Jokowi Targetkan 20 Juta Turis 2019, Ini yang Akan Dilakukan  


Coba.. contoh deh Spanyol, Turki dan Singapur  .. mereka tiap tahun  di”serbu” turis sampai puluhan juta pak.. Kuncinya selain infrastruktur menunjang turis, adalah  di negeri spt Spanyol, Turki ,Singapore, Malaysia , papan informasi  turis ada di mana mana selain di tempat pariwisata, kebersihan wc umum  top , dan keamanan sangat terjamin.(tidak ada i copet , pak ogah , preman tukang demo (Riziek cs) dan teroris !!)

Lha kita mau jadi 20 juta.. pertama ya beresin dulu urusan keamanan.., mana ada turis mau masuk kalau tiap minggu ada ada demo berjubah.., kedua  infrastruktur mulai dari papan informasi sampai website ya .harus dibangun dan dirawat. ketiga soal kebersihan, walaupun sudah agak membaik, tapi masih banyak prasarana umum yang bau pesing, jorok dan tidak ada sabun dsb.alias jijay ! ke empat yang paling sulit adalah soal hospitality.. dari pengalaman pribadi yang paling ok di Indonesia hanya Bali dan Jogjakarta, saja yang urusan hospitality sudah standar Internasional. Daerah turis lain masih  sangat parah  dan terbelakang soal pelayanan, mulai dari lambat pelayanannya sampai disuguhi oleh wajah jutek dari si pelayan, mulai dari Medan sampe Kupang.. sama parahnya.. Soal hospitality adalah pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk mensosialisasikan pentingnya urusan pelayanan kepada masyarakatnya. Saya sih agak pesimis target 20 jt bisa tercapai di tahun 2019, kerena banyak sekali pekerjaan yang mesti dilakukan. Target yang tinggi gini bisa jadi menteri pariwisata hanya mengejar soal jumlah turis,  alih alih  yang masuk ke Indonesia adalah turis kelas kambing dari China (yang konon di subsidi Pemerintah ), yang biasanya mereka hanya mau tinggal, makan dan belanja dijaringan hotel/resto dari milik investor China saja, walhasil  tidak menyisakan setitik devisa buat Indonesia.. Gejala serbuan turis “kelas kambing” sudah mulai terlihat di Bali.

 

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 15:28 WIB

Jokowi Targetkan 20 Juta Turis 2019, Ini yang Akan Dilakukan  

Presiden Joko Widodo saat menjadi keynote speak dalam sebuah acara CEO di Jakarta, 24 November 2016. Dalam pidatonya Jokowi sebut Donald Trump seperti meniru Indonesia soal Tax Amnesty dan Infrastruktur. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air pada 2019 akan diwujudkan melalui berbagai upaya. Ia menyampaikan itu saat melakukan sosialisasi tax amnesty periode kedua di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat petang, 25 November 2016.

“Kita genjot 20 juta turis ke Indonesia dengan segala cara, baik perbaiki positioning kita, baik diferensiasi produk, membangun brand setiap destinasi. Ini sudah kita mulai,” kata Jokowi di Hotel Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jumat, 25 November.

Dari segi publikasi dan promosi, Jokowi mengatakan, pariwara Wonderful Indonesia saat ini sudah terpajang di sejumlah atraksi wisata di berbagai negara. Diharapkan, para wisatawan dunia dapat melihat iklan tersebut dan popularitas Indonesia juga meningkat, sehingga jumlah kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air juga meningkat.

“Kalau ke Paris sekarang, bus yang lalu-lalang gambarnya sudah Indonesia semua, Wonderful Indonesia, videotron di Times Square semua memajang ‘Kunjungi Indonesia’,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki sejumlah obyek wisata yang tidak dimiliki negara lain. Namun, pengelolaannya belum dikemas secara baik. Untuk itu, perlu dana yang cukup besar untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata, salah satunya dapat diperoleh dengan program tax amnesty yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kita punya tempat yang tidak miliki negara lain. Borobudur, pantai dengan batuan di Belitung, enggak ada di dunia seperti ini. Tapi kalau produk tak dikemas dengan baik, siapa yang mau datang? Hotel, resor, cottage semua disiapkan. Dari mana uangnya? Pemerintah cuma punya 30 persen dari uang yang dibutuhkan. Sisanya? Dari masyarakat, swasta,” kata Jokowi.

Jokowi melihat peluang Indonesia menarik wisatawan dari Tiongkok yang mencapai 150 juta turis per tahun, mayoritas dari mereka bepergian ke Amerika Serikat dan Eropa. Dari angka itu, Indonesia menargetkan 10 juta wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu masuk ke Indonesia.

“Saya minta khusus dari Tiongkok 10 juta. Sudah tanda tangan tinggal siapkan pesawatnya dari sana ke sini. Kalau pesawatnya datang sudah 20 juta rampung. Tapi jangan diplesetkan, itu turis! Yang dari Tiongkok itu turis. Tenaga kerja Tiongkok itu 14 ribu. Jangan diplesetkan lah,” kata Presiden.

Terkait dengan target ini, Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk serius menanggapi hal tersebut. Apalagi negara tetangga seperti Malaysia bisa mendatangkan wisatawan mencapai 24 juta turis dan Thailand mencapai angka 27 juta turis.

“Ini harus meloncat di atas 20, saya sudah bilang ke Menteri Pariwisata. Enggak mau kita hanya meloncat satu juta. Saya sudah janjian dengan Menpar, awas lho ya 2019. Saya targetkan angka. Kalau enggak ketemu, ya, ganti,” ucap Presiden disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam acara itu, hadir sejumlah menteri, di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad.

AMIRULLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: