serta seorang anak purnawirawan tentara berinisial Y.

Pengamatan di lokasi tersebut, Selasa kemarin, menunjukkan, rumah-rumah yang digeledah saling berhadapan, di kiri dan kanan jalan raya. Eeng (50), warga setempat, membenarkan adanya operasi tersebut.

Bahkan, menurut dia, Z berusaha melarikan diri dan membuang barang bukti melalui pintu belakang rumahnya. ”Karena petugas yang datang banyak, akhirnya dia tertangkap,” kata Eeng.

Di rumah Z, petugas gabungan menemukan paket sabu seberat 8,53 gram, setengah butir pil ekstasi, sepucuk airsoft gun, 2 unit timbangan, dan uang tunai Rp 5.284.000, serta 2 buah telepon seluler (ponsel). Sementara di rumah Serka K ditemukan 1 timbangan, 1 kantong plastik berisi 20 plastik kecil untuk membungkus sabu, 3 buah alat tes urine, dan sebuah ponsel.

Operasi dilanjutkan pada Senin (22/2), dengan uji air seni terhadap sejumlah personel Kostrad. Dalam tes urine itu diketahui Sersan Satu AS, anggota Intel Kostrad, positif mengandung amfetamin dan metenamin; dan Kopral Kepala B dari Korps Peralatan Kostrad positif mengandung amfetamin dan metenamin. Dari pemeriksaan ponselnya, Kopka B juga diduga terlibat judi togel dan peredaran narkoba.

Diamankan juga enam warga sipil berinisial H, O, J, S, dan Sg yang beralamat di Kompleks Perumahan Kostrad sebagai kurir serta seorang anggota DPR berinisial IH yang diduga sebagai pemakai. IH diduga membeli narkoba dari Serka K.

KOMPASTVAnggota DPR dari Fraksi PPP, Ivan Haz, diduga tertangkap tangan menggunakan narkoba bersama oknum TNI, Senin kemarin (22/2).

Selain itu, juga ditangkap lima personel polisi yang diduga menjadi pembeli narkoba. Mereka adalah Brigadir Satu E, anggota Polres Metropolitan Jakarta Selatan yang bertugas di KPK; Ajun Inspektur Satu A yang bertugas di Mabes Polri; Brigadir Kepala AB, anggota Polsek Kebayoran Lama; Ajun Inspektur Dua W dari Polres Metro Jaksel; dan Aiptu A dari Polres Tangerang Selatan.

Belum tersangka

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya baru menerima informasi mengenai nama-nama oknum yang ditangkap berdasarkan laporan Kostrad. Karena baru berupa informasi, 6 warga sipil dan 5 anggota kepolisian tersebut belum berstatus tersangka.

”Jadi tidak benar bahwa sudah ada penangkapan terhadap para anggota kepolisian ataupun orang-orang sipil itu. Kepolisian juga belum mendapat pelimpahan kasusnya,” kata Iqbal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agus Rianto mengatakan, lima polisi tersebut telah dikembalikan ke unit tugasnya dan tengah menjalani pemeriksaan internal. ”Kami sedang dalami peran mereka dalam kasus itu,” kata Agus.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengakui, BNN memang diminta ikut melakukan penggerebekan serta tes urine terhadap sejumlah anggota TNI dan warga sipil yang diduga menggunakan narkoba. Tes urine itu dilakukan terhadap 146 prajurit Kostrad yang tinggal di Perumahan Kostrad, Tanah Kusir.

”Itu sebenarnya internal TNI, kami sifatnya membantu saja. Ini langkah yang baik dan respons positif Panglima TNI terhadap instruksi Presiden Joko Widodo untuk perang melawan jaringan narkoba,” ujar Budi seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, kemarin.

Menurut penuturan warga di kompleks Perumahan Kostrad, Serda Z dan kawan-kawannya sudah lama dicurigai terlibat peredaran narkoba. Para tetangga sering melihat kelompok anak muda datang ke rumah pria itu. Rumah K dan Y juga sering kedatangan tamu yang menggunakan mobil mewah.

Di kompleks itu, Z tinggal bersama istri dan dua anaknya. Selasa siang, rumah tersebut kosong. Pintu dan jendela tertutup rapat. Menurut Koko (35), salah satu warga di tempat itu, rumah itu kosong sejak penggeledahan.(RTS/IRE/DNA/PIN/

ONG/SAN/INA/HAR)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: