Pengangkatan Archandra … episode 2 oleh Presiden Joko


Presiden Joko sepertinya tidak mau kehilangan muka, gagal melantik Archandra Tahar  (AT)jadi menteri..gara gara urusan  WNA pemegang paspor USA.. Setelah diutak atik oleh  menteri Luhut (LBP) dan Yasonna Laoly.. dapet lagi WNI.. Sekarang dilantik jadi Wakil Menteri.. weleh weleh… Joko..Ada apa sih dengan AT sampai segitunya “akali ” jadi menteri ESDM yang sangat strategis. Saya sendiri sudah sangat tidak bisa percaya pada figur AT, alasannya sangat sederhana.. : AT telah berbohong kepada rakyat Indonesia dan kepada Presiden Joko.. soal kewarganegaraannya dia.. Bayangkan urusan kewarganegaraan saja sudah berbohong apalagi urusan yang lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak..   Yang kedua : soal kehebatan dan kejeniusan AT yang konon pegang banyak paten.. Sudah dicek oleh banyak kawan di USA.. urusan paten di USA adalah hal yang lumrah dan nyaris biasa saja. tidak ada yang wah..AT baru bisa dibilang hebat jika paten nya itu layak secara  komersial dan dihargai sangat mahal.. Contoh orang Indo yang punya paten  itu ya presiden RI no3 : BJ Habibie.., mana ada pesawat di dunia ini tidak memakai hasil patennya BJ Habibie.. Kembali ke AT.. apa ada perusahaan minyak dunia yang pakai patennya dia ??? Liihat website perusahaan dan kantornya saja bisa dbilang AT adalah pemilik perusahaan kecil di Texas USA, karena harga minyak lagi hancur  spt sekarang perusahaan mnyak dan gas milik AT ya makin megap megap rindu order.. Rejeki nomplok AT ya ketika ada kawannya dari ITB ( yang konon adalah sepupu presiden Joko) menawarkan posisi menteri ke AT. Kalau ditolak ya sangat bodohkhan.. Jika dia menolak tawaran jadi menteri mungkin saya akan berdecak kagum dan angkat topi buat AT.. Tapi ternyata sekarang AT, mirip pedagang asongan yang lagi sepi jualannya.. ada tawaran menarik ya langsung sikaaat, dan urusan administrasi bisa belakaangan.. toh gw diajak sama sepupu Presiden. Selamat bertugas Pak Jonan , semoga integritas anda  tidak luntur karena didampingi oleh mister AT…

Setiap malam saya berdoa buat Indonesia, kenapa negeri ini kok sial terus nya mendapatkan pemimpin. Kapan Indonesia punya pemimpin bangsa /pemerintah macam Lee Kwan Yew  nan pintar, bersih dan tegas. Sekalinya ada pemimpin bisa tegas macam si Ahok , tapi yang ada malah diancam dibunuh oleh si Habib Riziek, Amien Rais  dan  gerombolan radikal (teroris) yang mengatas namakan agama..

 

++++++

Fadli Zon: Pengangkatan Arcandra Tahar Terkesan Memaksakan

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 18:51 WIB

TEMPO.CO, Jakarta  – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menilai pengangkatan Arcandra Tahar menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral terkesan memaksakan. Pasalnya, status kebangsaan Arcandra menurutnya  masih bermasalah.

“Saya kira (pengangkatan) agak memaksakan. Supaya tak kehilangan muka, mungkin ya,” kata Fadli saat ditemui di lahan penggusuran Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 Oktober 2016.

Status Arcandra yang sempat menjadi warga negara Amerika Serikat, ujar Fadli, seharusnya diluruskan dulu. Untuk menjadi seorang warga negara Indonesia, prosedur yang dilakukan mesti melewati dulu proses di DPR.

Sedangkan dalam kasus Arcandra, pengangkatan dia menjadi WNI hanya disahkan lewat Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM saja. Fadli berujar seharusnya pengangkatan seseorang menjadi WNI bisa dilakukan dengan proses naturalisasi atau anugerah. Keduanya harus lewat DPR terlebih dahulu. “Harus ada persetujuan dari DPR,” kata Fadli.

Mekanismenya, kata Faldi, pertama-tama nama seseorang yang ingin menjadi WNI harus diajukan dan dibahas di Komisi X DPR RI. Oleh Komisi X nama itu dibawa ke sidang paripurna dan diputuskan di sana.

Dalam kasus Arcandra, Fadli mengatakan DPR tak menerima sama sekali permohonan itu. Menurutnya  jika  ternyata dalam proses itu melanggar hukum, bisa jadi prosesnya  terhenti. “Kalau ada (pelanggaran), bisa saja digugurkan (kewargamegaraannya). Bukan kami tak suka, tapi ini tentang menegakan hukum,” kata dia.

Pada reshuffle jilid 2, Arcandra terpilih menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. Namun baru sebulan lebih menjabat, Arcandra mengundurkan diri karena tersangkut masalah kewarganegaraan. Kursi sementara Menteri ESDM dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman.

Dua hari lalu, Presiden Joko Widodo mengangkat Ignasius Jonan menjadi Menteri ESDM yang baru. Arcandra Tahar, yang sebelumnya memegang jabatan itu, didapuk menjadi Wakil Menteri ESDM.

EGI ADYATAMA

+++++

Jadi Wakil Menteri, Arcandra Dinilai Dapat Privilege

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 13:40 WIB
Jadi Wakil Menteri, Arcandra Dinilai Dapat Privilege  
Menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kanan) dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar menjalani pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 14 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Hakim Agung Bagir Manan menilai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai privilege yang luar biasa. Pasalnya, setelah publik menilai ia mengalami stateless, pemerintah langsung memulihkan status kewarganegaraannya.

“Beruntung jadi orang pintar karena hukum bisa (dibuat) fleksibel,” ucap Bagir dalam seminar Implikasi Hukum Pemberian Kewarganegaraan Ganda di Indonesia, Jakarta, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Baca lainnya: Cuaca Ekstrem, 35 Daerah di Jawa Timur Siaga Bencana

Menurut Bagir Manan, pemerintah mesti jujur menjelaskan kasus kewarganegaraan Arcandra Tahar, apakah terjadi karena kecerobohan pemerintah atau karena faktor lain. Pasalnya, lanjut Bagir, bagi beberapa pihak persoalan status kewarganegaraan menyangkut tentang integritas.

Presiden Joko Widodo memilih mengangkat kembali Arcandra menjadi pejabat negara. Setelah diberhentikan sebagai Menteri Energi, Arcandra kini menjabat Wakil Menteri Energi.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Susi Dwi Harijanti, menambahkan, kasus penyelesaian Arcandra bisa menjadi preseden buruk. Tidak menutup kemungkinan akan ada diaspora atau warga negara Indonesia yang mempunyai dwi-kewarganegaraan menuntut perlakuan serupa. “Bisa ada Arcandra-Arcandra lainnya,” katanya.

Simak juga: Kongres PSSI Diundur, Kemenpora: Bukan Bentuk Intervensi

Susi menjelaskan bila merujuk kepada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Pasal 23 ayat I, mestinya proses penyelesaian status Arcandra tidak melalui jalan pintas. “Dia harus menjalani proses naturalisasi,” ucapnya.

Ia menilai bagi Indonesia persoalan rezim kewarganegaraan dibangun karena proses dekolonisasi dan nation building. Tak aneh, ucapnya, bila isu nasionalisme dan kesetiaan terasa lebih kental dalam kasus Arcandra.

ADITYA BUDIMAN

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: