Investasi Geotermal Berpeluang Lampaui Target


EKONOMI_DAN_BISNIS
RABU, 16 NOVEMBER 2016

 Investasi Geotermal Berpeluang Lampaui Target

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat pencairan modal untuk bisnis panas bumi per kuartal III 2016 mencapai US$ 770 juta. Angka itu meningkat dibanding realisasi investasi pada triwulan yang sama tahun lalu, yakni US$ 480 juta.

Direktur Panas Bumi Kementerian Energi, Yunus Saefulhak, mengatakan realisasi investasi di sektor ini naik US$ 0,29 miliar, atau tumbuh 60 persen dibanding angka per kuartal III tahun lalu. “Kami optimistis target realisasi investasi akan tercapai pada akhir 2016,” ujar Yunus kepada Tempo, kemarin.

Ia menjelaskan, peningkatan investasi antara lain berasal dari dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang sudah beroperasi, yakni PLTP Ulubelu di Lampung (55 MW) dan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara (20 MW). Pemerintah menargetkan, hingga akhir tahun, setrum dari panas bumi bisa dihasilkan sebesar 215 MW.

Selain itu, aktivitas eksplorasi di wilayah kerja panas bumi meningkat. Sejumlah perusahaan melanjutkan proyek pengeboran yang dirintis sejak tahun lalu. Misalnya, PT Supreme Energy yang mengebor sumur Blok Rantau Dedap di Sumatera Selatan. Perusahaan tengah mengusulkan amendemen akad jual-beli listrik kepada PT PLN (Persero). PT Medco Power Indonesia juga melanjutkan pengeboran di Blok Ijen, Jawa Timur, serta pengeboran lanjutan di Blok Tangkuban Parahu oleh anak usaha PLN, PT Indonesia Power.

Untuk mengebor 1 sumur, diperkirakan memerlukan biaya US$ 7-8 juta. Sedangkan untuk mengembangkan pembangkit, kebutuhan investasinya US$ 4-5 juta per megawatt.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Abadi Purnomo, memprediksi investasi geotermal bisa mencapai US$ 1 miliar, atau melebihi target pemerintah. Sebab, terdapat PLTP Sarulla berkapasitas 330 MW yang mulai beroperasi secara komersial pada Desember. Pembangkit yang dikelola PT Medco Power Indonesia ini digadang-gadang menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Tahun ini, Kementerian Energi melelang delapan wilayah kerja, yakni Blok Simbolon Samosir, Gunung Gereudong, Graho Nyabu, Telaga Ranu, Gunung Hamiding, Gunung Wilis, dan Sunggoriti. Dua di antaranya, Telaga Ranu dan Sunggoriti, belum ditawarkan kepada publik. Pemerintah juga berencana menawarkan kembali Blok Gunung Ciremai, setelah sebelumnya dikembalikan oleh Chevron Indonesia.

Yunus mengklaim lelang tahun ini lebih bergairah karena diikuti pengembang geotermal dari berbagai negara. Misalnya, Italia (Enel Group), Turki (Hitay Group), Filipina (EDC), Amerika (Ormat), Jepang (Mitsui), dan Korea Selatan.

Kementerian Energi telah menugaskan BUMN untuk mengelola delapan blok geotermal tahun ini. PLN mendapat jatah menambah kapasitas PLTP Ulumbu dari 4 x 2,5 MW saat ini menjadi 60 MW. PLTP Ulumbu sudah menghasilkan setrum untuk sistem kelistrikan di Ruteng, Manggarai, sejak 2012. Di wilayah kerja Mataloko juga dibangun PLTP sebesar 1 x 2,5 MW.

Sedangkan PT Pertamina (Persero) ditugasi mengembangkan PLTP Kotamubagu di Sulawesi Utara (40 MW), Iyang Argopuro di Jawa Timur (265 MW), dan Songa-Wayaua di Halmahera Selatan (10 MW). Skema penugasan diyakini Yunus efektif untuk mengungkit pemanfaatan geotermal untuk pembangkit listrik menjadi 7.200 MW pada 2025 mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: