Bekraf Tutup 44 Situs Pembajakan Musik dan Film, Ini Efeknya  


SELASA, 11 OKTOBER 2016 | 17:05 WIB

Bekraf Tutup 44 Situs Pembajakan Musik dan Film, Ini Efeknya  

ilustrasi. (123rf.com)

TEMPO.COJakarta – Satuan Tugas Anti-Pembajakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menutup puluhan situs daring pembajak film dan musik pada 2015. Ketua Satgas Ari Juliano Gema mengatakan langkahnya tak hanya efektif untuk menurunkan lalu lintas (traffic) pengguna, tapi juga mengurangi penyebaran pornografi dan iklan judi.

Ari mengatakan ada 22 situs dengan konten ilegal pada bidang musik dan 22 situs pada bidang film yang diblokir pada 2015. Kebanyakan dari mereka disponsori iklan judi dan pornografi. “Dengan traffic yang hancur, tak ada lagi iklan yang mau,” katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2016.

Tanpa iklan, Ari mengatakan, situs tersebut akan kesulitan berdiri kembali. Pasalnya, memasangserver untuk konten ilegal tak murah biayanya.

Melihat sepak terjang Satgas, pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sektor selain film dan musik meminta Bekraf memperluas jangkauannya. Dari hanya merangkul sektor film, musik, dan aplikasi serta permainan, Satgas kini berfokus pada 16 sektor.

Sektor ekonomi kreatif tersebut adalah aplikasi dan permainan, developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, dan fashion. Selain itu, ada film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.

Satgas dibagi menjadi tiga kelompok kerja, yaitu pengaduan, pengawasan, dan edukasi publik. Dua kelompok pertama bertugas membantu pelaku ekonomi kreatif untuk melaporkan karyanya yang dibajak kepada aparat penegak hukum. Kelompok edukasi publik nantinya tak hanya menyasar pelaku ekonomi kreatif, tapi juga masyarakat umum pengguna karya bajakan.

Ari berharap Satgas bisa membantu pertumbuhan ekonomi kreatif. Pada 2015, ekonomi kreatif tumbuh sekitar 7 persen. Ia juga berharap Satgas bisa menambal pemasukan negara yang menurun akibat pertumbuhan pada sektor migas dan pertambangan yang melemah.

VINDRY FLORENTIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: