Mendagri Izinkan Tes Dadakan


Mengerikan kualitas pemimpin dan politikus Indonesia ..  Jika tidak korup ya doyan narkoba dan perempuan.. Rakyat mah urutan ke 1000 di otak mereka.

Pilkada Serentak

Petugas dari Badan Narkotkan Nasional (BNN) menggelandang Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Noviadi (tengah, bertopi) ke Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3). Ahmad Wazir Noviandi ditangkap tim BNN di rumahnya di Ogan Ilir Minggu (13/3), karena mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Petugas dari Badan Narkotkan Nasional (BNN) menggelandang Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Noviadi (tengah, bertopi) ke Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3). Ahmad Wazir Noviandi ditangkap tim BNN di rumahnya di Ogan Ilir Minggu (13/3), karena mengonsumsi narkotika jenis sabu.KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan Badan Narkotika Nasional melakukan tes urine terhadap semua kepala dan wakil kepala daerah di Indonesia. Tes yang tanpa didahului pemberitahuan itu diharapkan bisa menjerat kepala daerah yang menjadi pencandu.

“Tidak perlu ada instruksi dari Mendagri supaya kepala dan wakil kepala daerah melakukan tes narkoba. Kalau sifatnya instruksi, mereka yang biasa memakai narkoba bisa siap-siap lebih dulu untuk mengakali hasil tes narkoba,” kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (15/3).

Keinginan Tjahjo disampaikan menyusul keterangan pers Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso, Senin, setelah Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi beserta empat orang lainnya tertangkap di rumah orangtuanya, mantan Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya, di Jalan Musyawarah III, Gandus, Palembang. Penangkapan terjadi pada Minggu (13/3) malam.

Menurut Budi, saat ini ada sejumlah pejabat dan kepala daerah lain yang ditengarai sebagai penyalah guna narkoba. Untuk itu, BNN tidak perlu melapor kepada Presiden dan Gubernur untuk menangkapnya (Kompas, 14/3).

Menurut Tjahjo, terkait Nofiadi, Presiden Joko Widodo memberikan atensi besar dan menanggapi serius atas penangkapan Nofiadi. “Presiden menelepon saya kemarin sore (Senin) untuk menanyakan kabar penangkapan tersebut sekaligus meminta ada diskresi yang saya harus lakukan,” ujarnya.

Untuk itu, Tjahjo langsung meminta Biro Hukum Kemendagri meminta surat keterangan penahanan Nofiadi dari BNN. Surat itu menjadi dasar untuk memberhentikan sementara Nofiadi. Jika surat sudah diterima, Tjahjo berjanji akan membuat surat pemberhentian sementara Nofiadi hingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Jika pengadilan memutuskan bersalah, Nofiadi diberhentikan tetap.

“Selama pemberhentian sementara, wakil bupati menjalankan tugas bupati. Namun, jika BNN juga menyatakan wakil bupati ikut menggunakan narkoba, berarti sekretaris daerah menjalankan tugas sebagai bupati untuk sementara,” kata Tjahjo.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, bisa saja ada kepala daerah lain yang terlibat pemakaian narkoba. “Prediksi BNN benar, hampir semua lini sudah terkena narkoba,” kata Luhut.

Menurut informasi yang diterima Luhut, Nofiadi bukan hanya pengguna, melainkan juga pengedar narkoba.

Didiskualifikasi

content

Terkait dengan kelemahan tes kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir saat meloloskan Nofiadi, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan, hal itu akan dijadikan masukan saat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. Pembahasan akan dimulai pada masa sidang berikutnya, 4 April mendatang.

“Perekrutan calon kepala daerah perlu diperketat sejak di partai politik. Kalau sejak awal partai politik jeli, kasus-kasus narkoba yang melibatkan kepala daerah tentunya bisa dihindari,” ujar Riza.

Menurut Riza, bakal calon kepala daerah yang terbukti mengonsumsi narkoba sejak tahap tes kesehatan awal tak boleh diusung lagi sebagai calon parpol ataupun gabungan parpol.

Jenis tes narkoba yang diterapkan kepada bakal calon kepala daerah pun diharapkan lebih ketat. Dibandingkan menggunakan tes urine yang rentan diakali para calon, perlu dilakukan tes yang mendalam untuk mendeteksi keterlibatan calon dengan zat-zat narkotika. “Sanksinya harus berat dan tegas dalam undang-undang yang akan direvisi agar tak terulang lagi. Kalau masih calon, dia harus didiskualifikasi, tetapi jika terpilih, dia harus dicopot,” kata Riza.

Untuk mengantisipasi kepala daerah yang mengakali tes kesehatan saat penjaringan dan pencalonan, Riza mendukung tes narkoba dilakukan rutin dan mendadak.

Momentum evaluasi

Ketua DPR Ade Komarudin mengakui, parpol selama ini belum berpikir jauh untuk memperhatikan hasil tes kesehatan bakal calon kepala daerah. Peristiwa yang melibatkan Nofiadi, yang juga kader Partai Golkar ini, diharapkan Ade jadi momentum evaluasi di masa datang.

Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Bali Bambang Soesatyo mengatakan, parpol selama ini lebih memperhatikan aspek elektabilitas daripada kondisi dan rekam jejak kesehatan calon. “Kali ini, diakui, kami (Golkar) kecolongan saat perekrutan. Memang cukup sulit untuk menyeleksi ketat para calon pemimpin daerah karena mekanismenya agak rumit. Belum lagi, seleksi itu melibatkan parpol lain yang menjadi rekan koalisi,” kata Bambang.

Pandangan serupa diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat Wahidin Halim. Tertangkapnya Bupati Ogan Ilir harus menjadi pelajaran bagi parpol dan masyarakat pemilih. Parpol diharapkan mengubah pola perekrutan agar tidak mengajukan calon cacat moral.

Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Ahmad Wazir Noviadi saat digelandang di Gedung Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/3). Ahmad Wazir Noviandi ditangkap tim BNN di rumahnya di Ogan Ilir Minggu (13/3), karena mengonsumsi narkotika jenis sabu.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Penyelundup narkoba (dua dari kiri) menunjukkan tabung berisi narkotika jenis sabu yang sebelumnya ia simpan di dalam anus, Selasa (15/3). Kantor Wilayah Sumatera Utara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kepolisian Daerah Sumut, dan BNN Provinsi Sumut, berhasil menangkap 10 pelaku, dalam enam kasus berbeda, yang berupaya menyelundupkan narkoba dari Malaysia melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut.
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman berpandangan, aturan teknis persyaratan pencalonan kepala daerah harus dipertegas.

Menurut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Ramlan Surbakti, masyarakat harus kritis menilai calon pemimpin daerah yang maju dalam pilkada. “Jangan melihat dia anak siapa, tetapi harus diperhatikan perilakunya seperti apa. Selain itu, dibutuhkan juga peran parpol yang mengusung calon yang akuntabel,” ujarnya.

Ramlan menduga penggunaan narkoba oleh Nofiadi sudah berlangsung lama. Namun, anehnya tak terdeteksi saat seleksi. “Ini tentang seseorang yang punya kekuasaan. Dia mau menikmati dan merasa tak ada yang bisa mengontrolnya,” ujarnya.

Sesuai prosedur

Dari Palembang dilaporkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel menjamin proses pemeriksaan kesehatan Nofiadi sesuai prosedur. Semua proses, termasuk hasil pemeriksaan, tak bisa diintervensi. Namun, Nofiadi diperkirakan melakukan sejumlah cara untuk lolos dari pemeriksaan kesehatan.

Ketua IDI Sumsel Rizal Sanif mengatakan, proses pemeriksaan kesehatan pada Nofiadi dilakukan sekitar tujuh bulan lalu. Hasilnya menunjukkan, Nofiadi dinyatakan layak dan bersih dari aspek kesehatan dan dapat maju dalam pilkada serentak Desember lalu. Rizal memastikan semua proses sesuai standar IDI pusat. Khusus untuk Nofiadi, saat itu dinyatakan layak untuk maju karena zat-zat narkoba tak terdeteksi di tubuhnya.

“Kami tak melihat hasil kesehatan. Tapi berdasarkan rekomendasi bahwa kandidat ini dinyatakan layak, berarti tak ada masalah dengan kesehatannya,” kata Rizal, yang bersedia memberikan keterangan jika diminta BNN.

Terkait aktivitas pemerintahan setelah Nofiadi tertangkap, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjamin tak ada kekosongan. Sejumlah kantor dinas di Indralaya terlihat tetap berjalan seperti biasa.

(APA/REK/AGE/NTA/BAY/RAM/C03/DEA/C06)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: