Gara-gara Delay, Menteri Desa Kesal dengan Garuda


Lagi lagi soal kualitas. Menteri kabinet Jokowi ( PKB ).Kebayang desa yang dia urus apa jadi nya ? Yang pasti nggak bakal ada kemajuan !

Ekonomi

Makro

Kamis, 25 Februari 2016 | 05:16 WIB
26
Shares

Kemendesa PDTT
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar saat meresmikan Peta Desa pada Selasa (16/2/2016).
Terkait
Marwan Jafar Minta Aparat Desa Ikut Awasi Gerakan Radikalisme Menteri Desa Marwan Ingatkan Prioritas Dana Desa Menteri Desa: Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Berada di Perdesaan Lima Tahun Lagi, Daerah Tertinggal Kian Susut Jumlahnya Menteri Desa Ingin Peta Desa Jadi Dasar Kebijakan Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar menyatakan kekesalannya kepada Garuda Indonesia.

Melalui email yang dikirimkan kepada media, Rabu (24/2/2016), Marwan menyatakan kinerja maskapai Garuda Indonesia masih bobrok dan jauh dari memuaskan.

Salah satu yang dia keluhkan adalah masih terjadi delay. Bahkan Marwan mengaku kerap mengalami kejadian yang tidak mengenakkan itu.

“Evaluasi Garuda! Proteksi negara terhadap Garuda ini sudah luar biasa besar, namun kok kinerjanya minta ampun jelek,” ujar Menteri Marwan.

Juru Bicara Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menceritakan, seharusnya rombongan VIP Menteri Desa Marwan Jafar terbang menggunakan penerbangan GA 204 Cengkareng-Yogyakarta pukul 08.05 WIB.

Hingga panggilan terakhir pukul 08.00, rombongan VIP tersebut belum diketahui posisinya.

“Padahal penumpang yang lain sudah berada di dalam pesawat sehingga pesawat harus sudah berangkat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selanjutnya, penerbangan GA 204 diberangkatkan sesuai jadwal, yakni pukul 08.05 WIB. Saat itu baru diketahui penumpang VIP tersebut baru tiba di Terminal VIP Room Terminal 1.

Untuk mengakomodir penumpang VIP tersebut, Garuda mengalihkan Menteri Marwan pada penerbangan selanjutnya yakni GA 206, yang berangkat pukul 10.05 WIB.

Pada saat persiapan, pesawat GA 206 dengan registrasi PK-GEH ditemukan gangguan teknis. Karena perbaikan cukup lama, diputuskan untuk melakukan pergantian dengan pesawat beregistrasi PK-GFO.

“Proses pergantian pesawat memerlukan waktu untuk memindahkan penumpang, bagasi, kargo, catering serta kebutuhan lainnya, sehingga pesawat mengalami delay sekitar 1 jam dan pesawat akhirnya baru dapat berangkat pkl. 11.05 WIB,” jelas Benny.

Atas kejadian tersebut, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena terjadi gangguan teknis.
“Disampaikan juga bahwa Garuda Indonesia senantiasa menjalankan “delay management” sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan,” pungkas Benny.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: