ABK Filipina Pakai Ktp Palsu


Klasik Indonesia…busuknya birokrasi dan mental pejabat doyan duit tapi sok suci.. .. Nggak usah ABK Filipina, buruh / tukang pacul dari China / india, Somalia, dll  juga sama aja, tahu tahu sudah bekerja  di Indonesia
Koran Tempo
EKONOMI_DAN_BISNIS
KAMIS, 13 OKTOBER 2016

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menduga ada keterlibatan sejumlah pejabat dalam kasus kepemilikan kartu tanda penduduk Republik Indonesia yang dimiliki oleh sejumlah nelayan asal Filipina. Dikutip dari Antara, kemarin, Susi meminta semua pejabat atau aparat yang terkait dengan proses pengadaan dan pemalsuan KTP segera menyerahkan diri. “Nelayan asal Filipina juga diharapkan dapat segera menyerahkan diri agar dapat kembali ke negaranya,” kata Susi.

Susi mengatakan banyak perusahaan di sentra perikanan nasional yang mempekerjakan nelayan asal Filipina. Hal ini menyebabkan munculnya pengangguran di sejumlah daerah penghasil ikan, seperti di Bitung, Sulawesi Utara. Susi memperkirakan ada 6.000 anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di kawasan perairan Indonesia timur. Untuk saat ini, pusat penahanan di Bitung menampung 360 ABK Filipina yang tertangkap dan segera dideportasi.

Sebelumnya, petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap delapan kapal asing lantaran memburu ikan secara ilegal. Dari dua kapal bernama Kapal Motor (KM) D’VON dan KM Triple D-00, petugas menemukan 22 ABK asal Filipina yang memiliki KTP palsu. Kemarin, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menetapkan salah seorang pejabat asal Bitung yang diduga menerbitkan KTP palsu untuk ABK Filipina tersebut.

Kepada Antara, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim, mengatakan pemerintah harus memeriksa dokumen keimigrasian nelayan Filipina di Sulawesi Utara. “Sudah terjadi praktek kawin-mawin di perbatasan Republik, maka upaya yang bisa dilakukan adalah memeriksa dokumen keimigrasiannya,” kata dia. Menurut Halim, setelah memeriksa dokumen keimigrasian, hal lain yang dapat dilakukan adalah menawarkan pencabutan dokumen imigrasi Filipina dan menggantinya dengan kewarganegaraan Indonesia sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Undang-Undang yang berlaku di Tanah Air.

Halim memperkirakan ada lebih dari 2.000 nelayan Filipina yang menikahi wanita Sulawesi Utara. Untuk itu, kata dia, pengusutan dugaan nelayan Filipina yang memegang KTP RI harus dilakukan dengan hati-hati karena menyangkut kehidupan keluarga. FERY F

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: