Archive for May, 2016

May 26, 2016

Pusat Unggulan Kelapa Dirintis Pembenihan Topang Produksi

Buset baru sekarang !

EKONOMI > SEKTOR RIIL > PUSAT UNGGULAN KELAPA DIRINTIS

Pusat Unggulan Kelapa Dirintis

Pembenihan Topang Produksi

JAKARTA, KOMPAS — Negara-negara produsen kelapa yang tergabung dalam Asian and Pacific Coconut Community akan merintis pusat unggulan bibit kelapa. Mereka juga akan membentuk komite yang bertugas menjamin kualitas produk turunan kelapa.

Hal itu mengemuka dalam sidang pertemuan Asian and Pacific Coconut Community (APCC) di Jakarta, 23-26 Mei. Selain Indonesia, pertemuan dihadiri negara-negara anggota APCC, yaitu Federasi Mikronesia, Fiji, India, Kiribati, Kepulauan Marshall, Malaysia, Papua Niugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Tonga, Thailand, Kenya, dan Jamaika.

Ketua Sidang APCC Denny Kurnia, kepada Kompas, Rabu (25/5), mengatakan, fokus dari pusat unggulan bibit kelapa tersebut adalah kerja sama pengembangan bakal bibit kelapa dari sisi sumber daya genetik. Pengembangan bakal bibit tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan utama negara-negara produsen kelapa, yaitu bahan baku.

“Produksi dan produktivitas kelapa masih kurang, padahal permintaan kelapa dan produk turunannya melonjak tajam. Melalui pusat unggulan bibit kelapa, diharapkan dapat menghasilkan bibit-bibit kelapa yang menjadi kunci persoalan itu,” tuturnya.

Menurut Denny, selama ini kerja sama di bidang tersebut masih sulit. Ini karena setiap negara anggota APCC lebih mengedepankan pengembangan bibit secara mandiri. Kendati demikian, APCC terus mendorong terwujudnya pusat unggulan bibit kelapa dengan menawarkan kemudahan akses bibit dan berbagi keuntungan.

Sebuah organisasi internasional bernama Cogent (The Coconut Genetic Resources Network) bersedia memfasilitasi kerja sama itu. Salah satunya dengan mencatat secara rinci hak dan kewajiban negara-negara anggota APCC yang saling bertukar gen.

“APCC juga terus mendorong setiap negara untuk mengembangkan bibit kelapa khas negara masing-masing. APCC juga membentuk komite uji klinis perihal manfaat minyak kelapa dan produk turunan kelapa bagi kesehatan. Hal ini dilakukan seiring permintaan di sektor itu yang meningkat,” ujarnya.

Direktur Eksekutif APCC Uron N Salum mengemukakan, APCC sedang menggalakkan penanaman kelapa, baik di lahan baru maupun di lahan lama, untuk menopang keberlanjutan industri kelapa. Hal itu perlu dilakukan karena permintaan dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa terus meningkat.

“Pasar produk turunan kelapa di AS saat ini sebesar 52 persen, sedangkan Eropa sebesar 36 persen. Kami berharap setiap negara anggota APCC memiliki kebijakan nasional yang menopang industri kelapa berkelanjutan,” ujarnya.

Menopang produksi

Beberapa waktu lalu, peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma, Ismail Maskromo, mengatakan, pembenihan kelapa di Indonesia perlu didorong untuk menopang produksi. Begitu juga pengembangan pemuliaan bakal bibit kelapa penopang produktivitas.

“Sudah banyak petani kelapa yang memproduksi bibit sendiri. Balai Penelitian Tanaman Palma juga memproduksi bibit kelapa rata-rata 300.000 pohon per tahun. Jumlah itu masih belum bisa memenuhi permintaan bibit kelapa nasional,” kata Ismail.

Menurut dia, pemerintah dan swasta perlu membantu petani dalam upaya membudidayakan kelapa. Mereka juga bisa memetakan potensi kelapa dan produk turunan kelapa di setiap daerah di Indonesia.

Di wilayah pantai selatan Jawa, banyak petani yang memanfaatkan kelapa untuk membuat gula nira. Di pesisir utara Jawa, antara lain di Pati (Jawa Tengah), petani dan warga setempat mengelola dan membudidayakan kelapa kopyor.

“Pemberdayaan petani sangat penting, terutama untuk memberi nilai tambah terhadap kelapa. Gula nira dan olahan kelapa kopyor harganya lebih tinggi ketimbang butir kelapa,” ujar Ismail.

Berdasarkan data Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia, total ekspor kelapa Indonesia pada 2015 sebesar 219,01 juta dollar AS. (HEN)

Advertisements
May 25, 2016

Survei Setara: 11 Persen Siswa SMA Inginkan Khilafah

Beginilah karena porsi pendidikan agama terlalu banyak..  Makin Oon aja bangsa ini

RABU, 25 MEI 2016 | 00:20 WIB

Survei Setara: 11 Persen Siswa SMA Inginkan Khilafah

Sejumlah massa Hizbut Tahrir Indonesia membawa banner saat mengikuti puncak acara Muktamar Khilafah 2013 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/6). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.COJakarta – Lembaga yang mendukung pluralisme dan hak asasi manusia, Setara Institute, menyurvei tingkat toleransi siswa SMA Negeri di Jakarta dan Bandung Raya. Hasilnya menunjukkan tingkat toleransi siswa masih cenderung besar.

Namun beberapa temuan unik diperoleh. Salah satunya mengenai sistem sosial politik. “Idealisasi, romantisme, dan utopis agama, dukungan terhadap agama sebagai sistem sosial, hasilnya cukup besar,” ujar Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naispospos di Cikini Raya, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

Salah satu hasil ditarik dari pertanyaan: pemerintahan apakah yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia saat ini? Dari total 760 siswa, sebanyak 647 responden atau 86 persen menjawab demokrasi. Pilihan lain yang disediakan menunjukkan 85 responden atau 11 persen menjawab khilafah, 16 responden atau 2 persen tidak tahu/tidak menjawab, dan 6 responden atau 1 persen menjawab monarki.

Hasil lainnya menunjukkan persetujuan atas pengaturan kehidupan manusia oleh agama diafirmasi oleh 69 persen responden. Yang tidak setuju sebesar 21 persen responden.

Dalam hasil selanjutnya, dikatakan sebanyak 437 responden atau 58 persen menginginkan hukum agama (syariat) di setiap aspek sendi kehidupan di Indonesia. Yang tidak setuju sebanyak 131 responden atau 17 persen, ragu-ragu 130 responden atau 17 persen, dan tidak tahu/tidak menjawab 60 atau 8 persen responden.

Bonar menganggap hasil itu sebagai gambaran imajinasi masyarakat yang sebagian besar belum memahami problem empiris dan sosial yang lebih kompleks.

Responden juga diminta menanggapi pertanyaan mengenai pemimpin atau kepala daerah. Terkait pemimpin di lingkungan organisasi pada lingkungan mikro di sekolah, responden menganggap ketua jelas/OSIS tidak harus satu agama sebesar 62,2 persen dan harus satu agama 30,8 persen. Sedangkan untuk pemimpin organisasi di luar sekolah hanya terdapat sedikit perbedaan.

Penelitian ini juga menunjukkan tanggapan responden pada dua calon bupati/wali kota, yang seagama dan tidak seagama. Sebanyak 443 responden atau 58 persen menjawab tidak mempersoalkan agama, tapi untuk kemampuan memimpin, 288 responden atau 38 persen menjawab yang seagama, 27 responden atau 4 persen menjawab tidak tahu/tidak menjawab.

AKMAL IHSAN

++++++++

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

May 21, 2016

Pembangunan Pariwisata, Indonesia Ranking ke 130

Pemerintah mikirnya hanya pemasukan Dari turis  tapi tdk pernah memikirkan aspek lain yang paling gampang informasi buat turis saja sangat minim, belum soal infra Dan pelayanan yang buruk !

Bertahun tahun belum ada perubahan signifikan , jadi tidak mengherankan juga tujuan pariwisata masih pulau Bali Dan Jogjakarta.

SABTU, 21 MEI 2016 | 10:43 WIB

Wapres Jusuf Kalla (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kanan) mengenai rencana pengembangan kawasan wisata Mandalika saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, 12 Desember 2015. ANTARA FOTO

TEMPO.COBeijing – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan komitmen Indonesia dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan, terutama aspek lingkungan, menempati posisi 130 dari 144 negara.

“Itulah penilaian dunia. Sangat memalukan. Kita dinilai tidak peka terhadap lingkungan dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Arief menjawab Antara usai rangkaian kunjungan kerja ke Beijing, 19-20 Mei 2016.

Dalam kunjungan kerja kei Beijing, Menteri Arief menghadiri Konferensi Pertama Dunia Pariwisata untuk Pembangunan, yang dihadiri 600 perwakilan pejabat dan pelaku industri pariwisata dari 107 negara.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon, dalam sambutan singkat yang dibacakan, menyampaikan pariwisata merupakan industri yang melibatkan seluruh aspek sosial ekonomi, pelestarian budaya, mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus jembatan untuk saling pengertian antarmasyarakat dunia.

Terkait komitmen Indonesia dalam mewujudkan pembangunan pariwisata berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan, Kementerian Pariwisata telah bekerja sama dengan Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).

“Termasuk juga dengan Global Sustainable Tourism Council (GSTC), yang akan menerbitkan Sustainable Tourism Certificate (STC),” ungkap Menteri Arief.

Kementerian Pariwisata juga sudah menetapkan tiga wilayah sebagai proyek percontohan pembangunan pariwisata berkelanjutan, yakni Pangandaran (Jawa Barat), Kulonprogo (Yogyakarta), dan Mandalika (Lombok).

“Tim UNWTO telah datang langsung ke tiga lokasi tersebut dan diharapkan pada tahun ini juga Indonesia telah memiliki sertifikat pembangunan pariwisata berkelanjutan berdasarkan kriteria atau standar GSTC. Kalau kita mau maju, ya standar kita juga harus standar global,” katanya.

Arief menambahkan sertifikasi tersebut kemudian akan diberlakukan di 10 destinasi utama yang telah ditetapkan untuk secara bertahap diterapkan secara menyeluruh di seluruh destinasi wisata lain di Indonesia.

“Sehingga Indonesia diharapkan dapat memperbaiki performa pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan, ramah secara sosial, dan mensejahterakan masyarakat secara ekonomi,” tuturnya.

GSTC menetapkan empat kriteria pembangunan pariwisata berkelanjutan, yakni manajemen berkelanjutan, dampak sosial ekonomi, dampak budaya, dan dampak lingkungan antara lain mencakup konsumsi sumber daya alam, polusi, konservasi keragaman hayati, dan lanskap.

Industri pariwisata Indonesia berdasar data Kementerian Pariwisata memberikan kontribusi sebesar 9 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2014.

Pada 2019, kontribusi pariwisata terhadap PDB ditargetkan mencapai 15 persen dengan nilai Rp 275 triliun, dengan kontribusi terhadap kesempatan kerja 13 juta orang.

ANTARA

May 18, 2016

Rini Rombak Direksi Pelindo II

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Selasa, 17/05/2016 15:24 WIB
Rini Rombak Direksi Pelindo IIFoto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merombak manajemen pada tubuh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (Pelindo II). Sebanyak 5 direksi baru diangkat untuk menggantikan 3 Direksi Pelindo II sebelumnya.

Bertempat di kantor Kementerian BUMN, kelima Direksi baru Pelindo II ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor SK-101/MBU/05/2016 tanggal 16 Mei 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Pelabuhan Indonesia II.

Jajaran Direksi baru Pelindo II ini akan bekerja sama dan mendukung Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya yang telah dilantik pada 22 April 2016 lalu.

Sebanyak 4 dari 5 Direksi baru Pelindo II berasal dari eksternal perusahaan yang dikenal profesional dan memiliki kecakapan serta pengalaman yang baik di bidangnya.

Susunan Direksi IPC sebelumnya :

  • Direktur Utama: Elvyn G. Masassya
  • Direktur Operasi: Dana Amin
  • Pelaksana Tugas Direktur Teknik: Saptono R. Irianto
  • Direktur Keuangan: Orias P. Moedak
  • Direktur Komersial & Pengembangan Usaha: Saptono R. Irianto
  • Direktur Pembinaan Anak Perusahaan: Dede R. Martin

Berikut susunan Direksi baru IPC per tanggal 16 Mei 2016 :

  • Direktur Utama Elvyn G. Masassya
  • Direktur Saptono R. Irianto
  • Direktur Dani Rusli Utama
  • Direktur Disril Revolin Putra
  • Direktur Iman Rachman
  • Direktur Riri Syeried Jetta
  • Direktur Prasetyadi

“Jajaran Direksi baru harus dapat menyebarkan energi positif hingga IPC (Pelindo II) kemudian dikelola dengan semangat yang terbarukan, harapan untuk perbaikan dan kebaikan serta keberanian untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi besar korporasi dalam memajukan dunia kepelabuhanan di Indonesia. Saat ini IPC membutuhkan pemimpin yang memiliki loyalitas pada kepentingan perusahaan, kesepahaman pemikiran tentang arah perusahaan, dan kecakapan memadai yang disertai dengan sikap peduli tentang banyak hal dalam perspektif yang luas agar IPC sebagai organisasi tetap dapat terus menghadirkan kinerja yang baik dan memperbaiki tata kelola pelabuhan,” ujar Dirut Pelindo II, Elvyn, Selasa (17/5/2016).

(feb/hns)

May 17, 2016

Kebijakan gila Menkeu : PNS + Pensiunan dpt gaji ke 13+14 !

Menteri keuangan Bambang “Brojol” harus segera diganti.. Pajak dikejar kejar tapi pengeluaran  negara dihambur hambur buat bayar gaji ke 14 !!!!! Gila !

Selain PNS Aktif, Pensiunan Juga Dapat Gaji ke-13 dan 14

Dana Aditiasari – detikfinance
Selasa, 17/05/2016 17:35 WIB
Selain PNS Aktif, Pensiunan Juga Dapat Gaji ke-13 dan 14Foto: Ari Saputra
Jakarta -Tahun ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal menerima tunjangan berupa Gaji ke 13 dan 14. Tak hanya PNS aktif, Pensiunan PNS pun bakal menerima “Bonus” ini.

Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Herman Suryatman kepada detikFinance, Selasa (17/5/2016).

“Penerima gaji ke-13 dan THR atau gaji ke 14 yang sumber anggarannya dari APBN terdiri dari PNS yang bekerja di instansi pemerintah pusat, anggota TNI, anggota POLRI, penerima pensiun, penerima tunjangan, pejabat negara, selain pejabat daerah pejabat lain yang hak keuangannya disetarakan atau setingkat menteri dan wakil menteri,” ujar dia.

Sementara penerima gaji ke 13 dan 14 yang sumber anggarannya dari APBD adalah PNS yang bekerja pada pemerintah daerah, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, Walikota dan Wakil Walikota.

Meski demikian, kata Herman, penerima Pensiunan PNS tidak mendapatkan hak yang sama layaknya PNS yang masih aktif bekerja.

Untuk PNS aktif dan anggota TNI-POLRI, faslitas gaji ke 13 yang diterima meliputi  gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum dan tunjangan kinerja. Sedangkan bagi pejabat negara meliputi  gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan.

“Untuk Penerima pensiun, gaji ke 13 yang dibayar meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga dan atau tunjangan tambahan penghasilan,” sambung dia.

Untuk THR alias gaji ke 14, akan diberikan sebesar gaji pokok secara 100% bagi PNS aktif, dan TNI-POLRI.

“Namun THR untuk penerima pensiun atau tunjangan hanya 50% dari pensiun pokok atau tunjangan bulan Juni 2016,” jelas Herman.

Pemberian gaji ke-13 dan THR, lanjut Herman, dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meringankan biaya hidup PNS, anggota TNI dan POLRI, pejabat negara, dan penerima pensiun/tunjangan.

(dna/hns)

May 10, 2016

Darurat Energi, Holding BUMN Energi Perlu Cepat Direalisasikan

Monday, February 15, 2016 07:36 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dinilai perlu mempercepat realisasikan pembentukanholding BUMN di sektor energi untuk membantu negara mewujudkan ketahanan energi nasional. Apalagi saat ini Indonesia menuju darurat energi dengan konsumsi makin meningkat dan produksi serta distribusi stagnan.

“Ini membutuhkan sinergi antar-BUMN sektor energi untuk bersama-sama mengatasinya melalui pembentukan holding BUMN energi,” ujar Berly Martawardaya, pakar ekonomi energi dari Universitas Indonesia di Jakarta, Minggu (14/2/2016).
 
Menurut Berly, tahun ini adalah momentum yang tepat untuk mengimplementasikan induk usaha BUMN di sektor energi. Pasalnya, peta politik nasional sudah terkonsolidasi dan tidak ada pemilihan kepala daerah sehingga pemerintah bisa fokus.
 
Berly mengatakan, Indonesia hanya hanya punya waktu 15-18 tahun sampai cadangan minyak habis. Bila tidak percepat transisi ke gas dan energi baru terbarukan, Indonesia hanya akan bergantung pada impor minyak.
 
Pembentukan holding BUMN energi, tambah Berly, dapat meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi nilai tambah positif terhadap kelompok usaha. Hal ini juga dialami oleh BUMN semen yang membentuk holding dengan menggabungkan tiga BUMN, yaitu PT Semen Tonasa, PT Semen Padang, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) [9,400 125 (+1,3%)] dalamstrategic holding di bawah bendera PT Semen Indonesia Holding Tbk.

“Kita lihat holding semen setelah dibentuk jadi bisa ekspansi ke Vietnam,” kata dia.
 
Komaidi Notonegoro, deputi direktur ReforMiner Institute, menilai positif jika induk usaha BUMN energi dapat diwujudkan. Hal ini dinilai akan makin jelas siapa yang harus bertanggung jawab untuk membantu negara mewujudkan ketahanan energi nasional.

Kementerian BUMN sebelumnya telah menyerahkan peta jala BUMN 2015-2019 yang memuat 15 sektor kepada Presiden Joko Widodo. Ke-15 sektor roadmap tersebut yaitu ketahanan energi, logistik dan perdagangan, pariwisata dan kebudayaan, ketahanan pangan dan perkebunan, pelayanan kesehatan, ekonomi maritim, konektivitas, konstruksi dan infrastruktur, pertambangan, manufaktur, pertahanan strategis, industri berat dan perkapalan, telekomunikasi dan digital, jasa keuangan dan perbankan, serta ekonomi kerakyatan.

Roadmap BUMN ini disesuaikan dan sejalan dengan Program Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi-JK, yang mengedepankan sinergi dan hilirasi untuk menjadikan BUMN sebagai agen perubahan selain menciptakan nilai tambah korporasi. Menurut Menteri BUMN Rini M. Soemarno, penggabungan BUMN pada sektor yang sama ini diharapkan akan memicu kinerja perusahaan dan membuatnya lebih kuat untuk agar bisa bersaing dengan perusahaan lain.

“Sehingga umpamanya di sektor perkebunan ada, di sektor energi, disektor perhotelan mungkin begitu,” ujar dia.

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/02/14/484111/darurat-energi-holding-bumn-energi-perlu-cepat-direalis

 

May 10, 2016

Tunjangan Pilot Belum Dibayar, Persoalan di Lion Air yang Bikin Penerbangan Delay

Selasa 10 May 2016, 13:34 WIB

Rachmadin Ismail – detikNews
Tunjangan Pilot Belum Dibayar, Persoalan di Lion Air yang Bikin Penerbangan DelayLion Air (Foto: Ari Saputra)
Jakarta – PT Angkasa Pura I menyebut ada aksi pilot Lion Air mogok sehingga membuat sejumlah penerbangan terganggu. Pihak Lion Air membantah ada aksi mogok dan menyebut hanya persoalan administrasi. Apa urusan administrasi yang dipersoalkan?

Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group mengatakan, persoalan administrasi yang dimaksud adalah ada tunjangan yang belum dibayarkan. Namun dia memastikan, urusan itu sudah selesai.

“Masalah administrasi itu memang betul adanya tunjangan yang belum dibayarkan. Tetapi ini dikarenakan adanya long weekend kemarin sehingga proses pembayarannya memerlukan waktu yang lebih lama,” kata Andy saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/5/2016).

Sebelumnya, Direktur Umum Lion Group Edward Sirait mengatakan, beberapa awak Lion Air juga sedang sakit sehingga ada beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan.

Edward memastikan, persoalan administrasi tersebut sudah dapat diselesaikan dan operasional penerbangan sudah berjalan normal. Ke depan, Lion Air berjanji melakukan perbaikan terkait hal tersebut.

“Ke depannya masih akan terjadi beberapa penerbangan yang akan mengalami keterlambatan dan kami akan berusaha untuk mengurangi keterlambatan tersebut. Kami atas nama management Lion Air mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.
(mad/nrl)

May 8, 2016

PLN: 38 Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun Ini  

hmm sulit untuk dipercaya claim macam begini, karena realisasinya mempet manajemen PLN !

 

MINGGU, 08 MEI 2016 | 17:21 WIB

PLN: 38 Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun Ini  

Pekerja melakukan pengecekan pasokan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Palabuhan Ratu, Sukabumi, 5 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – PT PLN(Persero) tengah mempercepat pencapaian target kapasitas listrik 35 ribu megawatt (MW) pada 2019. Perseroan menargetkan 38 pembangkit listrik dengan total kapasitas 2.414 MW bisa beroperasi tahun ini.

Angka ini, menurut Perseroan, diperoleh dari pencapaian pembangunan pembangkit yang direncanakan pada Fast Track Program tahap II sebesar 7.000 MW sejak 2010. “Meski membutuhkan waktu lama, kami akan bekerja keras untuk memenuhi target, agar setiap tahun ada pembangkit yang beroperasi,” ujar Senior Manager Public Relations PLN Agung Murdifi dalam keterangan pers, Ahad, 8 Mei 2016.

Per kuartal pertama 2016, PLN mencatat, sekitar 3.682 MW dari kapasitas pembangkit, transmisi, dan gardu induk berada dalam tahap konstruksi. Ini mencapai 10,9 persen dari target 35 ribu MW. Sedangkan hingga sekarang baru sekitar 397 MW listrik yang berasal dari pembangkit yang baru beroperasi sejak megaproyek ini diresmikan Presiden Joko Widodo.

Sebagian besar proyek, yakni 34,4 persen atau senilai 12.226 MW, masih dalam tahap perencanaan. Sedangkan sekitar 23,6 persen atau 8.377 MW masih dalam tahap pengadaan.

Proyek yang baru rampung penyelesaian keuangan (financial closing) dan kontrak jual-beli listriknya (power purchase agreement) tercatat 10.941 MW atau 30,8 persen dari total rencana. Agung menuturkan sebagian besar pembangkit atau sekitar 109 proyek ditargetkan beroperasi pada 2017.

Hingga 2019, PLN menargetkan 310 pembangkit beroperasi. Agung mengatakan pembangunan pembangkit bisa memakan waktu 48 bulan. Waktu ini belum termasuk kendala yang bisa saja terjadi di lapangan, seperti pembebasan lahan. “Kalau pembangkit listrik tenaga air (PLTA), bisa lebih lama lagi,” ucapnya.

ROBBY IRFANY

May 8, 2016

Investasi Prototipe Tank Medium Pindad Mencapai USD30 Juta

07 Mei 2016

Model tank medium Pindad (photo : Defense Studies)

Indonesia-Turki Kembangkan Tank Medium Senilai USD30 Juta

JAKARTA – PT Pindad (Persero) menggandeng perusahaan asal Turki FNSS Savunma Sistemleri (Defense System), untuk mengembangkan tank medium guna memperkuat pertahanan militer kedua negara.

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengatakan latar belakang kerja sama tank jenis ini karena banyak dipakai di beberapa negara. Dan menjadi potensi bagi kedua perusahaan.

Pengarang buku Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia ini, menerangkan kerja sama ini memakan investasi USD30 juta. Pada tahap awal, kedua negara sepakat menyelesaikan prototipe yang berlangsung sekitar tiga tahun. Tahun ini sudah memasuki tahun kedua setelah proyek dimulai akhir 2015 kemarin.

“Investasinya untuk research and development sebesar USD30 juta untuk dua unit prototipe tank,” katanya kepada Sindonews, Kamis (5/5/2016).

Meski tank prototipe ini belum diberi nama, namun kata pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, ini kemampuan tank kolaborasi Pindad dan FNSS mumpuni seperti produksi negara maju lainnya.

Bobot tank tidak lebih dari 30 ton dan dipasang kemampuan teknologi mutakhir terkini. Sehingga bobotnya yang ringan membuatnya akselerasinya sempurna dan lincah.

“Bahkan kami ingin memperingan menjadi 25 ton. Hingga kini, tank-tank medium memiliki berat di atas 30 ton,” katanya.

Selain bobotnya yang lincah, kelebihan lainnya adalah pada kemampuan tembak tank ini yang kaliber pelurunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan pemesanan. Bahkan kaliber yang digunakan juga cukup besar, mulai meriam 105 mm hingga bisa ditingkatkan menggunakan meriam 120 mm. Proyek kedua negara ini ditargetkan selesai untuk dikenalkan kepada publik pada 2017 mendatang.

May 7, 2016

Tebusan Sandera Abu Sayyaf Simpang-Siur

khas pemerintah Multi Pilot.. Siapa yang “incharge” tidak jelas.. akibatnya simpang siur.. Ditambah lagi si Mbok Banteng ngoceh sinis

SELASA, 03 MEI 2016

 Tebusan Sandera Abu Sayyaf Simpang-Siur

JAKARTA – Pembebasan 10 warga Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada Ahad lalu masih simpang- siur dalam soal uang tebusan. Pemerintah Indonesia menyangkal memberikan uang, namun pejabat militer Filipina menyebut Indonesia memberikan uang tebusan untuk pembebasan.

Koran Daily Inquirer edisi kemarin, seperti dimuat dalam versi daring, dengan jelas menyebut ada uang 50 juta peso atau senilai Rp 15 miliar untuk menebus para sandera yang ditawan sejak 26 Maret itu. Koran ini mengutip pernyataan seorang pejabat militer yang tak disebutkan namanya. “Sulit membayangkan kelompok Abu Sayyaf membebaskan sandera tanpa uang tebusan,” demikian ditulis koran tersebut.

Berita Inquirer didukung The Philippine Star lewat edisi online, Philstar.com. Mereka juga mengutip pejabat pemerintah setempat tentang uang tebusan meski tak menyebutkan jumlahnya.

Di dalam negeri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga mengatakan ada uang tebusan demi membebaskan sandera Abu Sayyaf. “Terang saja dibebaskan, wong dibayar,” katanya saat menjadi pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) “Mencari Solusi Rekrutmen PNS yang Adil bagi Bidan PTT” di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin.

Pernyataan Mega keluar mengomentari Menteri Sekretaris Negara Pratikno, yang pamit tak ikut acara Mega hingga tuntas. Tanggapan Komisaris PT Patra Maritime Line, Lodi Irwanto Eliyas, kian mencurigakan soal uang tebusan. “Saya no comment masalah itu ya,” tuturnya. Patra Mairtime adalah perusahaan tempat bekerja para sandera.

PT Patra Maritime Line sudah menyiapkan uang tebusan untuk membebaskan sandera. Uang batal diserahkan karena tim negosiator mengaku bisa membujuk Abu Sayyaf.

Pembebasan sandera asal Indonesia dengan cara membayar tebusan pernah dilakukan pada 2011. Ketika itu, kapal kargo PT Samudera Indonesia, MV Sinar Kudus, dibajak perompak Somalia di perairan dekat Pulau Socotra, Semenanjung Arab. Setidaknya terdapat 20 anak buah kapal dalam kapal tersebut. Pada 30 April, perusahaan membayar tebusan sebesar Rp 4,5 miliar.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyangkal memberikan uang kepada Abu Sayyaf, yang menyandera anak buah kapal Brahma 12 dan tongkang Anand 12 yang berlayar dari Kalimantan Selatan. “Seperti yang sudah saya jelaskan, pembebasan lewat diplomasi total,” ujarnya, kemarin.

Dengan bebasnya 10 sandera tersebut, berarti masih ada empat yang ditawan Abu Sayyaf. Mereka adalah Moch. Ariyanto Misnan, Lorens M.P.S., Dede Irfan Hilmi, dan Samsir. Mereka merupakan anak buah kapal tunda bernama Henry dan Barge Christy, yang dirompak Abu Sayyaf pada 15 April.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi masih berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk pembebasan empat warga Indonesia yang masih disandera Abu Sayyaf. “Lokasi keempat ABK juga terus terpantau dari waktu ke waktu,” katanya.ISTMAN MP | DEWI SUCI RAHAYU | ABDUL AZIZ | MAWARDAH NUR HANIFIYANI | KODRAT SETIAWAN


Mereka Masih Disandera

Kelompok Abu Sayyaf masih menyandera sedikitnya 12 orang. Dari Indonesia, saat ini empat orang ada di tangan kelompok yang berbasis di Filipina Selatan tersebut. Mereka adalah awak kapal tunda Henry dan kapal tongkang Christy yang diculik saat melintasi perairan Malaysia-Filipina dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan, Kalimantan Utara, pada 15 April lalu. Keberadaan mereka sampai saat ini belum diketahui.

Empat warga Indonesia:

1. (Kapten kapal) Moch Ariyanto Misnan, 22 tahun, Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

2. Dede Irfan Hilmi (25), Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Jawa Barat.

3. Samsir (35), warga Desa Kanna Utara, Kecamatan Basten, Luwu, Sulawesi Selatan.

4. Loren Marinus Petrus Rumawi

Dibawa kabur dengan perahu cepat ke arah utara perairan Tawi-tawi, Filipina. Posisi terakhir belum diketahui, begitu pula mengenai permintaan tebusan.

Empat warga Malaysia:

1. Wong Hung Song (44)

2. Wong Teck Pang (41)

3. Wong Teck Chi (39)

4. Johnny Lau Jung Hien (21)

Diculik oleh anggota faksi Abu Sayyaf yang dipimpin Majan Sahidjua pada 1 April lalu. Menurut Kedutaan Filipina di Kuala Lumpur, empat warga Malaysia ini disandera di Kota Indanan, Sulu.

Robert Hall (50), Kanada

Kjartan Sekkingstad (56), Norwegia

Ewold Hurn, Belanda

Marites Flor (40), Filipina

Enam awak kapal tunda Henry dan kapal tongkang Christy nyaris menjadi korban penculikan anggota kelompok Abu Sayyaf. Mereka dapat menyelamatkan diri saat perompak gagal merebut kapal.PHILSTAR | MANILA TIMES | ZAMBOANGA TODAY | MAHARDIKA