Kapal Cina Berulah, Jokowi Beri Instruksi Khusus Menteri Susi  


 

Selama pemerintahan Megawati terus ke SBY (10 thn), kapal Cina itu bisa leluasa menggaruk ikan di wilayah Indonesia rupanya.. Coba selidiki menteri perikanan masa SBY , mister Cicip S  dan pejabat pejabat angkatan laut deh.. pastinya mereka hidup sangat makmur .

SENIN, 21 MARET 2016 | 14:51 WIB
Presiden Jokowi (kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) menyerahkan DIPA tahun 2016 kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) di Istana Negara, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA/Pool – Wisnu

TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susu Pudjiastuti akan melaporkan ulah kapal Coast Guard Cina yang diduga sengaja menabrak kapal ilegal penangkap ikan yang ditarik Indonesia. Presiden pun, kata Johan, sudah menyiapkan instruksi khusus untuk Susi.

“Nah, apa yang diinstruksikan Presiden kepada Menteri KKP saya belum tahu,” ujar Johan di Kompleks Istana Negara, Senin, 21 Maret 2016.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu pekan lalu, KP Hiu berupaya menangkap KM Kway Fey 10078. Kapal itu disebut sebagai pelaku penangkapan ikan ilegal asal Cina di Perairan Natuna.

Proses penangkapan itu tidak berjalan mulus. Sebabnya, ada campur tangan dari kapal Coast Guard Cina yang secara sengaja menabrak KM Kway Fey 10078. Hal itu diduga untuk mempersulit KP Hiu 11 menarik masuk KM Kway Fey 10078.

Menurut Susi, kejadian pekan lalu tersebut bukan pertama kalinya. Pada 2013, kejadian serupa terjadi di mana sejumlah kapal asal Cina mengejar dan mengancam kapal Indonesia agar melepas kapal penangkap ikan ilegal yang mereka tarik.

Johan mengaku tidak tahu kapan Susi akan melapor kepada Presiden Joko Widodo. Namun, ia mendapat kabar bahwa Susi akan berkunjung ke Istana hari ini meski belum diketahui agendanya apa.

“Kalau pun benar datang, itu hal biasa,” ujar Johan mengakhiri.

ISTMAN M.P.

 

+++++

Coastguard Cina Lindungi Pencuri Ikan, Susi Protes Keras

SENIN, 21 MARET 2016 | 09:42 WIB

Coastguard Cina Lindungi Pencuri Ikan, Susi Protes Keras  

Salah satu dari tiga kapal pencuri ikan asal Filipina yg ditangkap KRI Hiu TNI AL. Foto: Dispen TNI AL.

TEMPO.COJakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meradang setelah upaya anak buahnya menangkap kapal pencuri ikan KM Kway Fey 10078 di perairan Indonesia digagalkan kapal coastguard Cina. Ia segera meminta Kementerian Luar Negeri mengajukan protes diplomatik.

“Saya sudah bicara dengan Bu Retno (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) agar menyatakan protes keras secara diplomatik atas sikap arogansi Cina,” kata Susi kepada wartawan di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Ahad, 20 Maret 2016.

Selain itu, Susi akan menyurati Presiden Joko Widodo dengan tembusan ke Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan serta Menteri Pertahanan untuk membangun operasi terintegrasi dalam pengawasan dan penegakan hukum di laut. “Kita harus lebih sering menghadirkan KRI ke perairan seperti Natuna ini,” katanya.

Susi menjelaskan, kapal pencuri ikan KM Kway Fey 10078 pertama kali terdeteksi pada Sabtu, 19 Maret 2016, pukul 14.15. Posisi kapal tersebut 05°05,866’N. 109°07,046’E pada jarak 2,7 mil haluan 67°. “Posisi kapal tersebut berada di wilayah Indonesia,” kata Susi.

KM Kway Fey 10078 sempat berusaha lari. Namun, setelah dikejar selama 45 menit, petugas berhasil masuk ke kapal itu dan menahan delapan awaknya. Tak lama setelah kapal tersebut dikawal untuk kembali ke perairan Indonesia, muncul kapal coastguard Cina dan menabrak kapal pencuri ikan itu.

Setelah tabrakan di perbatasan, KM Kway Fey 10078 pun rusak dan tak mungkin lagi digiring ke perairan Indonesia. Sementara itu, kapal pengawas (KP) Hiu 11 ukurannya lebih kecil sehingga tak mungkin menyeretnya.

Mau tak mau, petugas pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan pun meninggalkan kapal tersebut. Mereka hanya membawa delapan awak kapal pencuri ikan. “Mereka menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi, saat itu sudah ada kapal coastguard kedua yang ukurannya 10 kali lebih besar dari kapal kita,” tutur Susi.

Saat ini, delapan ABK KM Kway Fey telah dibawa dengan KP Hiu 11 menuju Pulau Tiga Natuna untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk proses ad hoc selanjutnya di Natuna atau Pontianak, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai. “Saat ini posisi kapal sudah dekat ke Natuna,” kata Susi.

Susi juga menyatakan peristiwa ini merupakan yang kedua dalam tiga tahun. Saat itu, tepatnya pada 26 Maret 2013, Kapal Pengawas Hiu Macan berhasil menghentikan kapal ikan asing berbendera Cina bernomor lambung 58081 di Perairan Natuna.

Namun, dalam pengawalan ke PSDKP Natuna, tiba-tiba muncul kapal patroli Cina, Nanfeng. Kapal Nanfeng meminta kapal 58081 dilepaskan. Petugas pun terpaksa menurutinya karena kapal Nanfeng berukuran lebih besar dengan persenjataan lengkap. “Ini tidak boleh terulang lagi,” kata Susi.

PINGIT ARIA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: