Diduga Pengikut ISIS, 14 WNI Diamankan Saat Hendak ke Suriah


Mestinya kalau mau ke Syria sih biarkan saja, jika sudah sampai Raqqa atau Turki , paspornya dicabut.. biarkan mereka berjuang sampai ketemu “bidadari” .
Lumayan pengurangan warga bermasalah di republik ini.
Minggu 13 Mar 2016, 19:08 WIB

Mei Amelia R – detikNews
Diduga Pengikut ISIS, 14 WNI Diamankan Saat Hendak ke SuriahFoto: Ilustrasi: Edi Wahyono

Jakarta – Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 mengamankan 14 WNI yang hendak terbang menuju Suriah. Mereka diduga pengikut ISIS.

“Melaporkan pada Minggu 13 Maret 2016 pukul 13.00 WIB telah mengamankan 14 orang WNI (sebelumnya disebut 10 WNI) yang berencana melakukan perjalanan ke luar negeri via Air Asia QZ 256 Jkt-Donmuang (Bangkok) pukul 14.00 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (13/3/2016).

Berikut identitas ke-10 orang dari 14 orang WNI tersebut:
1. Opik
2. Siti Nuraeni (istri)
3. HTZ (anak)
4. MSA(anak)
5. MS (anak)
Alamat: Jalan KH Hasyim, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Tangerang Kota

1. Rosnazizi Khairoman Muksin
2. Safitri Arfan Umran(istri)
3. Murdifin
4. AZ (anak)
5. AZR
Alamat: Singkawang-Kalimantan Barat

“Sementara masih dilakukan pemeriksaan dan identifikasi,” tutup Iqbal.
(mei/fdn)

++++

SABTU, 12 MARET 2016

Data 22 Ribu Anggota ISIS Terungkap

BERLIN – Jerman mengklaim telah mendapatkan dokumen berisi data puluhan ribu rekrutan anggota militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Klaim serupa disampaikan sebuah surat kabar oposisi Suriah, serta media Inggris, Sky News.

Ada sekitar 22 ribu nama dari 51 negara. Dokumen itu lengkap dengan nama samaran, alamat, nomor telepon, dan anggota keluarga. Ada juga formulir berisi 23 pertanyaan yang diisi saat mereka dibaiat menjadi anggota ISIS. Bahkan ada keterangan tingkat kepatuhan dan jenis golongan darahnya.

Salah satu dari 23 pertanyaan yang diajukan adalah “apakah kamu ingin jadi pelaku bom bunuh diri atau lebih suka jadi pejuang bagi ISIS?”

Jawaban-jawaban yang disampaikan menunjukkan dokumen itu bukan sekadar profil atau basis data perekrutan biasa. Misalnya, salah satu pelamar meminta untuk menjadi pelaku bom bunuh diri. Dia bahkan meminta untuk dikirim secepatnya. Alasannya, “Saya memiliki sakit kepala karena ada pecahan granat di kepala saya.”

Terungkap pula seorang warga negara Australia. Berpendidikan ilmu komputer, ia ingin ikut misi bunuh diri. Dia mengaku penglihatannya kurang pada malam hari dan tidak bisa menyetir kendaraan manual.

Ada pula seorang warga Prancis kelahiran 1989. Untuk pertanyaan kontak keluarga yang harus dihubungi jika dia mati, jawaban rekrutan itu: “Jika mereka tidak mendengar kabarnya, mereka sudah tahu dia telah mati.”

Media Inggris, Sky News, mengaku mendapatkan informasi itu di perbatasan Turki dan Suriah. Seorang mantan pejuang mencuri keping data dari kepala polisi keamanan ISIS dan menyerahkannya kepada mereka. Adapun media Jerman, Sueddeutsche Zeitung, juga mendapatkannya di perbatasan Turki-Suriah pada Senin lalu.

Kantor berita CNN menyatakan mereka tidak bisa menyatakan keotentikannya dan dokumen tampak bisa direplikasi dengan mudah di banyak komputer.

Kabar lain yang dilansir Daily Mail menyebut ISIS mungkin sengaja membocorkan informasi rahasia tersebut. “ISIS mungkin sengaja merilis 22 ribu nama-nama itu agar mereka tidak pulang dan bertempur sampai mati,” kata pengamat teroris seperti dilaporkan Daily Mail, kemarin.

Namun, Menteri Dalam Negeri Jerman menegaskan keyakinannya soal keabsahan dokumen itu. Tapi dia menolak menyebut dari mana asalnya atau identitas yang tertulis dalam dokumen-dokumen tersebut. Jerman berharap informasi dari dokumen-dokumen itu bisa menjadi bukti persidangan beberapa warga yang dituduh terlibat aktivitas teroris.

“Ini kesempatan besar untuk membuktikan bahwa warga Jerman terlibat dalam aktivitas terorisme yang disebut ISIS,” kata Thomas de Maiziere seperti dilaporkan New York Times.

Dari ribuan nama tersebut, menurut laporan BBC, ada satu nama Indonesia, Abu Zalfa Al-Indonesi. Disebutkan, Abu Zalfa berasal dari Indonesia dan lahir pada 1982.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mengaku belum mendapat laporan soal 22 ribu nama yang diperoleh Jerman dan beberapa media Inggris. “Belum ada laporan tentang itu,” kata Irfan yang dihubungi Tempo, kemarin.ASSOCIATED PRESS | BBC | CNN | NEW YORK TIMES | ARKHELAUS WISNU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: