Archive for October, 2016

October 31, 2016

Komite Munir: Ada Rekaman Pejabat BIN yang Disembunyikan  

Kasus ini jadi muter muter karena elit politik tidak ada keberanian, jaman rejim SBY sudah lumayan  sekarang kembali ke jaman Joko. sedih.. karena para pembunuh itu kembali lagi di lingkaran kekuasaan.. Kenapa mereka tidak menyelesaikan teroris dan tukang hasut macam Habib R.. saja ya ?

 

MINGGU, 30 OKTOBER 2016 | 13:50 WIB

Komite Munir: Ada Rekaman Pejabat BIN yang Disembunyikan  

Aktivis yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) membentangkan poster saat menghadiri sidang pembacaan putusan pembebasan bersyarat kepada Pollycarpus di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, 29 Juli 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta – Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar tidak menyembunyikan hasil temuan Tim Pencari Fakta kasus kematian Munir.

Sekretaris Eksekutif KASUM Choirul Anam mengatakan ada temuan tim yang saat persidangan tidak muncul dalam persidangan. “Ada rekaman yang ketika di pengadilan tidak ada,” ucap Anam di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Ahad, 30 Oktober 2016.

Menurut Anam, rekaman itu diduga berisi percakapan antara Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Prawiro dengan Pollycarpus. Rekaman itu tak pernah muncul di pengadilan. Yang ada di persidangan, ucapnya, hanya berupa call data record. Padahal, ia menilai, adanya rekaman itu akan menunjukkan indikasi keterlibatan oknum BIN dalam kematian aktivis Munir.

Anam menjelaskan, rekaman percakapan diperoleh setelah ketua tim kasus Munir Komisaris Jenderal Bambang Hendarso Danuri pulang dari Seattle, Amerika Serikat. Saat itu Bambang menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Sebelum persidangan kasus Munir akan digelar, Anam melanjutkan, kepolisian dan Kejaksaan Agung menyatakan akan membawa temuan rekaman itu ke persidangan. Namun upaya itu ternyata tidak direalisasi hingga persidangan berakhir. KASUM meminta aparat penegak hukum saat ini untuk menemukan rekaman percakapan dan menjadikannya sebagai alat bukti baru untuk melanjutkan kasus Munir.

Istana Kepresidenan sudah menerima dokumen temuan TPF Munir. Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan berkas dokumen itu akan diserahkan ke Kejaksaan Agung.

KASUM juga meminta kepada Presiden Joko Widodo membentuk tim TPF Munir yang baru. Tujuannya untuk menyelesaikan secara tuntas kasus kematian Munir. Anggota KASUM, Muhammad Isla, menyatakan diperlukan tim yang kuat dan independen untuk meneruskan kasus Munir ini. “Tanpa mandat yang kuat, kasus ini akan sulit diungkap,” ucap Isla.

ADITYA BUDIMAN

Advertisements
October 30, 2016

Universitas Katolik di Surabaya Lahirkan Doktor Jihad Ini

Mantab ! Semoga ilmu jihad economi bisa diaplikasi untuk memberangus jihad teroris

SABTU, 29 OKTOBER 2016 | 22:18 WIB

TEMPO.CO, Surabaya – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melahirkan doktor bidang Ilmu Manajemen, yakni Kiai Haji Muhammad Zakki yang berhasil mempertahankan disertasinya yang bertopik “Pengaruh Kepemimpinan Strategik, kepemimpinan Spiritual dan Kepemimpinan Kewirausahaan Kiai Terhadap Kepuasan Kerja Santri dan Jihad (Kinerja) Santripreneur di Pesantren Enterpreuner Jatim“.

“Kepemimpinan strategik itu tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jihad santri-preneur karena kepemimpinan strategik itu menggunakan simbol birokrasi, sedangkan santri menggunakan simbol agama sehingga tidak ada titik temu,” kata Muhammad Zakki, dalam sidang senat terbuka di kampus UKWMS Pakuwon, Sabtu, 29 Oktober 2016.

Dalam sidang yang diikuti Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam itu, pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri di Waru, Sidoarjo yang meraih predikat “cum laude” itu mengaku saat ini ada pergeseran orientasi pesantren dari salaf (kitab kuning) ke kholaf (modern/iptek).

“Akan tetapi, sekarang juga berkembang ke pesantren entrepreneurship yang mendorong ketrampilan dan karakter mandiri. Bedanya, pesantren salaf dan kholaf itu masih 75 persen pendidikan, sedangkan pesantren entrepreneurship justru 75 persen keterampilan,” katanya.

Menurut dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu, pesantren entrepreneur tercatat 40-an unit dari ribuan pesantren di Jawa Timur dengan empat di antaranya dijadikan objek penelitian dalam disertasinya itu tetap mengajarkan masalah agama.

“Pengajaran agama yang diajarkan tidak berhenti pada masalah fiqih (hukum agama), tetapi mengarah ke tijaroh (perdagangan). Agama itu yang diajarkan itu kaffah (sempurna) dari iman, syariah, etika sosial, hidup sederhana, dan jihad-preneur untuk menjadi mujahid ekonomi,” katanya.

Doktor ke-17 di Program Studi Ilmu Manajemen Pascasarjana UKWMS itu mengatakan jihad adalah berusaha atau berjuang dengan sungguh-sungguh karena itu makna jihad itu bukan kekerasan atau teror, melainkan kesungguhan dalam seluruh aspek kehidupan.

“Konsep keberagamaan yang jarang diungkap adalah bekerja itu juga ibadah karena ibadah bukan cuma salat. Tidak banyak yang tahu Imam Syafii itu pedagang botol dan Syeikh Abdul Qadir Jaelani itu peternak kuda. Jadi, salat itu ibadah, tetapi bekerja juga ibadah,” katanya.

Ditanya faktor penentu pesantren entrepreneur, dia menyebutkan ada dua, yakni kiai-preneur dan santri-preneur. Namun, faktor paling menentukan adalah kiai-preneur karena kiai memiliki posisi sentral dalam pesantren.

“Oleh karena itu, kiai juga harus berubah, bukan hanya dimintai nama anak oleh seorang ibu, diminta mengobati sakit, ditanya solusi masalah keluarga, tetapi kiai sudah waktunya memiliki wibawa spiritual sekaligus wibawa ekonomi,” katanya.

Tentang kemungkinan pesantren entrepreneur akan menjadi gerakan kapitalisasi pesantren, dia mengatakan bahwa hal itu akan dapat dicegah bila konsep ekonomi diberi nilai-nilai spiritual, di antaranya ekonomi itu bukan soal materi semata, melainkan ibadah, apalagi Allah juga lebih suka mukmin yang “kuat” (ekonomi).

“Sebagai pendiri pesantren agrobisnis yang sekarang memproduksi kopi berkualitas ekspor itu, kami serius dengan konsep pesantren entrepreneur, bahkan kami sudah menggagas konsep ‘one pesantren one product‘ untuk Kemenag, Kemenkop, dan Kemendag. Kalau itu terwujud, ekonomi kerakyatan akan berkembang,” katanya.

ANTARA

October 29, 2016

Pembelian Sukhoi Su-35 Terkendala ToT dan Produksi Bersama

Kelihatannya SAAB lebih menjanjikan..

 

29 Oktober 2016

Pesawat tempur Su-35 (photo : neftegaz)

Kontrak pembelian Sukhoi Su-35 bisa terkendala ToT dan produksi bersama

Jakarta (ANTARA News) – Kepastian Sukhoi Su-35 akan hadir di hanggar TNI AU menggantikan F-5E/F Tiger II masih belum terjadi. Laman rbth.indonesia, Jumat, menyatakan, negosiasi harga dan transfer teknologi bisa menjadi faktor penghalang keputusan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35.

Gelaran industri pertahanan Indo Defence 2016 akan menjadi arena baru penawaran pesawat tempur pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron Udara 14 TNI AU. Kompetisi antara JAS-39 Gripen dari Saab (Swedia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military), dan Sukhoi Su-35 (Rosoboronexport, Rusia), akan dibuka kembali.

Semula gencar disebut-sebut bahwa Sukhoi Su-35 akan menjadi pengganti F-5E/F Tiger II itu dan kepastian kontrak pembelian akan dilaksanakan pada paruh kedua 2016 ini.

Namun, harga yang ditawarkan dan skema serta jenis transfer teknologi yang diberikan Rusia untuk membangun bersama pesawat tempur itu di Indonesia menjadi hal yang masih mengganjal.

Karena itulah Indonesia kemudian mengundang dua kontestan lain untuk mengirim proposal resmi mereka dalam program penggantian F-5E/F Tiger II ini.

Laman www.defenseworld.net, Selasa (27/10), melaporkan, pemerintah Indonesia saat ini menegaskan hanya membeli benda dan peralatan perang dari luar negeri jika ada transfer teknologi dan produksi bersama.

Sumber Rusia yang dikutip pada Singapore Air Show 2016 lalu, menyatakan, jumlah unit Sukhoi Su-35 yang akan dibeli Indonesia masih sangat sedikit untuk memungkinkan mereka memberi kedua hal itu, yaitu transfer teknologi dan produksi bersama.

Indonesia berencana membeli hanya delapan atau paling banyak 12 unit Sukhoi Su-35.

Dibandingkan dengan pesaingnya, Saab pada Indo Defence 2016 kali ini akan membawa simulator JAS39 Gripen ke Jakarta.

Pesawat tempur Su-35 (photo : defence.ru)

Direktur kampanye JAS39 Gripen, Magnus Hagman, menyatakan, biaya operasional JAS39 Gripen hanya 4.700 dolar Amerika Serikat alias hanya 10 persen ketimbang biaya operasional Sukhoi Su-35.

Faktor pembiayaan pasca pembelian (perawatan dan operasional) sangat krusial untuk jangka menengah dan panjang. Pula pada pola dan prioritas operasionalisasi pesawat tempur.

Sejak tahun lalu, Saab telah menegaskan komitmen mereka untuk memberi transfer teknologi kepada Indonesia dalam skala yang menguntungkan kedua belah pihak. Brazil telah menempuh cara ini, seiring kontrak pasti pembelian 36 unit JAS39 Gripen NG, yang hanggar produksinya telah dibangun di Brazil.

Selain tawaran transfer teknologi, Saab juga menawarkan produksi bersama JAS39 Gripen dan pelatihan bagi ahli aeronautika Indonesia dalam mengintegrasikan sistem-sistem dalam pesawat tempur.

Hal ini diharapkan dapat berperan besar dalam program pembuatan pesawat terbang tempur buatan Indonesia, IFX.

Walau berukuran paling mungil dan bermesin tunggal —Sukhoi Su-35 dan Eurofighter Typhoon berukuran besar dan bermesin ganda— JAS39 Gripen sudah diintegrasikan dengan peluru kendali udara ke permukaan RBS 15 untuk menghajar target di darat dan permukaan laut.

Ditambah dengan radar AESA maka daya gentar dan kemampuannya diyakini semakin meningkat. Sukhoi Su-35 mengembangkan radar pasif, PESA.

(Antara)

October 29, 2016

400 WNI Pendukung ISIS Akan Pulang ke Indonesia, Ini Langkah BNPT

lha ngapain diijinkan pulang.. bukannya mereka sudah membakar paspor RI ????

Jika gerombolan (400 orang ) ini pulang yang ada mereka bikin kekacauan dan menyebar benih kebencian kedengkian.. Makin cilaka saja negeri Ini..Sudah biarkan saja mereka mati bersama junjungannya  Abu Bakar Bagdadi di Mosul /Raqqa

 

Jumat, 28 Oktober 2016 | 13:52 WIB
IhsanuddinKepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius mengenakan Jeans saat menghadap Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius mengatakan, tercatat lebih dari 50 WNI anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kembali ke Indonesia.

Mereka pulang kampung karena terdesak operasi militer Pemerintah Irak untuk merebut Kota Mosul.

BNPT memperkirakan masih ada 400 WNI lagi yang berada di sana dan akan pulang ke Indonesia jika ISIS terus terdesak oleh pasukan Irak.

“Kami sudah lapor kepada Presiden ada sekitar 50-an sudah kembali dan masih di sana ada sekitar 400 lebih,” ujar Suhardi, seusai menghadap Presiden, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Suhardi mengakui, BNPT tidak bisa begitu saja menindak anggota ISIS yang pulang ke Indonesia.

(Baca: Wiranto: 53 WNI Pendukung ISIS Diajak Kembali ke Jalan yang Benar)

Sebab mereka hanya membawa paham ajaran ISIS, tidak melakukan tindakan teror.

“Yang dibawa paham loh, ada di dalam kepala. Kalau secara fisik berbuat (teror) kita bisa lihat. Tapi kalau paham kita tidak bisa,” ujar Suhardi.

BNPT, kata Suhardi, hanya dapat melakukan pengawasan terhadap pergerakan mereka.

Jika terdeteksi melakukan tindakan teror, BNPT akan mengambil tindakan.

“Kita ikuti, tentunya dengan sentuhan yg sifatnya pendekatan. karena tidak ada hukumnya,” kata dia.

Sembari melakukan upaya pengawasan, BNPT juga akan terus menjalankan berbagai program-program deradikalisasi.

(Baca: Terdesak Serangan Irak, Anggota ISIS Asal Indonesia dan Australia Pulang Kampung)

Saat ini, kata Suhardi, BNPT tengah menggarap program deradikalisasi dengan 17 kementerian untuk menutup kemungkinan penyebaran paham radikalisme.

Selain itu, program deradikalisasi BNPT juga akan melibatkan mantan-mantan pimpinan kelompok jihad.

Menurut Suhardi, cara tersebut efektif karena pada umumnya masyarakat akan lebih mendengar tokoh-tokoh pimpinan itu.

+++++
Hehe… Wir wir..  orang orang ini sudah rusak isi kepalanya.. sulit untuk kembali ke jalan yang benar… lebih baik dimusnahkan saja lah.. atau kirim ke USA  pak.

Wiranto: 53 WNI Pendukung ISIS Diajak Kembali ke Jalan yang Benar

Kamis, 27 Oktober 2016 | 18:14 WIB
AHMAD AL-RUBAYE / AFPPasukan Irak yang berada di Al-Shourah, 45 kilometer dari kota Mosul, bergerak menuju kota itu untuk merebutnya dari tangan ISIS.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah pendekatan terhadap 53 warga negara Indonesia pendukung ISIS yang kembali dari Irak dan Suriah.

Sebanyak 53 orang tersebut kembali ke Indonesia setelah kelompok teroris ISIS semakin terdesak akibat operasi militer Pemerintah Irak untuk merebut Kota Mosul.

Mosul merupakan wilayah negara Irak yang telah berada di bawah kekuasaan ISIS sejak bulan Juni 2014.

(baca: Terdesak Serangan Irak, Anggota ISIS Asal Indonesia dan Australia Pulang Kampung)

“Mereka yang kembali tidak dibiarkan begitu saja. Sejauh ini BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) telah melakukan soft approach. Mereka (53 WNI) diajak kembali ke jalan yang benar,” ujar Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Wiranto meminta seluruh masyarakat tetap waspada terkaitpenyebaran paham radikalisme.

(baca: Pasukan Irak Kian Dekat ke Mosul, Teroris ISIS “Cukur Jenggot”)

Menurut dia, pada era modern di mana kecanggihan teknologi terus berkembang, paham radikalisme ISIS lebih mudah menyebar.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran paham radikalisme di era sekarang ini. Paham radikalisme mudah menyebar,” kata Wiranto.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius sebelumnya mengakui ada 500 WNI yang bergabung dan berperang bersama ISIS di Suriah. Sebanyak 70 orang meninggal dan 53 orang kembali ke Indonesia.

“Sekarang ini ada 500 orang di Suriah sana dan ada sekitar ada 70-an orang yang meninggal dan ada 53 orang yang kembali ke indonesia. Ini akan jadi permasalahan juga buat kita,” ujar Suhardi saat ditemui di kantor Kepala Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

(baca: Perwira Tinggi Militer AS: 800-900 Militan ISIS Dibunuh di Irak Utara)

Suhardi mengatakan, ke-53 orang yang baru kembali dari Suriah tentu akan membawa masalah jika tidak ditangani oleh pemerintah.

Saat ini, kata Suhardi, BNPT tengah menggarap program deradikalisasi dengan 17 kementerian. Pemerintah berupaya menutup kemungkinan penyebaran paham radikalisme.

“Contohnya bagaimana merangkul mereka, menjadikan anak-anaknya sebagai anak asuh, kemudian untuk keluarganya diberikan kewirausahaan,” kata Suhardi.

Selain itu, program deradikalisasi BNPT juga akan melibatkan mantan-mantan pimpinan kelompok jihad.

Menurut Suhardi, cara tersebut efektif karena pada umumnya masyarakat akan lebih mendengar tokoh-tokoh pimpinan itu saat berbicara mengenai dampak negatif dari kelompok radikal.

“Kalau kami yang bicara belum tentu didengar, tapi kalau sudah mantan pimpinan jihad yang bicara, pasti didengar,” ungkapnya.

October 29, 2016

Tuntut Ahok Diproses Hukum, Fadli Zon Berencana Ikut Unjuk Rasa di Istana

Fadli Zonk , Amien Rasis eh Rais dari dulunya memang satu baskom sama gerombolan radikal ekstrimis  . Kasus Ahok, ssepertinya dijadikan ajang untuk  menemukan kembali eksponen radikal ini ..   Coba banyak kasus konyol koruptif yang merugikan umat Islam , mulai dari kasus si Gatot Brajamusti, si Kanjeng Taat Pribadi ( berkolaborasi dengan tokoh MUI), PT GTIS (  berkolaborasi dengan elit MUI) kok pada diem aja.. senyap… hehe… Itu jelas merugikan  daripada celotehan si Ahok.. Kapan negeri ini bisa maju jika selalu dibajak oleh  kelompok pendengki radikal ini.

Jumat, 28 Oktober 2016 | 17:59 WIB
KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon bakal turun bersama para pengunjuk rasa, yang menuntut proses hukum terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyitir ayat di kitab suci Al Quran.

Unjuk rasa yang dinamakan “Aksi Bela Islam” itu rencananya digelar di depan Istana Negara, Jumat (4/11/2016) pekan depan. Aksi ini diinisiasi ormas keagaamaan seluruh Indonesia.

 

“Kalau bersama rakyat dan umat saya siap turun untuk menuntut penegakan hukum yang seadil-adilnya secara imparsial,” kata Fadli saat menerima perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, yang dipimpin oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab di Kompleks DPR, Jumat (28/10/2016).

(Baca: Fadli Zon Minta Bareskrim Segera Tindak Lanjuti Laporan Terkait Ahok)

Fadli menyatakan unjuk rasa terkait pernyataan Ahok, tak terkait pilkada.

Unjuk rasa itu, menurut Fadli, murni menyangkut penegakan hukum yang dirasa berpihak.

Itu, kata Fadli, tampak dari sikap Polri yang hingga saat ini tak kunjung memanggil Ahok untuk diperiksa. Ahok sempat datang ke Bareskrim untuk mengklarifikasi atas inisiatifnya, bukan dipanggil Bareskrim.

“Nanti masyarakat biar menyampaikan aspirasinya, saya selaku Pimpinan DPR bersama rakyat Insya Allah turun bersama menyampaikan aspirasi bersama,” lanjut Fadli.

(Baca: JK: Ahok Jangan Ngomong Terlalu Banyak Lah…)

Unjuk rasa terhadap pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu sudah terjadi beberapa pekan lalu. Sebelumnya, Jumat (14/10/2016), massa dari ormas keagamaan berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Mereka menuntut Ahok untuk diproses hukum terkait pernyataan yang menyitir surat Al Maidah ayat 51.

October 29, 2016

GMF Resmi Menjadi Pusat Logistik Berikat

Kapan ya perusahaan ini IPO.. GMF mungkin lebih menarik daripada sang induknya..

beritasatu.com

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia berpartisipasi dalam acara Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung selama 3 hari (19-21 Oktober 2016) tersebut juga merupakan peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) tahap II di mana GMF AeroAsia menerima fasilitas tersebut dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

GMF merupakan penerima fasilitas PLB dalam bidang aviasi satu-satunya di Indonesia. Di hari pertama keikutsertaan GMF dalam pameran logistik dan supply chain ini, selain diresmikan sebagai Pusat Logistik Berikat, GMF juga menyepakati kerjasama dengan beberapa strategic partner diantaranya Airbus untuk managed inventory, DB Schenker untuk supply aircraft material dan Alliance 21 untuk aktivitas shipment dalam rangka mendukung kecepatan perawatan pesawat.

Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa GMF telah melewati beberapa proses administrasi dan teknis yang menjadi prasyarat dari Ditjen Bea dan Cukai.

“Tentunya dengan pemberian fasilitas ini kami berharap GMF dapat menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia,” kata Juliandra melalui siaran pers, Rabu (19/10).

Bermacam fasilitas yang ditawarkan oleh PLB GMF AeroAsia adalah dengan melayani kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area trading logistik dalam industri aviasi. Just in Time project menjadi mudah dan proses dwelling time dapat ditekan menjadi 24 jam maksimal sehingga kebutuhan komponen pesawat dapat tersedia dengan cepat.

Juliandra menambahkan, fasilitas ini menguntungkan bagi maskapai yang melakukan maintenance karena kecepatan distribusi material menjadi fokus utama dari pelaku bisnis MRO (maintenance, repair, and overhaul). Keberadaan PLB bagi GMF AeroAsia memiliki beberapa keuntungan bagi pelaku industri aviasi, diantarannya dengan fleksibilitas dapat dimiliki oleh GMF, pemasok dan importir komponen material.

Fleksibilitas yang dimaksud di sini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta para pelaku industri aviasi di sini akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat. Selain itu, keuntungan bagi GMF selaku penerima fasilitas PLB disini adalah meminimalisir Turn Around Time untuk pengerjaan perawatan pesawat terbang.

“GMF berharap dapat berkontribusi dalam memastikan kelaikan pesawat terbang,” tegas Juliandra.

Sebagai perusahaan MRO terbesar di Indonesia yang memiliki visi menjadi Top 10 MROs in the world di tahun 2020, GMF AeroAsia terus berkembang sesuai dengan target yang ditetapkan. Fasilitas PLB merupakan nilai tambah tersendiri bagi GMF, karena dengan berbagai macam kemudahan fasilitas yang ditawarkan nantinya para maskapai customer GMF akan menjadikan GMF sebagai strategic partner dalam hal perawatan pesawat terbang.

“GMF diharapkan akan mampu untuk bersaing masuk ke dalam 10 besar dunia di tahun 2020 setelah saat ini di tahun 2016 menempati posisi 17 besar dunia,” tutup Juliandra.

Investor Daily

Thresa Sandra Desfika/YUD

October 29, 2016

Indonesia Tak Pernah Minta Hambali Dipulangkan

sampah ini biar saja di”bakar” di negeri paman sam, biar mati jompo di penjara kafir daripada  pulang bikin bom dan kekacauan.. Indonesia kalau nggak bisa membereskan gerombolan radikal lebih baik ekspor saja mereka ke negeri kafir deh..

KAMIS, 27 OKTOBER 2016 | 20:00 WIB

Indonesia Tak Pernah Minta Hambali Dipulangkan

Hambali

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Andy Rachmianto menegaskan pemerintah Republik Indonesia tidak pernah menyampaikan permintan resmi kepada Amerika Serikat untuk pemulangan dalang kasus Bom Bali, Hambali.

Hambali, pria berusia 52 tahun itu sempat diisukan akan keluar dari penjara teroris di Teluk Guantanamo, Kuba, berkaitan dengan rencana Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengosongkan penjara tersebut.

“Yang diupayakan pemerintah via Kedutaan Besar RI Washington DC adalah akses kekonsuleran untuknya,” ujar Andy saat dikonfirmasi Tempo, Kamis, 27 Oktober 2016.

Menurut Andy, proses peradilan terhadap Hambali telah dimulai. Pengacara yang ditunjuk oleh otoritas Amerika Serikat pun didatangkan untuk proses peradilan tersebut. Dia mengatakan, proses pengadilan itu sejalan dengan keputusan Pemerintah Amerika Serikat untuk menutup penjara Guantanamo dan mengembalikan sejumlah tahanan. “Tidak termasuk Hambali,” ujar Andy.

Andy menjelaskan, kalaupun ada permintaan resmi untuk pemulangan Hambali akan sulit dikabulkan. Sebanyak 17 orang yang menjadi sisa tahanan di Camp Delta, Guantanamo, adalah tahanan yang diberi level khusus oleh otoritas Amerika Serikat. “Belum tentu dikabulkan karena dia (Hambali) dipandang sebagai tahanan High Risk atau Hard Core.”

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, peradilan terhadap Hambali merupakan proses yang menjadi urusan internal Amerika Serikat. Namun pemerintah Indonesia tetap mengikuti secara seksama perkembangan yang ada. “Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar RI di Washington DC senantiasa berkomunikasi untuk pemenuhan hak kekonsulerannya,” ucapnya melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 27 Oktober 2016.

Pemerintah Amerika Serikat kabarnya sudah menolak permohonan pembebasan Hambali. Badan khusus di Guantanamo, yaitu Periodic Review Boards masih menilai Hambali sebagai ancaman yang serius.

Hambali alias Encep Nurjaman alias Riduan Isamuddin ditangkap di Ayutthya, Thailand, pada 11 Agustus 2003 silam. Dia dicokok saat merencanakan serangan ke gedung tempat digelar Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasifik di Bangkok.

Hambali dibawa ke Camp Delta, Guantanamo, pada 2006. Permohonan bebasnya diajukan pada pertengah Agustus 2016, karena mendengar rencana Obama mempercepat pengosongan Camp Delta.
YOHANES PASKALIS

October 28, 2016

BUMN Dapat Suntikan Modal Puluhan Triliun di 2 Tahun Jokowi-JK, Ini Hasilnya

Effisiensi dan efectifitas pelayanan publiknya masih jauuuh… Mendingan BUMN yang nggak jelas ditutup saja. deh.. Uang pajak saya dihambur hambur untuk bayar gaji komisaris titipan Mr Presiden Joko cs… Sial bener rajin bayar pajak.. eh dipakai untuk bayarin begundal begundal partai di BUMN..dan ngemplang pajak dapet amnesti pajak pula..  2 tahun Presiden Joko.. Indonesia makin mirip “banana republik “..
Selasa 25 Oct 2016, 16:24 WIB

Maikel Jefriando – detikFinance
BUMN Dapat Suntikan Modal Puluhan Triliun di 2 Tahun Jokowi-JK, Ini HasilnyaFoto: Rachman Haryanto
Jakarta – Selama dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi-JK, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) atau suntikan modal yang cukup besar. Untuk 2015 saja, suntikan modal yang diberikan mencapai Rp 41 triliun.

Apa hasilnya?

“Tahun 2015 PMN kita Rp 41 triliun, nah di 2015 capex (capital expenditure/belanja modal) yang kita lakukan dan terealisasi adalah Rp 219 triliun,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Pada 2016, BUMN juga kembali mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 44,38 triliun. Akan tetapi hingga sekarang belum terealisasi.

“Di 2016 kita mempunyai komitmen untuk investasi atau mengeluarkan investasi kira-kira Rp 410 triliun. memang PMN sampai sekarang belum turun, kita harapkan akhir tahun bisa turun,” ujarnya.

Tahun depan, BUMN tidak lagi mendapatkan suntikan modal. Rini meyakini investasi BUMN tidak akan menurun. Justru akan naik menjadi Rp 550 triliun.

“Kita sudah berikan komitmen untuk investasi itu. Pada 2017 komitmen kita Rp 550 triliun. Ini yang sebetulnya selain dari APBN, pembangunan atau pertumbuhan ekonomi dapat dirorong oleh infrastruktur dari BUMN,” terang Rini.

Investasi dari BUMN sangat penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur di dalam negeri dan berdampak terhadap perekonomian secara keseluruhan.

“Memang ini bukan infrastruktur seperti jalan tol ataupun bandara, tapi juga elektrifikasi, jaringan transmisi, gardu induk dan tahun 2015 yang kita harapkan adalah beberapa proyek PLN juga akan diselesaikan yang power plant gas yang mobile,” pungkasnya. (mkl/ang)

October 27, 2016

Bangga! Dalam Hal Ini Militer China Akui Kehebatan Prajurit TNI

Indonesia harus minta jatah lagi dong buat kontingen perdamaian PBB. Selama ini kontingen PBB didominasi oleh tentara Bangladesh, Pakistan, dll.. Prestasi ciamik Indonesia bisa jadi bahan pertimbangan..

Kagum lihat kemampuan zeni TNI.., kenapa tidak digunakan untuk membangun pulau terluar di Indonesia.. Banyak pulau terluar tidak punya akses lapangan terbang, pelabuhan, jalan dan listrik. Siapa tahu TNI juga bisa membangunt pembangkit tenaga listrik dari enerji terbarukan.. wah.. Itu mungkin makin top dan buat negara lain (malaysia) pasti iri hehe…

 

 

Share on Facebook
Tweet on Twitter

komandan-china-puji-kehebatan-pasukan-tni-selesaikan-tugas

Laut China Selatan, sempat menjadi saksi ketegangan antara Indonesia dan China. Dan slama ini d tingkat dunia China juga dikenal sebagai negara dengan kekuatan militer besar.

Namun di Republik Demokratik Kongo, komandan pasukan asal China tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat pasukan TNI.
Dilansir dari Merdeka, Pasukan zeni TNI di Kongo sedang bertugas di bawah bendera PBB. Salah satu tugasnya adalah membangun jalur pacu bandara Mavivi.

“Saya dapat melihat secara langsung bagaimana Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco melaksanakan pekerjaan pembangunan Base Course Runway Bandara Mavivi pada malam hari. Melihat hasil yang telah dicapai sampai dengan saat ini (92,77%), saya selaku Force Engineering merasa puas dan kagum terhadap kinerja yang dicapai oleh Kontingen Kompi Zeni TNI,” kata Letkol Miao Jian.

Letkol Miao Jian berasal dari China dan menjabat sebagai Force Engineering Head Quarter Monusco (Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) yang merupakan atasan seluruh Kontingen Zeni yang terdapat di Monusco.

Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco yang berjumlah 175 personel terdiri dari TNI AD, AL dan AU di bawah pimpinan Letkol Czi Sriyanto.

Pernyataan yang disampaikan Letkol Miao Jian bukan tanpa alasan, karena dia sangat memahami terdapat banyak rintangan dan kendala ataupun keterbatasan yang dialami Pasukan Garuda dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan Base Course Runway Bandara Mavivi ini.

“Satgas Kompi Zeni TNI dengan segala kemampuan teknis yang mereka miliki didukung dengan manajemen personel yang baik serta semangat kerja yang tinggi mampu melaksanakan pekerjaan pembuatan Base Course Runway Bandara Mavivi tersebut dengan standar tinggi,” tuturnya.

Menurut Letkol Miao Jian, alokasi waktu yang diberikan kepada Kompi Zeni TNI dalam proyek pembuatan Base Course ini adalah 130 hari.

84_big

Namun istimewanya, Satgas Kompi Zeni TNI baru menggunakan 90 hari kerja, akan tetapi diperkirakan pekerjaan tersebut akan mampu diselesaikan kurang lebih dalam waktu 7 hari lagi. Perkiraan tersebut sangat beralasan, apabila melihat persentase progres hasil pekerjaan harian rata-rata yaitu 0,98%.

Letkol Miao Jian yang didampingi oleh Letda Czi Paskalis Bensin (Danton TOB) juga menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi sangat positif atas dedikasi yang sudah dilaksanakan oleh Kontingen Indonesia.

“Setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan kepada Satgas Kompi Zeni TNI baik yang berupa tugas key, major maupun minor dapat diselesaikan dengan sempurna dan lebih cepat dari waktu yang diperkirakan,” ujarnya.

Di akhir peninjauannya dan akan meninggalkan lokasi pekerjaan, Force Engineering HQ Monusco Letkol Miao Jian menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh personel Kontingen Indonesia.

“Seandainya semua bekerja seperti Kontingen Indonesia,” katanya penuh harap.

October 26, 2016

TNI AD Jajaki Tawaran Kendaraan Angkut Arisgator

kenapa nggak bmp eks russia saja ya ? terbukti yang buatan rusia sdh dipakai 60 tahun masih bisa berfungsi baik…

25 Oktober 2016

Arisgator kendaraan varian M113 berkemampuan amfibi (photos atas ke bawah : Chosun, ARIS, Snafu, Angkasa)

TNI AD Akan Beli Kendaraan Angkut Arisgator, Apa Hebatnya?

TNI AD sedang dalam proses mengakuisisi kendaraan angkut pasukan M113, yang jika ditotal jumlahnya akan mendekati 200 unit, atau setara dengan kekuatan untuk tiga batalion mekanis. Pertanyaan selanjutnya, apa yang akan dilakukan dengan M113 tersebut?

M113 sendiri memang ikonik. Digunakan secara meluas sejak Perang Vietnam, kendaraan angkut pasukan ini terkenal bandel, mudah dirawat, dan cocok digunakan di medan berlumpur maupun di jalan raya. Daya apungnya juga sangat bagus, karena bentuknya yang kotak dan sederhana.

Bicara soal daya apung, satu-satunya kekurangan M113 hanya sistem propulsinya yang terlalu sederhana. Walaupun bisa mengapung di permukaan air, kecepatannya relatif rendah karena hanya mengandalkan gerakan dari rantainya saja. Andaikan M113 bisa bergerak cepat di dalam air, tentu kendaraan angkut pasukan darat ini bisa jadi hidup di dua alam sebagai kendaraan angkut pasukan amfibi.

Nah, pemikiran inilah yang melandasi modifikasi yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan Italia bernama ARIS (Applicazioni Rielaborazioni Impianti Speciali) SpA dalam konsep Arisgator. Ide dasarnya adalah modifikasi dan pembenahan pada M113 pada sektor daya apung dan propulsi sehingga M113 dapat bersalin rupa menjadi kendaraan pendarat amfibi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada sejumlah kit modifikasi yang disiapkan, yaitu moncong tambahan pada M113 berbentuk haluan kapal (atau malah moncong buaya) yang berisi gabus dan karet khusus yang ringan dan dapat meningkatkan daya apung, plus panel pembelah ombak yang dapat dibentangkan saat mengarung air. Panel tambahan serupa yang ditempelkan di bagian belakang kendaraan yang sekaligus menjadi rumah bagi sistem waterjet. Kotak penambah daya apung serupa dapat dipergoki di sisi kiri-kanan Arisgator.

Pada bagian atas, exhaust atau knalpot dipanjangkan dengan menggunakan snorkel pada sisi kanan atap. Grille untuk lubang masuk udara mesin juga diberi penutup yang lebih tinggi dari kendaraan agar tidak kemasukan air pada saat mengarungi permukaan sungai dan laut.

Untuk sistem propulsi di dalam air, dua buah propeller hidrostatik dipasang di bagian belakang bawah dengan ukuran yang besar, yang mampu mendorong kendaraan dengan kecepatan 5 knot di permukaan air. Sistem propeller ini dapat digerakkan secara independen untuk membuat Arisgator berbelok saat bermanuver di permukaan air.

Kemampuan amfibi yang prima tersebut membuat Arisgator dapat digunakan untuk melakukan operasi pendaratan amfibi, dilepaskan dari kapal LPD untuk kemudian berenang, mencapai permukaan, dan bertempur. Modifikasi Arisgator sendiri tidak mempengaruhi kemampuan manuvernya di darat jika dibandingkan dengan M113. Untuk urusan persenjataan juga sama, Arisgator hanya menyediakan sistem kubah dan dudukan dengan dinding penahan cipratan ombak, plus dudukan untuk senapan mesin M2HB atau pelontar granat 40mm Mk19 Mod 0.

Secara keseluruhan, M113 yang bersalin rupa menjadi Arisgator boleh dibilang mirip dengan kendaraan pendarat amfibi LVTP-7, namun berukuran lebih mini. Sosoknya jelas bertambah panjang dibandingkan M113 yang berbentuk bak kotak sabun, dan kemampuan amfibinya jadi cocok untuk operasi pendaratan amfibi ataupun operasi di alur sungai dan muaranya sehingga Weka makin suka.

Di Italia, Arisgator diberi nama resmi VAL dan digunakan oleh Batalion San Marco dari Resimen Pendarat AL Italia. Di Indonesia, konsep Arisgator sudah beberapa kali ditawarkan ke TNI AD, terhitung sejak awal tahun 2000. Seiring dengan akuisisi M113 oleh TNI AD, kabarnya saat ini  sedang dijajaki kembali mengenai kesesuaiannya dengan kebutuhan TNI untuk dukungan operasi mekanis.

(Angkasa)