Daerah di Jawa Barat Ini Disebut Rawan Gerakan Islam Radikal  


RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 16:30 WIB

Daerah di Jawa Barat Ini Disebut Rawan Gerakan Islam Radikal  
Pelaku teroris bernama Muhammad Ali menembak Ajun Inspektur Satu Budiono dalam serangan teror bom dan penembakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Pelaku dan rekannya tewas di tangan polisi. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO,�Subang�- Komandan Komando Resor Militer Sunan Gunung Djati, Cirebon, Kolonel Sutjipto, mengatakan wilayah Cirebon merupakan daerah paling rawan gerakan radikalisme.�
“Indikatornya kan sudah ada empat orang yang ditangkap Densus 88,” katanya kepada Tempo, di sela serah terima jabatan Dandim 0605 Subang dari Letkol (Art) Yani Arie Sasongko kepada Letkol (Inf) Boedi Mawardi Syam, di markas Kodim Subang 0605, Rabu, 3 Februari 2016.
Selain itu, Subang dan Indramayu termasuk rawan karena di kedua daerah tersebut pernah tinggal Sunakim alias Afif bin Jenab, warga Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, yang menjadi terduga teroris peledakan bom dan penembakan Sarinah Thamrin, Jakarta pada 14 Januari lalu.
Lalu, Ahmad Muhazab bin Saroni, warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Kerangkeng, Indramayu, yang juga terlibat dalam peristiwa bom di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin. Namun Sunakim dan Muhazab akhirnya tewas dalam baku tembak oleh petugas yang mengepungnya.

 Beli Tiket Kereta Api Di Tokopedia Pasti LEBIH MURAH! [PR]

Sutjipto berjanji akan terus memantau gerakan-gerakan yang diindikasikan masih berjaringan dengan teroris Sunakim dan Muhazab dengan mengerahkan para Babinsa, Danramil, dan Dandim. “Kami yakin mata rantainya masih ada,” ujarnya.
Sutjipto berjanji akan memutus semua mata rantai itu. “Caranya dengan melakukan upaya penyusuran pelan-pelan bersama jajaran Polri dan masyarakat,” ia menjelaskan.
Selain itu, keluarganya akan dibina bersama dengan cara persuasif, misalnya, dengan melakukan silaturahmi secara rutin. “Sebab, mereka itu kan keluarga besar kita juga,” Sutjipto mengimbuhkan.
Termasuk upaya mengajak keluarga mereka untuk berusaha bersama. Sebab, pangkal dari keterlibatan seseorang dalam gerakan radikalisme atau terorisme akibat masalah ekonomi keluarga.
Karena TNI sedang dilibatkan dalam meningkatkan produktivitas pangan dan pembukaan lahan baru yang berasal dari lahan tidur, Sutjipto berujar, keluarga para terduga terorisme tersebut akan diajak terlibat. “Ayo bertani bersama kami,” katanya.
Dandim Subang Letkol Boedi Mawardi Syam menegaskan kesiapannya melakukan tugas pembinaan keluarga terduga teroris Sunakim alias Afif, termasuk menyusuri kemungkinan adanya mata rantai gerakan radikalisme yang `diwariskan` Sunakim. “Pasti,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: