KPK Pelajari Dugaan Suap Maxpower


Perusahan listrik yang berlogokan “gledek ” ini harus segera dibongkar /cuci bersih macam Pertamina. Busuknya nggak ketulungan perusahaan ini.. Sudah akses listrik masih rendah, tapi masih belagu tidak mau beralih ke energi terbarukan.. , ternyata dibalik “belagu”nya  perusahaan cap gledek ini ada uang yang mengalir lancar ke pimpinan perusahaan.. hmmm.. Kasus Maxpower hanya salah satu contoh saja.. coba KPK untuk urusan sewa menyewa Diesel untuk PLN deh..

 

dari koran tempo

 

JUM AT, 30 SEPTEMBER 2016

 KPK Pelajari Dugaan Suap Maxpower

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan tengah mempelajari kasus dugaan suap dari perusahaan pembangkit listrik, PT Maxpower Indonesia, kepada pejabat pemerintah Indonesia. Agus mengaku mendengar, Maxpower telah melakukan pengawasan internal. Dari pengawasan itu, ditemukan kejanggalan pengeluaran senilai US$ 750 ribu (Rp 9,7 miliar) yang ditengarai sebagai pengeluaran ilegal.

“Saya masih mengikuti perkembangan berita tentang Maxpower,” ujarnya kemarin. Sebelumnya, Agus menuturkan telah meminta petugas KPK berhubungan dengan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat untuk memahami masalah dan fakta kasus tersebut.

Dugaan suap oleh Maxpower muncul dalam laporan Wall Street Journal yang dikutip Channel News Asia pada Selasa, 27 September 2016. Laporan itu menyebutkan, Departemen Kehakiman Amerika Serikat tengah menyelidiki kasus korupsi dalam investasi pembangkit listrik di Indonesia. Maxpower diduga menyuap pejabat pemerintah untuk mengamankan kontrak pada 2012-2015.

Komisaris Maxpower Indonesia, Erry Riyana Hardjapamekas, mengakui adanya dugaan penyuapan terhadap pejabat pemerintah Indonesia yang saat ini diselidiki Departemen Kehakiman AS. “Saya ditunjuk sebagai Komisaris Maxpower sejak Desember 2015 untuk menggalakkan pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan yang ditemukan,” ujarnya kemarin.

Seorang pejabat Maxpower menjelaskan, penyuapan itu diduga dilakukan petinggi Maxpower saat sahamnya dikuasai Willibald Goldsmith, Sebastian Sauren, dan Arno Hendricks. Kini, 50 persen kepemilikan perusahaan berada di tangan Standard Chartered, bank yang terdaftar di bursa saham AS.

Skandal ini terbongkar berdasarkan laporan audit tahun 2014 oleh PricewaterhouseCoopers. Laporan itu menyebutkan ada penggunaan dana sebesar US$ 750 ribu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Temuan kemudian diverifikasi tim audit internal Maxpower. Disinyalir, uang yang tak jelas itu merupakan suap kepada pejabat pemerintah dalam bentuk tunai.

Perusahaan juga mengantongi nama tiga pejabat sekaligus pendiri perusahaan yang dianggap berperan dalam transaksi lancung itu. “Tiga petinggi mengakui ada penyimpangan. Mereka diberhentikan dari jabatan direksi dan komisaris pada 2015,” ujar si pejabat. Penyimpangan diperkirakan terjadi dalam beberapa proyek Maxpower selama kurun 2012-2015.

Juru bicara PT PLN (Persero), Agung Murdifi, enggan berkomentar mengenai masalah ini. PLN, katanya, masih menunggu hasil penyelidikan Departemen Kehakiman AS. “Kami mendukung upaya penyelidikan itu,” ujar Agung.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso membenarkan bahwa Maxpower adalah mitra PLN. Maxpower, kata dia, memenangi dua tender pada awal 2015, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Tarahan Baru, Lampung, berkapasitas 30 megawatt (MW); dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Tarakan, Kalimantan Utara, berkapasitas 10 MW. ANGGA SUKMA WIJAYA| ROBBY IRFANY | MUHAMAD RIZKI


Profil Maxpower Indonesia

Maxpower Group merupakan bagian dari Navigat Group Pte Ltd, perusahaan pemasok mesin gas sekaligus kontraktor listrik swasta yang berpusat di Singapura. Maxpower Group memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas. Perusahaan ini juga merupakan distributor terbesar kedua peralatan listrik General Electric (GE) Jenbacher di dunia, dengan lebih dari 1.000 megawatt (MW) unit dipasang di Indonesia, Singapura, dan Thailand.

2003

PT Maxpower Indonesia berdiri di Indonesia melalui kerja sama dengan GE.

2004

Maxpower mulai memasang mesin pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) GE Jenbacher di Indonesia.

2009

Proyek besar pertama Maxpower, PLTG berdaya 16 MW.

2011

Untuk pertama kalinya Maxpower memenangi tender PLN. Maxpower memasok empat turbin gas.

2012

Standard Chartered membeli saham Navigat.

2015

Maxpower kembali memenangi tender PLN untuk membangun dua pembangkit dengan total kapasitas 40 MW. PINGIT ARIA | SUMBER: MAXPOWER GROUP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: