Ada Tommy di Reklamasi


Dari Koran Tempo
RABU, 14 SEPTEMBER 2016

JAKARTA – Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto muncul kembali. Ia mengumpulkan sejumlah tokoh nelayan yang getol meminta pemerintah menghentikan pembuatan reklamasi Teluk Jakarta di kantornya, Humpuss Group, di lantai 9 Gedung Granida, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Pertemuan berlangsung pada pertengahan Agustus lalu. Tommy menawarkan beasiswa Rp 1 juta kepada setiap nelayan dan bersedia membantu mengusahakan sertifikat bagi rumah dan tanah yang didiami para nelayan itu. “Termasuk membantu membuatkan alur kapal nelayan dan tanggul,” kata Ketua Forum Kerukunan Masyarakat Nelayan Muara Angke Syarifudin Baso yang hadir dalam pertemuan itu, kemarin.

Sebagian besar nelayan menerima tawaran Tommy, beberapa yang lain menolak karena kompensasinya adalah menghentikan demonstrasi menolak reklamasi. “Sekarang sudah pecah suara nelayan,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jakarta, Affandi.

Affandi ikut dalam pertemuan dan termasuk kubu yang melawan reklamasi. “Hanya nelayan aktivis yang pecah, tapi semua nelayan kecil yang sehari-hari masih melaut masih menolak reklamasi,” ujarnya.

Seorang nelayan lain mengatakan bahwa Tommy berkepentingan reklamasi diteruskan karena punya saham di beberapa perusahaan reklamasi, seperti PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha Agung Podomoro, yang membangun Pulau G. Kepada para nelayan, putra bungsu mantan presiden Soeharto itu berencana mereklamasi Pulau L dan M lewat PT Manggala Krida Yudha.

Klaim kepemilikan saham Podomoro di Pulau G dibantah Senior General Manager Agung Podomoro Land, Alvin Andronicus. “Saya baru tahu ada berita itu.”

Tommy mengumpulkan nelayan waktu itu setelah Pengadilan Tata Usaha Negara mengabulkan gugatan dan menghentikan reklamasi. Keputusan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menambahnya dengan menghentikan reklamasi Pulau G secara permanen. Kini keputusan Rizal dianulir oleh penggantinya, Luhut Binsar Pandjaitan.

Seorang resepsionis Humpuss mengatakan Tommy tidak berada di kantornya, kemarin. Adapun sekretaris pribadinya, Alan Sumual, mengaku tak tahu ada pertemuan 16 Agustus lalu. “Nelayan yang mana?” ucapnya. AVIT HIDAYAT | indri maulidar | WURAGIL


Anak-anak Soeharto di teluk Jakarta

Reklamasi Teluk Jakarta diputuskan pada 1995 setelah 10 tahun sebelumnya Pantai Mutiara disebut sebagai reklamasi laut yang berhasil. Presiden Soeharto membentuk perusahaan yang menjadi pengembang pulau, PT Jaladri Eka Paksi dan PT Manggala Krida Yudha.

PULAU L

Luas: 447 hektare

Pengembang: PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Manggala Krida Yudha

“Kami masih menunggu dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan seperti apa pembagiannya karena sampai dengan sekarang belum jelas.”

Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol (PPJA), Ellen Gaby Tulangow, tentang kemitraan bersama PT Manggala

PULAU M

Luas: 587 hektare

Pengembang: PT Pelindo II dan PT Manggala Krida Yudha

Menurut majalah Time pada 1999 dalam laporan tentang kekayaan Soeharto, PT Manggala dimiliki Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek, kakak Tommy. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Mei lalu juga menegaskan kepemilikan itu ketika membahas rencana kontribusi tambahan untuk pengembang pulau reklamasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: