Jokowi Sebut Realisasi Proyek 35.000 MW Masih Minim, Ini Respons PLN


jaman Esbeye..kebanyakan calo project. 2 tahun mangkrak memang karena sulit dapet pembniayaan  untuk PLTU !  Ingat PLTU yang bikin pemanasan global .. lembaga keuangan dunia sudah menutup pintu untuk pembangunan project PLTU.. paling bank Jepang dan China yang masih “tertarik”

PLN juga kurang “kreatif” dan malas untuk beralih ke energi terbarukan.. Lihat berapa subsidi solar yang di”nikmati” oleh PLN..

PLN harus direformasi total ala pertamina.. biar menjadi perusahaan enerji yang mumpunilah.. sekarang bikin malu Indonesia saja !

 

Kamis 03 Nov 2016, 13:47 WIB

Michael Agustinus – detikFinance
Jokowi Sebut Realisasi Proyek 35.000 MW Masih Minim, Ini Respons PLNFoto: Lamhot Aritonang
Jakarta – Dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden pada 1 November 2016 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan realisasi investasi dari program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW) masih sangat kecil. Padahal banyak investor yang tertarik.

Program ini sudah berjalan cukup lama, yaitu 2 tahun. Sehingga seharusnya, menurut Jokowi pembangunan sudah terlihat signifikan.

Terkait hal ini, Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, menjelaskan banyak proyek pembangkit yang kontrak jual-beli listriknya (Power Purchase Agreement/PPA) sudah ditandatangani tapi belum bisa dimulai karena berbagai masalah.

Ada yang pembebasan lahannya belum beres. Kemudian Independent Power Producer (IPP) banyak yang belum mendapat kepastian dana (financial close) karena proyek pembangkitnya belum mendapat Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) dari pemerintah.

Ada juga yang PPA-nya baru diteken karena aturan harga sumber energi primer dari pemerintah kurang ideal. Misalnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang, formulasi harga batu bara baru diubah pemerintah pada September 2016.

Setelah itu, PLN baru mau menandatangani PPA dengan IPP PLTU mulut tambang.

“Banyak yang sudah tanda tangan PPA belum selesai financial close, ada 9.300 MW. Masalahnya terkait pembebasan lahan, lalu ada beberapa IPP yang mensyaratkan SJKU dan itu perlu waktu di pemerintah. Ada 7.800 MW pembangkit batu bara mulut tambang, harusnya harganya business to business, aturan baru direvisi September 2016 kemarin,” ujar Nicke dalam Forum BUMN 2016 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Selain pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi untuk 35.000 MW juga menghadapi tantangan besar. PLN kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk mengerjakan transmisi.

“Transmisi tidak kalah seru, manpower untuk mengerjakan transmisi ternyata kurang. Kita harus mengerjakan 120 proyek. Shortcut-nya adalah PLN melakukan pelatihan, kita juga harus invest alat-alat,” tukasnya.

35.000 MW sudah 41%

Nicke menggarisbawahi, sebaiknya progress proyek 35.000 MW tidak hanya diukur dari jumlah pembangkit listrik yang sudah jadi dan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD).

Ibarat membangun sebuah kompleks perumahan, dari 100 rumah baru ada 1 rumah yang selesai dibangun. Tapi rumah-rumah yang lain juga sedang dibangun, ada yang sedang dibuat desainnya, ada yang sedang dicarikan pendanaannya, ada yang sudah setengah jadi, dan sebagainya.

Rumah-rumah yang belum jadi ini sama dengan pembangkit yang sedang dibangun, harus dihitung juga dalam progres. Belum selesai dibangun bukan berarti tidak ada progres. Kalau yang sudah dibebaskan lahannya, baru mulai konstruksi, sudah setengah jadi ini juga dikalkulasi, menurut Nicke kemajuan program 35.000 MW sudah 41%.

“Kalau dilihat dari berapa MW yang COD ya memang kecil. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan sudah 41%. Pak Presiden sudah sangat paham,” tutupnya.

Menurut data PLN yang dipresentasikan dalam rapat dengan Komisi VII DPR pada 13 Oktober 2016 lalu, berikut progresterbaru pembangunan pembangkit listrik di program 35.000 MW:

Porsi PLN

Perencanaan 3.056 MW (32%)
Pengadaan 3.199 MW (33%)
Konstruksi 3.215 MW (33%)
Commercial Operation Date/COD 168 MW (2%)

Porsi Independent Power Producer (IPP)

Perencanaan 3.954 MW (15%)
Pengadaan 7.775 MW (29%)
Sudah kontrak Power Purchase Agreement (PPA) tapi belum konstruksi9.790 MW (36%)
Konstruksi 5.501 MW (20%)
Commercial Operation Date/COD 64 MW (hns/hns)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: