Jokowi diminta tak kompromi dengan kelompok intoleran !


Langkah konkrit bubarkan MUI ! MUI yang harusnya tidak masuk ranah politik sudah sangat aktif berpolitik dan juga menjadi sarang gerombolan kelompok radikal dan munafik. Ingat sudah berapa pengurus MUI terlibat kasus kriminal ( kasus  korupsi pencetakan kitab suci, kasus PT GTIS, soal daging, dan terakhir Marwah Daoud soal  si Kanjeng Taat si pencetak duit)

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 17:39 WIB

Jokowi Diminta Tak Kompromi dengan Kelompok Intoleran

Gerakan #SelamatkanJogja berdemonstrasi menuntut polisi menindak kelompok intoleran pada Selasa 10 Mei 2016. (TEMPO/Shinta Maharani)

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tak berkompromi dengan kelompok-kelompok yang dianggap intoleran yang memiliki agenda kekuasaan. Permintaan ini disuarakan Jaringan Antariman Indonesia melihat situasi yang berkembang paskademo 4 November 2016.

“Isu-isu yang muncul saat ini menjadi demikian krusial jika terus dibiarkan atas nama demokrasi dan kebebasan berbicara,” kata Koordinator Interfidei, Elga J. Saparung dalam pernyataan sikapnya di kantor Maarif Institute di Tebet Barat, Jakarta Selatan, Senin, 21 November 2016.

Pernyataan sikap dihadiri Pendeta Jacky Manuputty dari LAIM Ambon, Miryam Nainggolan dari JAII Jakarta, Gufron Mabruri dari Imparsial, dan Wawan Gunawan dari Jakatarub Bandung.

Baca:
Panglima TNI: Kalau Ada Tindakan Makar, Itu Sudah Urusan TNI
Jokowi Bicara Aksi yang Membahayakan NKRI dan Demokrasi
Jokowi Tuding Ada Aktor Politik Demo 4 November, Siapa?

Elga mengatakan demokrasi memiliki aturan yang menjadi batas apakah demo masih mengemban nilai substansial demokrasi atau hanya aksi elitis yang berhasrat kekuasaan jangka pendek. Jaringan AntarIman juga meminta Jokowi melindungi kepentingan rakyat Indonesia, mayoritas maupun minoritas, apapun latar belakang agama, masyarakat perkotaan maupun pedesaan yang menginginkan Indonesia tegak dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Dalam penilaian Jaringan AntarIman, demo 4 November meskipun dikatakan berlangsung damai, tetap memiliki cacat demokrasi. Aksi itu disebut merupakan gerakan uang yang besar dan isu agama dimanfaatkan untuk membelah masyarakat Indonesia. Buntut aksi tidak seluas wacana yang disampaikan di ruang publik.

“Ada isu kudeta yang diteriakkan tokoh aksi, ada wacana politik kekerasan yang bisa mengarah pada isu kekerasan, termasuk yang disampaikan atas nama jihad,” kata Elga.

Jaringan AntarIman meminta tidak ada lagi demo lanjutan, misalnya demo yang direncanakan dilakukan pada 2 Desember. Wawan Gunawan mengatakan agenda demo 2 Desember sudah tidak jelas. “Kalau menuntut keadilan kasus Ahok kan sekarang sedang diterjemahkan dalam proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Elga.
AMIRULLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: