Pengebom di Depan Gereja Samarinda Anggota Teroris JAD Kaltim


 

Bajingan ISIS , Al Qaida, dan lain lain masih berkeliaran  di daerah.. Belum lagi alumni Syria..
Konyolnya pelaku pernah di penjara karena urusan terorisme pula. Jelas penjara bukan solusi buat pelaku terorisme.  Program “deradikalisasi ” belum kena sasaran, karena lembaga lembaga “tukang kompor” permusuhan dan perpecahan macam MMI, HTI, FPI dan MUI belum pernah diminta pertanggungan jawabnya  dan masih dibiarkan saja menyebar kebencian terhadap sesama.   Lihat saja statement MUI, hanya bisa kasih ” kutukan basi”,  sembari mengompori untuk meng”kafir” kan orang lain .
Pebriansyah Ariefana
Minggu, 13 November 2016 | 14:18 WIB
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar [suara.com/Welly Hidayat]
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar [suara.com/Welly Hidayat]

Pelaku sudah diamankan berinisial J.

  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Suara.com – Petugas Polres Samarinda menangkap pelaku yang diduga melemparkan bom molotov ke Gereja Oikumene Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur.

“Pelaku sudah diamankan berinisial J,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Boy mengatakan J diduga terkait jaringan teroris kelompok JAD Kalimantan Timur yang memiliki koneksi dengan jaringan Anshori Jawa Timur. Boy menuturkan polisi akan mendalami motif dan kegiatan J terkait pelemparan bom molotov tersebut.

Sebelumnya, ledakan diduga berasal dari bom molotov terjadi di Gereja Oikumene Jalan Dr Cipto Mangunkusumo Samarinda Kalimantan Timur pada Minggu sekitar pukul 11.30 WITA. Sedikitnya empat orang terluka ledakan yang berasal dari sebuah tas diduga berisi bom molotov yang dilempar pelaku J.

Sementara empat orang terluka dalam ledakan itu yang sebagian anak-anak dan balita telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. (Antara)

++++++++++++++++++

JAKARTA, KOMPAS.com – Empat orang balita menjadi korban pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Akibat ledakan diduga bom, 4 orang anak balita mengalami luka bakar,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Pol Agus Rianto Agus melalui keterangan tertulisnya, Minggu.

Keempat balita tersebut adalah IO, AA, TH, dan AK. Mereka berada di luar gereja saat J, pelaku, melempar bom molotov sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu ibadah sedang berlangsung di dalam gereja.

Menurut Agus, keempat korban saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Abdul Muis.

(Baca: Ketua Komisi VIII Minta Polisi Usut Tuntas Teror di Samarinda)

Selain mengakibatkan korban luka,  peristiwa itu juga mengakibatkan kerugian materil berupa empat unit sepeda motor rusak berat.

Polisi telah menangkap pelaku pelemparan bom. Pelaku langsung dibawa ke kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda untuk diperiksa.

(Baca: Pelempar Bom Molotov di Gereja Samarinda Diduga Terkait Kelompok JAD Kaltim)

Sementara tim Gegana dan satuan reserse sedang melakukan olah TKP di gereja tersebut.

“Pelaku sudah berhasil ditangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh polresta. Sedangkan tim gegana dan reserse sedang lakukan olah TKP,” kata Agus.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang tengah berada di lokasi dan mengamankan sisa barang bukti.

 

+++++++++

Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja Samarinda

MINGGU, 13 NOVEMBER 2016 | 14:51 WIB

Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja Samarinda  

Juhanda alias Jo (depan), Muhammad Maulana Sani alias Maulana alias Alan alias Asaf (belakang kanan) dan Mugianto. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Samarinda – Pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene Sengkotek Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tergolong tindak pidana terorisme. Itu sebabnya, kasus ini ditangani Detasemen Khusus 88/Antiteror Markas Besar Kepolisiaan RI.

“Personil Densus sedang meluncur ke Samarinda untuk menangani kasusnya,” kata Kepala Polres Samarinda Komisaris Besar Setyobudi Dwi Putro hari ini, Minggu, 13 November 2016. Polisi di daerah, akan membantu penyidikan J, tersangka pelaku pengeboman.

Setyobudi menerangkan, personil Densus 88 akan mengintograsi tersangka J di kantor Polres Samarinda. J sebelumnya dikeroyok warga setelah melempar bom molotov ke parkiran gereja. J dicokok ketika melarikan diri dengan menerjuni Sungai Mahakam, di seberang gereja. “Kami nantinya membantu penyidikan.”

Menurut informasi dari Mabes Polri, pelaku adalah Juhanda alias Jo, 32 tahun. Dia mantan narapidana kasus teror bom buku 2011 di Tangerang, bersama Pepi Fernando.

Baca:
Enam Teroris Bom Buku Jalani Sidang Perdana Hari Ini
Buku Rumus Kimia Bom di Rumah Komplotan Pepi

Setyobudi mengatakan, belum mengetahui motif tersangka melakukan pengeboman yang melukai lima jemaah Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda. Dia juga belum bisa memastikan J dari kelompok mana. “Semuanya masih dalam penyidikan polisi,” ujarnya.

Ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda terjadi sekitar pukul 10.10 Wita. Sebagian jemaah masih dalam gereja melaksanakan ibadah sedangkan sejumlah di antaranya berada di area parkiran kendaraan. Tiba tiba ada seorang pria tidak dikenal mengenakan kaos dan celana hitam melemparkan satu jenis bom molotov. Bom ini langsung meledak serta melukai sejumlah korban.

 

 

Minggu 13 Nov 2016, 11:58 WIB

Bom Di Gereja Samarinda

Ini Penampakan di Depan Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom Molotov

Herianto Batubara – detikNews
Ini Penampakan di Depan Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom MolotovFoto: Ledakan bom di Gereja Samarinda (William Maliki/detikcom)

Samarinda – Ledakan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur. Begini suasananya usai terjadi ledakan:

Jemaat Gereja Oikumene di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sedang beribadah. Tiba-tiba sekitar pukul 10.30 WITa ledakan terjadi.

Ini Penampakan Suasana Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom MolotovFoto: Ledakan bom di Gereja Samarinda (William Maliki/detikcom)

Dari foto-foto yang dikirimkan saksi mata William Maliki, asap putih tebal nampak membumbung di halaman depan gereja. Sejumlah motor terlihat hancur berantakan.

Jemaat gereja nampak berhamburan keluar gereja. Akibat peristiwa ini, menurut William, setidaknya ada 5 orang anak yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Tiga orang di antaranya disebut luka parah.

Ini Penampakan Suasana Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom MolotovFoto: Ledakan bom di Gereja Samarinda (William Maliki/detikcom)

“Anak-anak itu sedang bermain di luar gereja saat ibadah tengah berlangsung,” ujar William saat dihubungi detikcom lewat telepon.

Ini Penampakan Suasana Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom MolotovFoto: Ledakan bom di Gereja Samarinda (William Maliki/detikcom)

William menyebut, jemaat gereja dan warga telah meringkus seorang pria yang diduga melempar bom molotov itu. Kapolda Kaltim Irjen (Pol) Safaruddin saat dikonfirmasi detikcom lewat telepon membenarkan bahwa pelaku sudah ditangkap.

Ini Penampakan Suasana Gereja Oikumene Samarinda Usai Ledakan Bom MolotovFoto: Pelempar bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda ditangkap (Foto: Istimewa)

Polisi saat ini sudah melakukan sterilisasi dan meningkatkan penjagaan di Gereja Oikumene tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara.

(hri/fdn

++++++++++++

Balita Korban Bom di Gereja Oikumene Samarinda Meninggal

SENIN, 14 NOVEMBER 2016 | 09:50 WIB

Balita Korban Bom di Gereja Oikumene Samarinda Meninggal

Warga mengamati TKP ledakan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda, Kaltim, 13 November 2016. Seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. TEMPO/Firman Hidayat

TEMPO.CO, Samarinda – Seorang balita korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Intan Olovia Banjarnahor, 2,5 tahun, akhirnya meninggal pada hari ini, 14 November 2016. Intan Olivia yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya mengembuskan napas terakhirnya di RSUD AW Syaranie, Samarinda, sekitar pukul 04.30 Wita.

“Anak kami Intan meninggal setengah lima, subuh tadi. Sekarang kami berduka di rumah orang tuanya,” kata Robert Sihite, Sekretaris Bendahara Gereja Oikumene, Samarinda Seberang, Senin, 14 November 2016.

Baca:
BOM GEREJA: Bocah-bocah Ceria Bermain, lalu Blaar!
Bom di Samarinda, GMKI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Rumah duka beralamat di Jalan Jati 3 Blok M RT 27 Nomor 70 Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang. Orang tua Intan, Marbun Banjarnahor berduka. Hampir seluruh jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda Seberang memenuhi rumah duka.

Intan Novia menjadi korban ledakan bom molotov bersama tiga balita lain di Gereja Oikumene, Minggu, 13 November 2016. Intan mengalami luka serius bersama Trinity Hutahayan. Keduanya dirujuk ke RSUD AW Syahranie. Intan dan Trinity mengalami luka bakar hingga 60 persen tubuhnya.

Polisi sudah menahan seorang yang diduga pelaku pengeboman berinisial J. Dari riwayatnya, pelaku merupakan residivis pelaku pengeboman di Jakarta.

 ++++
Statemen klise dan kutukan basi MUI
Senin 14 Nov 2016, 10:20 WIB

Bom Di Depan Gereja Samarinda

Balita Tewas karena Bom di Depan Gereja Samarinda, MUI: Tragedi Kemanusiaan

Herianto Batubara – detikNews
Balita Tewas karena Bom di Depan Gereja Samarinda, MUI: Tragedi KemanusiaanFoto: Ledakan bom di depan Gereja Samarinda (William Maliki/detikcom)
Samarinda – Intan Marbun, balita berusia 2,5 tahun itu meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bela sungkawa.

“MUI mengucapkan bela sungkawa atas korban meninggal dunia peristiwa bom molotov di depan Gereja Samarinda. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan,” kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid saat dihubungi detikcom, Senin (14/11/2016).

MUI mengecam aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. Islam menurut Zainut adalah agama yang mengajarkan perdamaian.

“Islam adalah agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam-red), agama perdamaian yang melarang pemeluknya melakukan perusakan dan pembunuhan. Apalagi terhadap rumah ibadah, kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Zainut.

Baca juga: MUI Kutuk Pelaku Peledakan Bom Molotov di Depan Gereja Samarinda

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, Intan meninggal di RS Abdul Muis Samarinda sekitar pukul 03.05 WIB tadi.

“Korban meninggal akibat luka bakar 78 persen dan infeksi saluran pernafasan,” ujar Agus saat dihubungi detikcom.
(hri/fjp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: