Soal ” Sultan Agung” penggandaan uang


Gimana Indonesia mau maju, jika kaum yang terdidiknya saja masih percaya “menggandakan uang ” atau “mengada ada” uang  dan hal hal klenik (yang sangat tolol dan bodoh )
Nah MUI kok diem saja yaa.. mungkin karena salah satu  petinggin  Kanjeng Dimas itu anggota dewan MUI. MUI sekarang lebih doyan berpolitik dan mengganyang Ahok, tapi lupa urusan umat ! Umat Muslim di Indonesia sangat rentan untuk jadi korban penipuan  dan perekrutan alirans sesat ISIS ( Aman Abdulrahman cs)
Jumat 21 Oct 2016, 22:53 WIB

‘Sultan Agung’ Dimas Kanjeng: Dia Bukan Menggandakan, Tapi Mengadakan Uang

Nathania Riris Michiko – detikNews
Sultan Agung Dimas Kanjeng: Dia Bukan Menggandakan, Tapi Mengadakan UangFoto: Nathania Riris Michiko/detikcom
Jakarta – Fenomena Padepokan Taat Pribadi pimpinan Dimas Kanjeng seakan belum berakhir. Setelah MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat dan menyesatkan pada padepokan tersebut, tidak sedikit pengikutnya yang mulai berkomentar dan membela sang guru.

Salah satu pengikut Dimas Kanjeng yang mulai angkat bicara terkait keberadaan padepokan yang bisa “menggandakan” uang tersebut adalah Hasmiyati. Hasmiyati sendiri dalam struktur padepokan menduduki posisi yang cukup penting yaitu ‘Sultan Agung’.

Dalam acara konferensi pers bersama kuasa hukum Dimas Kanjeng, Henry Indraguna, Hasmiyati mengatakan bahwa sang guru bisa mengadakan bukan menggandakan uang. Bahkan dirinya sangat yakin tidak ada penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng dalam “mengadakan” uang.

“Dia (Dimas Kanjeng) memperlihatkan pada kita (muridnya) semua. Dia berdiri, berputar balik lalu diangkat-angkat bajunya, tidak ada (tidak menyembunyikan uang). Sampai dia diangkat bajunya kan tidak ada, sampai kursinya dibolak-balik kan tidak ada uangnya. Tapi bagaimana dia kepada dirinya memerintahkan langsung (untuk mengadakan uang),” kata Hasmiyati kepada wartawan di La Piazza, Kelapa Gading, Jakut, Jumat (21/10/2016).

“Itu kan sudah lihat dihambur-hamburkan tidak habis-habis, ini sudah buktinya,” tambahnya.

Hasmiyati mengaku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Dimas Kanjeng untuk menghadirkan uang ke depan para pengikutinya. Namun dirinya yakin dalam waktu 1 jam, Dimas Kanjeng bisa mengadakan uang sebanyak Rp 24 miliar.

“Ya tergantung dari dia berapa lama (mengadakan uang),” ujar Hasmiyati.

“Pada saat Ibu menyaksikan, totalnya menghasilkan Rp 24 miliar dalam 1 jam betul?” tanya seorang wartawan.

“Iya betul,” jawab Hasmiyati singkat.

Hasmiyati juga mengamini perkataan salah satu pengikut Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim. Marwah dalam keterangannya selalu mengatakan bahwa Dimas Kanjeng bisa mengadakan uang bukan menggandakan uang.

“Bukan penggandaan ya, tapi mengadakan. Kalau penggandaan nomor serinya sama, jadi tidak ada yang uang asli. Mengadakan dan penggandaan berbeda ya. Buktinya saja itu uang negara,” tutupnya.

(jor/jor)

Gelar Konferensi Pers, Kuasa Hukum ‘Asli’ Bawa 2 Pengikut Setia Dimas Kanjeng

Nathania Riris Michiko – detikNews
Gelar Konferensi Pers, Kuasa Hukum Asli Bawa 2 Pengikut Setia Dimas KanjengFoto: Nathania Riris Michiko/detikcom
Jakarta – Kuasa hukum Dimas Kanjeng menggelar konferensi pers terkait kebenaran kasus penggandaan uang yang menimpa pemilik padepokan tersebut. Mengaku sebagai kuasa hukum yang sesungguhnya, Hendy Indraguna membantah bahwa kliennya telah melakukan penipuan dan percaya pada kemampuan gaib Dimas Kanjeng.

“Banyak sekali gosip mengaku-ngaku, yang asli kuasa hukumnya adalah kami, kami akan tunjukkan kuasa yang asli dari Kanjeng Dimas baik dari kasus penipuannya maupun pembunuhannya,” kata Hendry Indraguna di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2016).

Hendry menyebutkan bahwa hasil investigasi kuasa hukum Dimas Kanjeng selama 10 hari sangat berbeda dengan pemberitaan di media massa. Meski tidak bicara hal gaib, namun pihak Hendry meyakini apa yang dilakukan Dimas Kanjeng adalah benar dan bukan tipuan.

“Hari ini kita akan memberitahukan bahwa menurut hasil investigasi di lapangan tidak seperti yang diberitakan selama ini tapi kami sebagai pengacara tidak boleh mengatakan tentang goib karena nanti kami dibilang pengacara gila, ah pengacara itu membela yang bayar,” kata Hendry.

Tak sendiri, dalam konferensi pers tersebut Hendry membawa serta pengikut setia Dimas Kanjeng bergelar Sultan Agung, yaitu Ibu Hasmiati dan Robi Darmawan. Meski awalnya takut diperiksa polisi namun Hendry berhasil meyakinkan mereka untuk datang ke konferensi pers tersebut.

“Kami pastikan mereka yang lihat langsung prosesi tentang pengadaan uang, emas-emasan dan masih banyak lagi yang mereka lihat dan mereka bisa bersumpah demi Allah dia bersumpah dan sampai hari ini mereka mengatakan 100% mereka percaya pada Kanjeng karena Allah,” ungkap Hendry.

Hendry pun mempersilakan bagi para media apabila ada yang ingin bertanya langsung tersebut mengenai prosesi pengadaan uang, berlian hingga motor pada kedua Sultan Agung.

“Semua para santri mereka mau bicara apa adanya tapi takut biarlah sekarang mereka yang bicara lansung membuktikan bahwa tidak seperti yang ada di media,” kata Hendry.
(jor/jor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: