PT Dirgantara Indonesia Gandeng Korea Bikin Jet Tempur


JUM’AT, 04 NOVEMBER 2016 | 17:06 WIB

PT Dirgantara Indonesia Gandeng Korea Bikin Jet Tempur

Pilot Uji PTDI, Esther Gayatri Saleh melakukan pengecekan pada Pesawat N219 sebelum uji coba terbang ke dua di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat. 23 Desember 2015. Esther juga ikut terlibat dalam proses awal produksi pesawat saat pembuatan desain. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung – PT Dirgantara Indonesia dan Korea Aerospace Industries (KAI) menjajaki kerjasama pengembangan pesawat KFX/IFX yang diproyeksikan sebagai pesawat tempur generasi 4,5. Menurut Manajer Kolaborasi Industri, Divisi Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Direktorat Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia, Wahyu Rudy Dewanto, jet tempur ini setingkat dibawah F-35 buatan Amerika Serikat.

Menurut Wahyu, selain merancang pesawat tempur, kerja sama kedua lembaga akan lebih luas lagi. Korea Aerospace saat ini bergerak di industri satelit, pengembangan pesawat tanpa awak, pesawat latih tempur, hingga helikopter. “Kami segera merampungkan pembahasan tahun ini atau minimal tahun depan,” ujarnya di kantor PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jumat 4 November 2016.

Baca:PT Dirgantara Indonesia Siap Produksi Drone Canggih

Wahyu merinci, di antara kerja sama yang sedang dijajaki adalah pengembangan fasilitas MRO (maintenance, repair dan overhaul) misalnya. PT Dirgantara akan menjadi perusahaan resmi yang ditunjuk Korea Aerospace untuk melayani pengerjaan pemeliharaan, perbaikan dan overhaul, hingga modifikasi dan upgrading pesawat tempur buatan Korea Aerospace yakni T50i Golden Eagle, dan pesawat latih KT1B. Pada pembahasan awal, PT Dirgantara akan menjadi perusahaan resmi yang akan merawat pesawat T50i yang kini dimiliki oleh TNI Angkatan Udara.

Baca: Peminat Pesawat N219 Berlimpah, Nasir Belum Gagas Ekspor

Sementara perjanjian joint sales marketing itu ditujukan untuk saling memperluas pemasaran pesawat produksi masing-masing. Perluasan kerja sama juga termasuk rencana pengembangan bersama peswat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang lebih moderen.

Saat ini PT Dirgantara tengah mengembangkan pesawat terbang tanpa awak Wulung hasil pengembangan BPPT dan Balitbang Kementerian Pertahanan. Pesawat tanpa awak Wulung itu telah mengantungi sejumlah sertifikasi dan siap diproduksi masal.

Nota kesepahaman atau MoU perluasan kerjasama PT Dirgntara dan Korea Aerospace tersebut ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgangara Indonesia Budiman Saleh dengan Senior Executive Vice President and General Manager Research and Development Group Division, Jang Sung Sub pada Rabu, 3 November 2016, di sela ajang Indo Defence yang digelar di Jakarta International Expo, Jakarta. Penandatangan itu disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, CEO Korean Aerospace Industries Ha Sung Yong, serta Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young.

Kerjasama ini merupakan pengembangan program KFX/IFX yang direncanakan berlangsung 10 tahun mulai tahun 2016 ini. Pesawat tempur generasi 4,5 dengan kode KFX/IFX itu ditargetkan rampung 2021, dan memasuki fase produksi pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan jet tempur Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam siaran persnya, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, perusahaannya akan mengirim secara berkala engineernya ke Korea Selatan untuk mendisain bersama pesawat tempur dalam program KFX/IFX. “Kami akan mengirim 200 sampai 300 orang ke Korea,” kata dia dalam siaran pers Kamis, 3 November 2016.

AHMAD FIKRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: