Polri Lacak Jejaring Online Teror Tangerang


Program deradikalisasi gagal total selama gerombolan radikal (HTI,FPI, FUI  dll) masih dibiarkan bebas  berkeliaran di dunia nyata maupun dunia maya.
Koran Tempo
SABTU, 22 OKTOBER 2016

JAKARTA – Tim digital forensik Kepolisian RI terus menelusuri jaringan Sultan Azianzah, pelaku teror terhadap pos polisi di Cikokol, Tangerang, Banten. Pelacakan jejak Sultan di dunia maya dilakukan karena pria 22 tahun itu diketahui memiliki akun daring, seperti blog dan website. “Pelaku pernah bekerja sebagai programmer dan web designer di sebuah perusahaan bidang teknologi informasi,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, di kantornya kemarin.

Boy mengatakan tim digital forensik juga sedang berupaya mengklon telepon seluler milik Sultan Azianzah. “Diduga di handphone banyak komunikasi dengan pihak luar yang mencurigakan,” kata Boy, yang juga memastikan Sultan Azianzah merupakan bagian dari sel Aman Abdurrahman. Aman saat ini tengah menjalani hukuman di LP Nusakambangan.

Serangan oleh Sultan Azianzah terjadi Kamis lalu, sekitar pukul 07.30. Dia menusuk tiga polisi yang mendapatinya baru menempelkan stiker bergambar lambang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di tiang pos polisi Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol.

Tiga polisi korban tersebut, seorang di antaranya Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Komisaris Efendi, selamat dan dirawat di RS Siloam, Karawaci, Tangerang. Namun Sultan, yang tertembak di bagian perut dan paha, akhirnya tewas dalam perjalanan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kemarin, jenazahnya dimakamkan di TPU Sodong Tigaraksa, Tangerang.

Menurut Boy, tim Detasemen Khusus 88 menyita sejumlah barang bukti di rumah orang tuanya di Lebak Wangi, Kelurahan Sepatan, Tangerang. Beberapa material di antaranya diduga merupakan bahan bom pipa, seperti aluminium, baterai, potongan pipa beraneka ukuran, dan serbuk potasium sulfur. “Potasium biasanya untuk bahan peledak, baterai sebagai pemicu.”

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mensinyalir Sultan kerap berkomunikasi via Internet dengan kelompok-kelompok pendukung ISIS. “Dia suka online dengan website-website yang dimiliki oleh ISIS. Termasuk chatting dengan kelompok ISIS langsung,” kata Tito di RS Siloam Karawaci, kemarin. Tito menduga Sultan juga berhubungan dengan kelompok Bahrun Naim, salah satu anggota kelompok Aman Abdurrahman yang ditengarai telah berada di Suriah.

Kemarin, sebagaimana dilansir Channel News Asia, ISIS, melalui kantor beritanya, Amaq, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pos polisi Tangerang. DEWI SUCI | AYU CIPTA (TANGERANG) | AGOENG

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: