Pemerintah Terus Bangun TNI


Anggaran Pertahanan Indonesia Bisa Mencapai Rp 250 Triliun

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah terus membangun kekuatan Tentara Nasional Indonesia di seluruh Indonesia. Kekuatan yang ada sejauh ini terpusat di Jawa dan Indonesia bagian barat. Kekuatan TNI kini diprioritaskan ke wilayah lain seperti Indonesia bagian timur.

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu saat memimpin rapat terbatas tentang Pembangunan Kekuatan TNI di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (23/2). Rapat dihadiri, antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo, pimpinan tiga matra TNI, dan sejumlah menteri terkait.

Pemerintah juga memutuskan alokasi anggaran TNI rata-rata di atas 1,1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Presiden menggambarkan, anggaran TNI tahun 2015 sebesar 0,89 persen dari PDB, tahun 2014 sebesar 0,78 dari PDB. “Sekarang paling tidak 1,1 persen dari PDB kita. Jika pertumbuhan ekonomi terus naik, paling tidak di atas 6 persen, akan muncul alokasi 1,5 persen dari PDB,” kata Presiden. Apabila porsi tersebut dicapai, anggaran pertahanan bisa mencapai Rp 250 triliun.

“Presiden meminta agar pengembangan kekuatan TNI tidak dilakukan di Jawa saja, betul-betul membawa semangat Indonesia sentris, di wilayah-wilayah strategis di seluruh Nusantara,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung seusai rapat terbatas.

Gatot mengakui, kekuatan TNI belum merata. Ke depan, TNI akan mengembangkan kekuatan di Biak, Morotai, Merauke, dan sejumlah tempat strategis lain di Indonesia bagian timur. “Ini yang selama ini kita lupakan, ini perlu diperkuat dan dikembangkan,” kata Gatot.

Tank Leopard

Secara terpisah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, pemerintah akan melengkapi berbagai kekurangan pengadaan tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard. Ia memastikan, tank tersebut belum akan digunakan hingga kelengkapan alat operasional dipenuhi pada tahun ini.

“Karena sudah dibeli, kami akan melakukan penambahan untuk melengkapi kekurangan itu biar (tank Leopard) bagus,” kata Ryamizard.

Tank Leopard itu, katanya, akan dilengkapi kekurangannya, seperti alat komunikasi dan alat pemeliharaan, sebelum digunakan. Ketiadaan alat komunikasi itu, ia mencontohkan, dapat memengaruhi operasional Leopard.

Direncanakan, bulan depan, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono ke Jerman dan melihat alat komunikasi serta uji senjata untuk Leopard. “Di Jerman akan kita lihat amunisinya seperti apa, alat komunikasinya seperti apa. Kalau bagus, kami kontrak (pengadaan),” tutur Mulyono.

Komisi I DPR meminta pemerintah mengaudit pengadaan tank Leopard terkait sejumlah kekurangan perlengkapannya. “Kementerian Pertahanan perlu mengaudit pengadaan Leopard ini. Jangan terlambat agar pengadaan alutsista berdaya gentar,” tutur Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin.

Secara terpisah, Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksamana Muda TNI Leonardi menjelaskan, alat komunikasi untuk tank Leopard sengaja belum diadakan TNI AD sebagai bagian dari strategi. Adapun tank yang belum lengkap didatangkan menjelang peringatan Hari ABRI untuk dipamerkan. Kini, pengadaan senjata dilakukan PT Pindad sekaligus untuk transfer of technology.

Menurut Leonardi, pertimbangan pengadaan Leopard oleh TNI AD adalah keseimbangan kekuatan (balance of power). Indonesia dirasakan juga memerlukan tank berat sebagai tank tempur utama seperti Leopard karena sejumlah negara tetangga Indonesia juga memiliki MBT.

(SON/NDY/INA/SAN/ONG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: