Regulasi AS Ancam Ekspor Rumput Laut


Industri pengolahan harus ditingkatkan dong…
RABU, 10 AGUSTUS 2016

 Regulasi AS Ancam Ekspor Rumput Laut

JAKARTA – Ekspor rumput laut ke pasar Amerika Serikat terancam. Sebab, ada wacana untuk mengeluarkan komoditas ini dari daftar bahan pangan organik di Negeri Abang Sam alias delisting. “Produk rumput laut dinilai tidak lagi layak memenuhi kriteria bahan pangan organik,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Dody Edward kemarin.

Menurut Dody, kebijakan delisting berpotensi menurunkan ekspor komoditas rumput laut Indonesia ke AS yang pada 2015 mendekati angka US$ 1 juta (lebih dari Rp 13 miliar). “Hal yang perlu lebih diwaspadai adalah perkembangan ini dapat menjadi preseden bagi negara tujuan ekspor rumput laut lainnya, seperti Uni Eropa, bisa menerapkan hal yang sama,” ujarnya. Ia menyebutkan Indonesia berpotensi merugi hingga US$ 160,4 juta (lebih dari Rp 2 triliun) bila semua pasar tujuan ekspor Indonesia memberlakukan hal yang sama seperti AS.

Selama ini rumput laut menjadi bahan baku carrageenan dan agar-agar. Rencana delisting produk rumput laut dari daftar bahan pangan organik dipicu petisi Joanne K. Tobacman, M.D. (Tobacman) dari University of Illinois, Chicago, pada Juni 2008 kepada US Food and Drug Administration (FDA). Menurut penelitian Tobacman, carrageenan ditengarai dapat menyebabkan peradangan yang memicu kanker.

Petisi tersebut ditolak US FDA pada Juni 2008, tapi diikuti publikasi LSM Cornucopia Institute dari AS pada Maret 2013. LSM ini mendorong publik meminta US National Organic Standards Board (NOSB) mengeluarkan carrageenan dari daftar bahan pangan organik. “Rencananya, pada November 2016, US NOSB akan menentukan apakah carrageenan tetap masuk daftar pangan organik atau tidak,” tutur Dody.

Selama ini Indonesia merupakan pemasok komoditas rumput laut utama dunia. Indonesia menguasai 41 persen pangsa pasar rumput laut dunia pada 2013. Dody menegaskan bahwa saat ini Direktorat Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan secara aktif memantau perkembangan rencana delisting terhadap produk rumput laut tersebut. “Diharapkan kerja sama dari kementerian/lembaga terkait, asosiasi, dan akademikus guna membahas langkah-langkah yang dapat membatalkan rencana delisting tersebut,” ujar Dody.

Selain itu, Dody meminta agar terus dilakukan pembinaan terhadap pelaku usaha produk kelautan Indonesia untuk menjaga kualitas rumput laut, sehingga menghasilkan mutu yang baik sebagai bahan pangan organik. Tujuannya agar keberlangsungan ekspor rumput laut Indonesia di pasar internasional terjaga.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia Safari Azis mengatakan carrageenan merupakan isu negatif yang menerpa komoditas rumput laut Indonesia. “Kami terus berupaya untuk menghapus isu negatif itu,” ujarnya kemarin. Salah satunya dengan kampanye di Kopenhagen, Denmark, akhir Juni lalu. Saat itu, Safari, yang memimpin delegasi Indonesia, mengundang peneliti internasional dan jaringan internasional di kalangan pengguna rumput laut. Hasilnya, “Rumput laut kita sehat,” katanya. PINGIT ARIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: