Kelompok Santoso Terus Diburu


Teroris di Poso Andal dalam Perang Gerilya

PALU, KOMPAS — Polisi terus memburu 42 orang terduga teroris anggota kelompok Santoso yang bersembunyi di daerah pegunungan Poso dan Parigi Moutong. Seorang yang diduga anggota kelompok Santoso tewas dalam baku tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri, Minggu hingga Senin (29/2).

Dalam catatan Kompas, sejak digelarnya Operasi Tinombala awal Januari lalu untuk memburu jaringan Santoso di Poso, terhitung tiga teroris yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur itu tewas. Merujuk pada daftar pencarian orang, polisi masih memburu 42 anggota kelompok Santoso yang bersembunyi dan bergerak di daerah pegunungan di Poso dan Parigi Moutong.

Kontak senjata pada Minggu malam hingga Senin pagi itu terjadi di kawasan hutan Desa Torire, Kecamatan Lore Piore, Poso. Kontak senjata berawal dari adanya informasi terkait keberadaan tiga orang yang tidak dikenal di dekat Sungai Lariang.

“Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan turun ke lokasi. Baku tembak pun pecah hingga Senin dini hari,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto di Palu, Sulteng, kemarin.

Seusai baku tembak, polisi melakukan penyisiran dan menemukan seorang, yang diduga anggota kelompok Santoso, tewas. Selain itu, polisi juga menemukan 1 pucuk pistol jenis revolver dan 3 pucuk senjata rakitan, 15 bom lontong, 1 handy talkie, 5 lembar peta, 10 tenda kecil, serta 20 karung beras.

Hari menambahkan, aparat terus mengejar dua anggota yang melarikan diri. Sementara itu, mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk identifikasi.

Baku tembak tersebut berselang 20 hari dengan kejadian serupa di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Satu anggota Brimob Polda Sulteng dan dua anggota jaringan Santoso tewas dalam baku tembak jarak dekat. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agus Riyanto mengatakan, setelah baku tembak yang menewaskan seorang anggota Brimob tersebut, tim gabungan memang melakukan pengejaran selama 20 hari hingga terjadi kembali baku tembak di Torire.

Secara keseluruhan, situasi di Kecamatan Lore Piore, sekitar 130 kilometer dari Palu, berlangsung normal. Quirin Boi (39), warga setempat, menyebutkan, warga beraktivitas seperti biasa, berkebun dan memberikan makanan ternak.

Dukungan luar negeri

Belum tuntasnya pengejaran terhadap kelompok Santoso, menurut pengamat terorisme Al Chaidar, karena kelompok ini mendapatkan dukungan dari luar negeri, tepatnya dari kelompok pemberontak di Mindanao, Filipina. “Mereka andal dalam melakukan perang gerilya,” ucap Chaidar.

Secara terpisah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan mengungkapkan, perpecahan di Timur Tengah berdampak ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Luhut mengakui, kelompok-kelompok yang berkonflik di Timur Tengah tersebut berusaha membuat kegiatan radikal di Indonesia. (VDL/BAY/C01)

 

++++++

 

Media Australia rekam ISIS rekrut anggota di masjid Jakarta

Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro | Selasa, 23 Februari 2016 13:19

 

Media Australia rekam ISIS rekrut anggota di masjid Jakarta

Pertemuan pengikut ISIS di masjid Jakarta. ©2016 Merdeka.com/ABC

Merdeka.com – Media Australia ABC, melaporkan pertemuan rahasia para pendukung kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), di salah satu masjid di Jakarta. Pertemuan rahasia ini ditujukan untuk merekrut militan baru agar bergabung dengan kelompok tersebut.

Masjid As-Syuhada menjadi lokasi pertemuan. Namun takmir mengaku bahwa kelompok pengajian ini cuma menyewa tempat. ABC mengklaim mereka merekam dengan jelas semua pertemuan itu.

Seorang juru kamera ABC, yang berkebangsaan Indonesia, disebutkan memperoleh akses ke pertemuan tersebut. Dia merekam dengan jelas apa yang diungkapkan dalam pertemuan tersebut, meski ada upaya untuk menghentikan gambar yang dia ambil.

“Mereka mendeklarasikan jika wilayah ISIS merupakan sebuah wilayah yang menegakkan hukum Allah sepenuhnya dan tidak ada intimidasi dari negara lain,” ujar ulama garis keras, Syamsudin Uba, pada pertemuan tersebut, seperti dilaporkan ABC, Selasa (23/2).

“Dan atas dasar pengorbanan darah, mereka menyatakan diri sebagai sebuah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).”

Syamsudin Uba sebelumnya pernah ditangkap oleh pihak keamanan Indonesia, sayangnya belum ada hukum yang membawahi perekrutan militan ISIS di Tanah Air.

“Muslim hanya butuh berkat dari Allah, di sebuah negara yang menegakkan hukum Allah sepenuhnya. Meskipun tidak disukai oleh para kafir,” lanjut ulama tersebut dalam khotbahnya itu.

Dalam pertemuan tersebut, secara jelas terpampang bendera milik kelompok teror ISIS diperlihatkan kepada para jemaah. Kala itu, sang ulama tengah memperlihatkan film mengenai propaganda ISIS di Youtube.

“Ketika kalian berada di sana nanti, dengan berkat Allah, kalian tidak perlu lagi pusing membayar sewa, kalian tidak perlu membayar tagihan listrik dan air. Kalian akan mendapat makanan enak setiap bulannya. Bahkan kalian akan mendapat gaji per bulan, dan mendapat jaminan kesehatan dan perawatan medis gratis,” lanjut pria dengan pakaian hitam itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: