Membalas Gertakan Singapura


Koran Tempo
KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

Respons atas gertakan pemerintah Singapura, yang mengancam akan memeriksa nasabah bank peserta amnesti pajak, berlanjut. Otoritas Jasa Keuangan memanggil manajemen tiga bank yang terafiliasi dengan Singapura, yakni OCBC NISP, UOB, dan DBS. “Kami mengklarifikasi informasi mengenai rencana bank induk mereka di Singapura yang akan melaporkan orang Indonesia yang merepatriasi hartanya,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK, Irwan Lubis, kemarin.

Menurut Irwan, dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa lalu itu, ketiga bank mengaku membuat laporan untuk memenuhi standar Financial Action Task Force (FATF)—lembaga pencegah pencucian uang antarnegara. Nasabah-nasabah asal Indonesia dilaporkan atas dasar suspicious transaction report (transaksi mencurigakan) karena mengikuti amnesti pajak kepada Singapore’s Commercial Affairs Departemen (CAD)—unit kepolisian Singapura yang menangani kejahatan keuangan.

Namun, Irwan melanjutkan, laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh CAD. “Nasabah Indonesia pun dapat terus melakukan transaksi,” ujarnya. Menurut dia, bank-bank afiliasi Singapura dan induknya juga berkomitmen mendukung amnesti pajak melalui asistensi dan sosialisasi program. “Kami meminta bank-bank tersebut mendukung program ini.”

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Makhmud Hendropriyono, juga meminta pemerintah tak terpengaruh oleh isu ini. “Itu kan kepentingan nasional dia (Singapura). Kita jangan kebawa siasat mereka,” katanya.

Kemarin, Hendro mendaftarkan diri sebagai peserta amnesti pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Jakarta Selatan. Dia mengikuti program ini agar “tertib” administrasi. “Bukan berarti minta ampun karena bikin kesalahan. Saya merasa membayar pajak dengan benar, tapi kalau soal administrasi selalu lemah. Banyak yang terlupa jika ada perubahan peraturan,” katanya. Hendro mengatakan sebagian besar asetnya berada di dalam negeri. Harta di luar negeri, kata dia, cuma untuk membiayai istrinya yang sedang sakit.

Hendro menambah panjang daftar “wajib pajak besar” peserta amnesti pajak. Dia menyusul sejumlah pengusaha, seperti pemilik Grup Lippo, James Riady; pemilik Grup Gemala, Sofjan Wanandi; pemimpin Adaro, Garibaldi Thohir dan Boy Thohir; serta Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. ANGELINA ANJAR SAWITRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: