Pemerintah dan DPR Sepakati Pembelian Satelit Militer


Koran  Tempo
KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, Arsil Tanjung, mengklaim parlemen dan pemerintah telah menyetujui pengajuan anggaran Kementerian Pertahanan untuk membeli satelit militer dari perusahaan asal Prancis, Airbus Defense and Space, senilai US$ 699 juta atau setara Rp 9,08 triliun. Total anggaran itu lebih rendah dibanding pengajuan awal Kementerian Pertahanan pada pertengahan Agustus lalu, yaitu US$ 849,3 juta atau Rp 11,05 triliun.

“Ini sudah turun tiga kali hingga mencapai angka itu. Kementerian Keuangan sudah menyetujuinya. Mereka akan menghitung-hitung angka pasti yang bisa dialokasikan saat kondisi keuangan negara seperti saat ini,” kata Arsil di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin.

Rencana pembelian satelit militer muncul dari Rapat Kabinet Terbatas di Istana Negara pada 4 Desember lalu. Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi untuk mengamankan slot orbit satelit di titik 123 bujur timur yang ditinggalkan Satelit Garuda-1 akibat kebocoran bahan bakar. Selain itu, satelit milik PT Asia Cellular Satelit yang mengorbit sejak 12 Februari 2000 tersebut memang sudah masuk masa akhir sewa, yaitu pada 2015.

Hak slot orbit tersebut akan hilang jika pemerintah tak memberikan sewa atau meluncurkan satelit sendiri dalam kurun waktu tiga tahun. Pemerintah kemudian memutuskan untuk memberikan slot orbit tersebut kepada Kementerian Pertahanan untuk kepentingan militer. Rencananya, satelit militer tersebut akan mengorbit pada awal 2019.

“Sebelum satelit jadi dan meluncur, pemerintah akan memikirkan cara bagaimana mengirimkan satelit untuk mengisi orbit agar tak kosong,” kata Arsil. “Bisa menyewakan orbit ke perusahaan atau menyewa satelit untuk pemerintah. Itu diputuskan nanti.”

Menurut Arsil, Indonesia harus memiliki satelit sendiri yang digunakan untuk kepentingan militer, sehingga ada jaminan keamanan dan kerahasiaan. Selama ini, menurut dia, militer menggunakan transponder dari salah satu satelit umum yang mengorbit di Indonesia, seperti Satelit Palapa B4 milik PT Telkom. “Kalau sudah punya satelit sendiri, nantinya operasional juga dipegang militer atau Kementerian Pertahanan. Tak akan mudah lagi disadap, dibocorkan, atau dibobol datanya oleh negara lain,” kata dia.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, membantah lembaganya telah menyetujui alokasi anggaran tahun jamak untuk pembelian satelit militer senilai US$ 699 juta. Menurut dia, Kementerian Pertahanan hingga saat ini belum menyampaikan rencana pembelian secara detail ke Kementerian Keuangan. Hal itu termasuk rencana penyewaan satelit untuk mengisi sementara orbit 123 bujur timur.

“Kegiatan dan anggaran satelit tersebut di pemerintah masih dibahas di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Kami masih melihat perkembangan hasil pembahasan ke depan,” ujar Askolani.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menolak membeberkan perkembangan proses pembahasan proyek satelit militer. Dia mengklaim tak ikut campur dalam penentuan spesifikasi, jenis, harga, dan proses pengadaan satelit tersebut. Kementerian, menurut dia, hanya bertugas menjalin komunikasi dengan International Telecommunication Union tentang kepastian pemerintah Indonesia tetap mengisi orbit 123 bujur timur.

Namun, menurut Rudiantara, orbit 123 bujur timur adalah satu dari delapan slot orbit di dunia yang bisa digunakan untuk satelit L-Band. Satelit tipe ini, menurut dia, selain untuk komunikasi militer, dapat digunakan untuk berbagai kerja pemerintah, seperti monitoring, penanganan bencana, dan eksplorasi sumber daya alam.

“Kalau tidak diisi, nanti akan diambil negara lain dan sulit mendapatkannya lagi,” kata Rudiantara setelah rapat dengan Komisi Pertahanan DPR, kemarin. ANGELINA ANJAR SAWITRI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: