Polisi: Buni Yani Sengaja Posting Status di Video Ahok untuk Ajak Diskusi


Ya, jangan berhenti di Buni Yani (BUI YANI) saja Pak !
Si Riziek, Amien “Rasis”, Ahmad Dhani, dll juga harus sekalian diproses..
Kamis 24 Nov 2016, 18:19 WIB

Mei Amelia R – detikNews
Polisi: Buni Yani Sengaja Posting Status di Video Ahok untuk Ajak DiskusiFoto: Mei Amelia-detikcom
Jakarta – Polisi menyatakan, Buni Yani memposting status atau caption di video Basuki T Purnama (Ahok) soal Surat Al Maidah 51, di akun facebook-nya dilakukan untuk mengajak netizen berdiskusi. Namun polisi menilai, kata-kata pada status Buni Yani itu telah mengundang kebencian terhadap golongan berdasarkan SARA.

“Pada intinya demikian, yang bersangkutan sebenarnya ingin mengajak diskusi ke netizen dan dia sengaja mem-posting itu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Awi menegaskan, video Ahok yang diunggah Buni tidak ada masalah, meski ia memotong durasi menjadi 30 detik. Namun yang dipersoalkan adalah Buni menambahkan transkrip ucapan Ahok yang kemudian dinilai dapat menimbulkan kebencian atau rasa permusuhan terhadap suatu golongan berdasarkan SARA.

“Paragraf pertama yang bersangkutan menuliskan PENISTAAN TERHADAP AGAMA? Kemudian paragraf kedua “bapak ibu dia tambahkan [pemilih muslim]..kemudian “dibohongi surat Al Maidah 51″. Jadi kata-kata ini kan sudah mengajak, jadi dalam kurung pemilih muslim,” ujar Awi membacakan postingan Buni Yani.

“‘Dan [masuk neraka] juga bapak ibu, dibodohi’. Nah, kalimat ini yang tadinya tidak ada di dalam video inilah yang menambah tadi, menyebarkan informasi tadi yang terkait dengan rasa permusuhan, rasa kebencian yang berdasarkan SARA ini yang kita ulas, apa yang dibahas, apa yang disampaikan oleh saksi ahli ya itu,” terang Awi.

“Kemudian yang terakhir ‘kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini’..ini cuma menjelaskan saja, prediksi dia saja,” sambungnya.

Awi melanjutkan, penilaian terhadap postingan status Buni ini adalah berdasarkan hasil analisa saksi ahli.

“Tentu ini bukan pendapat penyidik, (tapi) dari ahli bahasa, ITE, kita tanyakan satu-persatu, paragraf per paragraf kita pertanyakan. Ahli sosiologi kita tanyakan, apakah ada pengaruhnya kata-kata ini kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

(mei/bag)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: