Rizieq Shihab Tersinggung oleh Pernyataan Jokowi, Kenapa?


kagak suka Ahok.. sah sah aja.. tapi nggak usah bawa agama atau bergabung dengan gerombolan radikal (ISIS, diduga ikut nunggangi aksi 4 Nov)…bikin malu saja.. contoh Si Ratna Sarumpahet..

Coba yang mau bela Islam abis abisan ini apa sudah menerapkan ajaran junjungan Nabi  secara konsekwen ???  Saya nggak yakin.. mulut mereka saja pada bau comberan dan dompet mereka juga penuh dengan uang haram.

 

 

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 22:38 WIB
Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Ratna Sarumpaet, dan Bachtiar Nasir (memegang mic) dalam konferensi pers terkait aksi 4 November 2016, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 1 November 2016. TEMPO/Diko Oktara

TEMPO.CO, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab mengatakan Presiden Joko Widodo tendesius dalam mengeluarkan pernyataan terkait rencana unjuk rasa 4 November 2016. Rizieq mengaku tersinggung oleh sejumlah pernyataan Jokowi.

“Presiden bilang demonstrasi hak demokrasi, tapi bukan hak untuk memaksakan kehendak dan merusak, terus terang saya tersinggung,” kata Rizieq saat menggelar pertemuan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa 1 November 2016.

BACA: Jokowi: Demo FPI Jangan Paksakan Kehendak

Rizieq menjelaskan meski Presiden mengakui hak masyarakat untuk melakukan demonstrasi, namun ada tendensi kalau aksi 4 November 2016 akan memaksakan kehendak dan akan merusak. “Kami katakan aksi ini adalah aksi bela Islam, dan ini aksi damai.”

Rizieq menuturkan kalau aksi ini merupakan aksi untuk mendorong penegakan hukum, terutama dalam kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. “Jadi bukan aksi untuk merusak.”

Menurut Rizieq, justru Presiden Joko Widodo yang secara demonstratif menunjukkan perilaku yang melindungi pelanggar hukum. Apa yang diucapkan Rizieq ini, kemudian disambut dengan kalimat takbir Allahu Akbar dari peserta forum.

Rizieq juga mengkritik sikap Presiden yang, menurut dia, sigap dalam menyikapi aksi 4 November, namun tidak bersikap saat Ahok melakukan tindakan yang diduga sebagai penistaan agama. “Tak satu kata pun Presiden berikan sikap,” ucap dia.

DIKO OKTARA

14915221_1150115468357529_5653416138667170570_n

 

+++++

 

PBNU: ISIS Diduga Tunggangi Pilkada DKI Jakarta

SELASA, 01 NOVEMBER 2016 | 20:02 WIB

PBNU: ISIS Diduga Tunggangi Pilkada DKI Jakarta  

Tiga Pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat; dan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.COJakarta – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Ishomuddin menduga kuat pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta didomplengi kelompok radikal ISIS. “Sangat mungkin ISIS menunggangi pilkada yang seharusnya damai,” katanya di Jakarta, Selasa, 1 November 2016.

Menurut Ahmad, kekhawatiran tersebut muncul lantaran ada sekitar 50 warga negara Indonesia simpatisan ISIS yang kembali dari Suriah ke Indonesia. Kembalinya mereka pun diduga untuk bergabung dalam unjuk rasa 4 November 2016. Sedangkan unjuk rasa tersebut berkaitan erat dengan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ahmad mengatakan aparat penegak hukum harus menindak tegas apabila puluhan simpatisan ISIS tersebut menumpang dalam demo Jumat pekan ini. Sebab, gerakan itu tak hanya akan terjadi di Jakarta, tapi juga berlangsung di daerah. “Saya kira ini ada pihak yang saya tidak tahu siapa, yang ingin mengacaukan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Meski begitu, Ahmad menuturkan bahwa pihaknya bersama Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia telah sepakat bahwa umat Islam dianjurkan untuk tidak ikut berunjuk rasa. Alasannya demi menjauhkan dari kerusakan yang lebih besar. Jangan sampai terjadi perpecahan di Indonesia hanya karena demonstrasi.

Ahmad menyadari bahwa demonstrasi tak bisa dipisahkan dari demokrasi. Ia mengimbau agar umat Islam yang berdemo berjalan tanpa menimbulkan korban dan mempercayai pemerintah agar memproses Ahok yang dianggap menistakan agama Islam. “Sehingga tidak ada pemaksaan kehendak.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: