Jepang Kucurkan Kredit untuk PLTGU Tanjung Priok


PLTU bakalan obsolete… dan bank internasional sudah tidak ada yang mau membiayai..  Knapa karena PLTU adalah penyebab pemanasan global alias sumber bencana global. Gobloknya PLN masih doyan membangun PLTU dan PLTD di seluruh Indonesia..
JUM AT, 21 OKTOBER 2016

JAKARTA – Bank milik pemerintah Jepang, Japan Bank for International Corporation (JBIC), kembali merealisasi komitmen pembiayaan untuk proyek infrastruktur di Indonesia. JBIC menjadi pemimpin sindikasi bank yang membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tanjung Priok di Jakarta Utara berkapasitas 800 megawatt dengan nilai US$ 437 juta.

Bersama dengan bank-bank lain, JBIC mengucurkan pinjaman US$ 310 juta. Pinjaman swasta itu dikucurkan kepada PT PLN (Persero) sebagai pemilik proyek. Sisa pembiayaan berasal dari PLN. “Ini kedua kalinya pembiayaan yang kami lakukan tanpa jaminan pemerintah Indonesia,” kata Presiden Direktur JBIC, Tadashi Maeda, setelah meneken perjanjian pinjaman di kantor Kementerian Keuangan, kemarin.

JBIC pertama kali mengucurkan pinjaman swasta alias tanpa jaminan pemerintah Indonesia dalam proyek PLTU Lontar di Tangerang, Banten. Presiden Joko Widodo melakukan ground breaking proyek pembangkit listrik berkapasitas 315 MW pada Juli lalu. Menurut Maeda, JBIC juga membiayai PLTU batu bara di Batang. Maeda mengklaim pinjaman JBIC jauh melampaui pinjaman Bank Dunia kepada Indonesia yang mencapai US$ 1,7 miliar. “Setiap tahun komitmen pembiayaan kami rata-rata US$ 1-2 miliar,” kata Maeda.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Barat, Murtaqi Syamsuddin, mengatakan skema pinjaman bank luar negeri tanpa jaminan pemerintah kini menjadi alternatif pendanaan yang menguntungkan. Untuk pinjaman JBIC tersebut, tenornya selama 15 tahun. “PLN juga tidak terkena negative carry,” kata Murtaqi.

JBIC juga diuntungkan dengan mengucurkan pinjaman tanpa jaminan pemerintah Indonesia. Maeda mengaku belajar dari kekalahan Jepang saat berebut megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan Cina. “Saat itu, tawaran kami lebih murah secara biaya. Tapi kami berkeras minta jaminan,” ujar Maeda.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan sejumlah lembaga penjaminan dan infrastruktur sedang menggodok proyek-proyek lain yang bisa didanai JBIC. Menurut Suahasil, Jepang juga tertarik memberikan pinjaman untuk proyek sosial. PUTRI ADITYOWATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: