Dana Talangan Tol Bisa Terpakai Rp 16 Triliun


SENIN, 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA – Pemerintah menargetkan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol terserap hingga Rp 16 triliun, akhir tahun ini. Sampai saat ini, dana talangan yang telah terpakai mencapai Rp 5,9 triliun. “Dari total yang sudah ditagihkan Rp 7,4 triliun,” kata Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna, akhir pekan lalu.

Herry menambahkan bahwa dana talangan yang sudah disepakati untuk sejumlah proyek jalan tol adalah Rp 32 triliun. Menurut dia, dana tersebut cukup untuk melanjutkan pembebasan lahan proyek tol. “Awalnya Badan Pertanahan Nasional ragu-ragu. Tapi, setelah adanya dana talangan, berjalan sukses,” ujar Harry.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati penyertaan modal negara Rp 16 triliun ke Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Duit itu diperuntukkan buat dana talangan pembebasan lahan proyek tol, seperti tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Harry optimistis sejumlah proyek tol bisa menyerap dana talangan tersebut.

Salah satu proyek yang bisa menyerap dana talangan, menurut Herry, adalah ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer. Bagian dari tol Trans Sumatera ini membutuhkan dana Rp 3,4 triliun.

Hingga 5 Oktober lalu, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum mencatat dana talangan pembebasan lahan jalan tol sudah terkumpul Rp 8,7 triliun. Nilainya mendekati kebutuhan pengadaan lahan untuk tol Trans Jawa yang mencapai Rp 9,2 triliun. Dari dana yang terkumpul, pemerintah baru memakai Rp 1,4 triliun. Dana talangan ini berasal dari investor atau Badan Usaha Jalan Tol.

Harry berharap semua tagihan pembebasan lahan pada tahun ini bisa terbayarkan lewat dana talangan dari LMAN. Sementara itu, pada tahun depan, pemerintah lewat LMAN akan menyiapkan dana talangan pembebasan lahan Rp 13 triliun.

Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitas Jalan Daerah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Subagyono, mengatakan dana talangan membuat pelaksana pembebasan lahan dan rencana proyek lebih cepat jalan. Dana talangan ini, kata Subagyono, digunakan untuk membebaskan lahan-lahan yang berada di sepanjang jalur proyek strategis nasional pemerintah.

Sebelumnya, pengadaan lahan untuk menyambungkan jalan tol Trans Jawa dari Cikopo, Jawa Barat, hingga Surabaya, Jawa Timur, sepanjang 619 kilometer baru mencapai 82,48 persen. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembebasan lahan selesai tahun ini.

Kepala Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Sri Sadono, yakin target tersebut bisa tercapai karena kendala pendanaan sudah dibereskan. Salah satunya karena pemerintah telah mendapatkan dana talangan pembebasan lahan dari swasta. “Sekarang sudah ada pinjaman dari swasta,” kata Sadono, pertengahan Oktober lalu. DIKO OKTARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: