Archive for December, 2016

December 30, 2016

Pemerintah Siapkan Regulasi untuk Berantas Calo List

Coba cek KADIN Indonesia. banyak calo deh disono
Koran Tempo JUM AT, 30 DESEMBER 2016

 Pemerintah Siapkan Regulasi untuk Berantas Calo Listrik

rik

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berjanji bakal mempersempit celah calo bisnis ketenagalistrikan melalui perbaikan regulasi dan penyederhanaan perizinan. Hingga kini, Kementerian masih menginventarisasi tahap-tahap bisnis yang rentan terhadap praktek percaloan. “Kami berupaya menyederhanakan dan mempercepat perizinan serta menerapkan layanan berbasis online,” ujar juru bicara Kementerian Energi, Sujatmiko, kepada Tempo, kemarin.

Keberadaan calo atau broker bisnis ketenagalistrikan disinyalir menjadi biang mahalnya tarif listrik di Tanah Air. Selasa lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan tarif listrik di Indonesia kalah bersaing dengan negara lain. Jokowi mencontohkan harga listrik di Serawak, Malaysia, yang dipatok US$ 2 sen per kilowatt jam (kWh), sedangkan di Indonesia sekitar US$ 6 sen per kWh. Presiden meminta Kementerian Energi dan PLN menyederhanakan perizinan pembangkit listrik.

Menurut Sujatmiko, reformasi birokrasi bakal terus digalakkan supaya proses bisnis ketenagalistrikan lebih efisien dan bebas dari pemburu rente. “Regulasi disiapkan sehingga peran broker di bisnis ketenagalistrikan diminimalkan.” Saat ini, perizinan pada sektor ketenagalistrikan sudah berkurang dari 52 menjadi 22 izin. Waktu mengurus perizinan pembangkit berkurang dari 923 hari menjadi 256 hari. Kementerian juga sudah tak berwenang untuk menyetujui harga pembelian listrik antara PT PLN (Persero) dan pengembang swasta (independent power producer) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2015.

Namun, dalam aturan yang sama, Kementerian tetap memperketat pengadaan pembangkit melalui kewajiban uji tuntas (due diligence) ataupun kontraktor proyek pembangkit yang dibangun PLN. Kementerian juga menyatakan pengadaan pembangkit harus dilakukan oleh agen pengadaan independen.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana, mengakui bahwa peran calo masih ada. Modusnya antara lain pengembang nakal menjualbelikan izin pembangkit listrik. Rida mengatakan pengembang semacam ini tidak berniat membangun pembangkit listrik. Sebab, perusahaan tidak kunjung menindaklanjuti izin ke tahap kontrak jual beli-listrik (power purchase agreement). Akibatnya, potensi energi di wilayah yang dikelola pengusaha tersebut tidak bisa dimanfaatkan.

Menurut Rida, praktek ini jamak terjadi dalam proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Makelar kerap memanfaatkan perolehan izin lokasi yang diterbitkan pemerintah daerah. Penyimpangan tersebut juga terjadi dalam pengembangan listrik panas bumi, ketika penetapan wilayah kerja masih menjadi tanggung jawab daerah. Saat ini, wilayah kerja panas bumi ditawarkan oleh pemerintah pusat.

Kementerian menyatakan sudah menyampaikan soal aktivitas makelar ini dalam forum koordinasi dan supervisi sektor energi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi.

Direktur Eksekutif Ins­titute for Essential Service Reform, Fabby Tumiwa, mengatakan mahalnya tarif listrik juga terjadi karena ongkos teknologi mahal. Industri komponen pembangkit yang belum berkembang memaksa kontraktor mengimpor dari Jepang ataupun Cina.

Masalah lain adalah infrastruktur daerah terpencil yang masih minim. Menurut Fabby, pengembang listrik harus menambah biaya modal 40 persen lebih besar saat membangun pembangkit di daerah minim infrastruktur. ADITYA BUDIMAN | ROBBY IRFANI


 

Reformasi Regulasi demi Listrik Murah

Pemerintah akan mereformasi aturan ketenagalistrikan untuk menghilangkan praktek percaloan yang membuat harga listrik mahal. Inilah peraturan yang akan diubah:

1. Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2015
– Pembelian tenaga listrik oleh PLN dari IPP dan excess power dilaksanakan berdasarkan harga patokan tertinggi, tidak lagi memerlukan persetujuan dari Menteri ESDM.
– Uji tuntas (due diligence) calon pengembang secara teknis ataupun finansial.
– Pengadaan dilaksanakan oleh agen pengadaan terbuka.

2. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016
– Memberikan jaminan kelayakan kewajiban pembayaran PLN kepada pemberi pinjaman dan IPP.
– Fleksibilitas proyek terhadap lokasi yang tidak masuk rencana tata ruang wilayah
– Kepastian hukum terhadap aspek administrasi dan kerugian negara. ROBBY IRFANY

Advertisements
December 30, 2016

Mewaspadai Bioterorisme

Koran Tempo
JUM AT, 30 DESEMBER 2016

oleh Khudori
Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat

Serangan teror kini tak lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional, melainkan memanfaatkan teknologi. Di antaranya, teror menggunakan bahan kimia dan agen biologis yang dikenal dengan istilah bioterorisme. Pelaku teror pun tak lagi dimonopoli para teroris, melainkan bisa siapa saja.

Cara pandang ini bisa digunakan untuk melihat penangkapan empat warga negara Cina oleh aparat imigrasi Bogor pada 8 November 2016. Tidak hanya melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian atas penyalahgunaan izin tinggal, mereka juga ketahuan menanam 5.000 ba-tang cabai di lahan seluas 4.000 meter persegi di Kecamatan Sukamakmur, Bogor. Yang mengejutkan, setelah diperiksa Badan Karantina Pertanian, cabai Cina itu terdeteksi mengandung bakteri Erwinia chrysanthemi.

Erwinia chrysanthemi merupakan organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) golongan A1 atau belum ada di Indonesia. Menurut Badan Karantina Pertanian, karena sifatnya yang demikian, bakteri ini tidak dapat diberi perlakuan apa pun selain pemusnahan atau eradikasi. Bakteri ini diyakini bisa menimbulkan kerusakan atau kegagalan panen hingga 70 persen. Bukan hanya cabai, tanaman seperti bawang dan sawi juga bisa terserang dan tertular bakteri tersebut.

Ditilik dari sisi keamanan nasional, peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh. Pertama, dalam bingkai keamanan non-konvensional (non-conventional security approach), pangan adalah hal strategis tak ubahnya bedil dan mesiu dalam pendekatan keamanan konvensional. Namun, berbeda dengan bedil dan mesiu, pangan hanya terlibat pada operasi rendah kekerasan (low-intensity conflict). Operasi ini mengandalkan kehancuran ekonomi dan keresahan masyarakat sebagai media utama memenangi pertempuran. Sasaran operasi bukan kekuatan militer, melainkan rezim yang berkuasa.

Kedua, dalam konteks yang lebih besar, produksi cabai yang cukup akan turut memperkokoh ketahanan pangan nasional. Inilah landasan pemikiran bahwa food security penting bagi sebuah negara. Ketahanan pangan tidak kalah penting dibanding bahaya teroris, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan global. Itu sebabnya hampir semua negara, lebih-lebih negara maju, melakukan segala cara guna membangun ketahanan pangan yang tangguh.

Amerika Serikat, misalnya, meskipun jumlah petaninya tinggal 2 persen, tak pernah surut mengurus sektor pertanian, terutama pangan. Sektor ini berkontribusi 13 persen dalam produk domestik bruto (GDP) dengan nilai ekspor US$ 140 miliar per tahun. Jika sektor ini dihancurkan teroris, bukan hanya peluang ekonomi yang terancam hilang, melainkan seluruh sendi kehidupan AS juga bisa lumpuh akibat seretnya pasokan pangan.

Pada 2014, produksi cabai besar Indonesia mencapai 1,075 juta ton dan cabai rawit 0,8 juta ton (BPS, 2015). Apabila terjadi kegagalan panen 75 persen dan harga cabai Rp 40 ribu per kilogram, potensi kerugian mencapai Rp 56,2 triliun.

Kegagalan panen cabai akan diikuti penurunan pasokan. Pasar akan panik apabila antisipasi menambah pasokan cabai dari impor tidak dilakukan dengan baik. Ujung-ujungnya, inflasi akan terpantik tinggi dan menekan daya beli warga.

Berpijak dari kondisi itu, untuk menciptakan kerusuhan sosial di Indonesia, tidak usah menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan. Cukup dengan menyebarkan isu cabai yang kita makan mengandung bakteri tidak sehat, akan geger seluruh negeri. Dalam konteks inilah penting mewaspadai betapa berbahayanya bioterorisme.

Empat warga Cina yang tertangkap tengah menanam cabai di Bogor memang belum terbukti melakukan aktivitas ilegal terkait dengan bioterorisme. Tapi amat naïf kalau menganggap aktivitas mereka tidak perlu dicurigai. Bakteri Erwinia chrysanthemi merupakan organisme baru yang bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Dalam konteks keamanan nasional, aktivitas mereka bisa jadi merupakan infiltrasi atau subversi untuk melemahkan ekonomi nasional.

Di antara negara ASEAN seperti Thailand dan Singapura, Indonesia tergolong lemah dalam hal biosekuriti. Padahal, sebagai negara tropis, Indonesia merupakan gudang berbagai agensia biologis. Di sisi lain, sebagai negara agraris, Indonesia sangat rentan terhadap kemungkinan ancaman agen biologis. Sementara itu, kesiapsiagaan terhadap munculnya wabah-wabah penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan masih sangat rendah. Bioteror saat ini hanya dipandang sebagai ancaman bagi kesehatan manusia, belum dianggap sebagai pelemahan ketahanan nasional.

Karena itu, ke depan, Indonesia perlu mewaspadai aneka kemajuan bioteknologi. Tidak hanya mencermati pesatnya perkembangan bioteknologi dan rekayasa genetika, tapi juga mesti awas terhadap kembali munculnya penyakit lama dan baru.

Yang tidak kalah penting adalah mewaspadai setiap aktivitas penelitian, apa pun tujuannya, termasuk yang berkedok untuk perdamaian. Terakhir, memastikan manusia dan barang yang masuk ke Indonesia lewat setiap jengkal titik, termasuk di wilayah terluar, telah melalui pemeriksaan karantina dan kepabeanan.

December 29, 2016

PTDI Kirim Pesawat CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal

PTDI Kirim Pesawat CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal

Selasa, 27 Desember 2016 | 17:28 WIB
Dokumen PT Dirgantara IndonesiaPeta penjualan pesawat CN235 dan NC212 oleh PT Dirgantara Indonesia.

Bandung, KOMPAS.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melakukan kegiatan kirim terbang (ferry flight) satu unit pesawat terbang tipe CN235-220M Multi Purpose yang dibeli oleh AD Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal di Hanggar Final Assy Fixed Wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (27/12/2016).

Kegiatan kirim terbang tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara Senegal Jenderal Birame Diop dan Wakil Direktur Jenderal AD Trade Belgia Max Abitbul datang serta didampingi Direktur Utama PTDI Budi Santoso dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Pesawat CN235-220 produk PTDI sudah dikenal luas di berbagai negara sebagai pesawat multiguna yang efektif dan efisien dan dapat beroperasi dari landasan dengan kondisi terbatas,” kata Dirut PTDI Budi Santoso dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa siang.

Baca juga: PTDI Kirim Pesawat CN235-220M Pesanan Polisi Thailand

Budi menambahkan, AD Trade Belgia sebelumnya juga telah membeli tiga unit CN235 dari PTDI. Dua unit telah digunakan oleh Pemerintah Burkina Faso dan satu unit dipakai Pemerintah Venezuela.

Budi menjelaskan, pesawat CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal ini memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat (quick change configurations) seperti paratroop, medical evacuation, VIP transport dan passanger transport sehingga mampu menjawab kebutuhan di negara-negara Asia dan Afrika.

“Ini adalah bukti kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi,” jelasnya.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Dakar, Senegal, dengan rute Bandung-Medan-Kolombo-Maladewa-Pakistan-Riyadh-Khartoum-Chad-Burkina Faso hingga Dakar.

Penulis : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Farid Assifa
December 28, 2016

Polisi Selidiki Keterlibatan ISIS

(calon) teroris ini masih punya paspor Indonesia ? Jangan 2 mereka sudah bakar paspornya.. Jika iya ngapain dipulangin biar saja di  suruh ke Al Bab atau Raqqa biar sekalian musnah dihajar sama Rusia.

 

Koran Tempo
RABU, 28 DESEMBER 2016

JAKARTA – Kelompok Jamaah Ansharut Daulah diduga terlibat dalam pengiriman tiga warga negara Indonesia yang tertangkap di Turki pada 5 Desember lalu. Organisasi bentukan Aman Abdurrahman yang sudah menyatakan berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu terkenal aktif merekrut anggota baru. “Mereka mencoba untuk membantu, semacam jihad,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Suhardi Alius, di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah Turki menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hatay, yang berbatasan dengan Suriah. Ketiga orang itu adalah Tomi Gunawan, 18 tahun, warga Pekanbaru; Jang Johana (25), warga Bandung Barat; dan Irfan (21), dari Jakarta Utara. Mereka ditangkap oleh petugas setempat karena diduga hendak menyusup ke Suriah untuk bergabung kelompok pemberontak di sana.

“Diduga akan menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan FTF (kombatan asing ISIS),” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Senin lalu.

Ketiga orang itu telah dideportasi ke Indonesia sejak Sabtu pekan lalu. Begitu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mereka digiring ke Markas Korps Brigade Mobil di Kelapa Dua, Depok, untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik saat ini tengah mengorek informasi mengenai pendanaan dan akses menuju Turki yang dimiliki tiga orang tersebut. Suhardi menduga mereka dikirim oleh agen yang berpengalaman dan memiliki jaringan kuat. Jaringan tersebut juga berhubungan dengan sejumlah kelompok lama yang pernah berupaya memberangkatkan orang ke Suriah. “Beberapa sudah berhasil kami cegah, seperti di Bekasi dan Batam,” ujarnya. “Tapi yang lepas juga ada.”

Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan Tomi dan dua rekannya terindikasi akan bergabung dengan ISIS di Suriah. Karena itu, “Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih memeriksa secara intensif tiga WNI tersebut,” kata Martinus di Mabes Polri kemarin.

Terkait dengan dugaan kasus terorisme, kata Martinus, penyidik memiliki waktu 7 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif. “Apabila tidak ditemukan informasi yang terkait dengan pekerjaan mereka untuk bergabung dengan ISIS, tentu penyidik bakal mengembalikan mereka,” ujarnya.

Ibunda Jang, Acih, mengaku tak percaya anaknya bergabung dengan jaringan teroris. “Sikapnya tak ada yang berubah, sering bantu orang tua,” kata Acih di rumahnya, di Desa Tagog Apu, Bandung Barat. Sedangkan ayah Tomi, Syafwardi, enggan berkomentar. “Saya sudah jelaskan ke polisi,” ujar Syafwardi singkat saat ditemui di rumahnya, di Perumahan Putri Tujuh, Panam, Pekanbaru. Namun Tempo belum berhasil menemukan keluarga Irfan untuk meminta konfirmasi. HUSSEIN ABRI DONGORAN | DEWI SUCI | PUTRA PRIMA PERDANA | RIYAN NOFITRA


 

Ke Suriah, Dari Berbagai Kota

Tiga warga negara Indonesia yang ditangkap di Turki pada 5 Desember lalu yang diduga hendak bergabung dengan kombatan asing ISIS dan berperang di Suriah mengaku tidak saling kenal. Mereka direkrut dari tiga kota berbeda dan baru berkumpul bersama setelah berada di Turki. Ketiganya telah dideportasi oleh pihak imigrasi Turki pada 24 Desember lalu.

Sejak Januari 2015, ada 220 WNI yang dideportasi dari Turki karena diduga hendak menyeberang ke Suriah.

Terduga:

1. Tomi Gunawan

Pekanbaru, Riau, (18 tahun)

2. Jang Johana

Bandung Barat, Jawa Barat (25 tahun)

3. Irfan

Jakarta Utara, DKI Jakarta (21 tahun)

Pola:

Diberangkatkan secara berombongan, terdiri atas 5-15 orang.

Jalur:

1. Jakarta, Indonesia ‘ Istanbul, Turki

2. Jakarta, Indonesia ‘ Malaysia ‘ Turki

December 28, 2016

Jokowi Sebut Listrik Mahal karena Broker, Ini Tanggapan PLN

Banyak broker, calo, lintah, dan rentenir di sekitar BUMN tambun macam PLN, Pertamina, BULOG .. Ini yang membuat segala kebutuhan primer negeri ini manjadi mahal, tidak efisien dan menyebalkan..

KPK masih adem ayem aja tuh, belum nenyosor juragan /broker PLN jaman rejim prihatin..

 

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 08:22 WIB

Jokowi Sebut Listrik Mahal karena Broker, Ini Tanggapan PLN  

Pekerja memeriksa kondisi aliran listrik di gardu induk Pamona 275 KV di Area PLTA Poso Unit 2, Sulawesi Tengah, Senin (15/8). PT PLN (Persero) bisa melakukan penghematan sebesar Rp 373 miliar per tahun dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 24 megawatt (MW) dimana penghematan tersebut berasal dari berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk mengaliri listrik di daerah tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.COJakarta – Direktur Pengadaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Iwan Santoso mengakui masih ada perusahaan yang berniat mengambil keuntungan semata dari proyek listrik. “Saya sebut pendompleng. Ya, partner-partner itu dulu ada dalam IPP,” ujar Iwan kepada Tempo, Selasa, 27 November 2016.

Pernyataan Iwan merespons penilaian Presiden Joko Widodo yang menyebutkan masih mahalnya harga listrik di Indonesia lantaran banyaknya beban biaya. “Saya sudah perintahkan ke Menteri ESDM, terlalu banyak broker atau orang di tengah. Benar enggak?” ucap Presiden setelah meresmikan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa, 27 Desember 2016. Banyaknya perantara atau pihak ketiga membuat operasional tidak efisien.

Karena itu, bila ada beberapa orang ketiga yang terlibat dalam proyek listrik, Presiden ingin hal itu dipangkas. “Kalau di tengah satu tidak apa-apa. Tapi, kalau di tengah ada empat atau enam, itu tidak benar. Satu pun juga tidak benar kalau ngambilnya banyak,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo meminta PLN agar menyederhanakan lagi perizinan bagi investor yang ingin terlibat dalam proyek pembangkit listrik. Dengan begitu, diharapkan harga listrik di Indonesia bisa turun dan bersaing dibandingkan dengan negara lain.

Lebih jauh, Iwan menjelaskan, sistem tersebut biasa terjadi dalam skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP). Dalam proyek pembangkit, biasanya perusahaan lokal berkongsi dengan perusahaan asing sebagai penyedia teknologi.

Sering kali perusahaan lokal tersebut, ujar Iwan, tidak mempunyai kemampuan teknis. Beberapa kali PLN juga menjumpai perusahaan asing yang mempunyai masalah serupa. Sayangnya, ia enggan memberi contoh proyek yang menjadi sasaran pendompleng tersebut.

Iwan hanya mencontohkan pendompleng yang dimaksud sebelumnya seperti perusahaan yang berkali-kali memenangi tender proyek pembangkit. Namun model mesin yang dihasilkan tidak mumpuni sehingga performanya jauh dari kesepakatan PLN dengan pengembang. “Misalnya, load factor pembangkit disepakati 80 persen dari kapasitas, ternyata pembangkit hanya mampu menghasilkan sekitar 70 persen,” tuturnya.

Akibatnya, kata Iwan, PLN harus mencari sumber listrik dari energi lain yang lebih mahal, seperti bahan bakar minyak. Alasan itulah yang menurut Iwan membuat biaya pembangkit listrik menjadi lebih mahal.

Saat ini terdapat 20 persen pengembang swasta yang performa pembangkitnya di bawah standar—sebagian besar tersebar di Jawa dan Sumatera. “Kalau pembangkit yang performanya kurang ada di sistem yang defisit, lebih susah lagi,” ujarnya.

Agar hal ini tak terulang, kini PLN menerapkan aturan yang lebih ketat lewat pemeriksaan laporan keuangan perusahaan peserta lelang. Perseroan juga memeriksa kelayakan teknis para peserta.

ROBBY IRFANY | ADITYA BUDIMAN

December 26, 2016

Teroris dan keluarga

Teroris adalah mahluk paling nista  di Muka bumi !, mahluk paling egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri, dia berharap dirinya bakalan masuk syurga dan langsung dikelilingi oleh bidadari.. hehehe.. Nggak bakalan ! Surga bukan tempat manusia tukang teror, tukang hasut, dan tukang menelantarkan anak .
Senin 26 Dec 2016, 21:51 WIB

Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak Kembali

Idham Kholid – detikNews
Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak KembaliMarkas Teroris di Kawasan Waduk Jatiluhur (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta – Rizal dan Ivan merupakan dua dari empat orang kelompok teroris Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, yang berhasil ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri. Rizal telah memberikan surat wasiat dan pesan kepada istrinya sebelum menjalankan rencana teror mereka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Fais, Abu Sofi, Rijal, Ivan berkumpul di kontrakan Rijal di Ngamprah, Bandung Barat pada Sabtu (17/12). Saat itu, mereka belum pindah ke waduk Jatiluhur.

“Senin (19/12) Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) menjemput dua orang istri dan anak Abu Fais di kontrakan Abu Fais di Padalarang untuk dibawa ke rumah Ivan di Tani Mulya,” kata Boy dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (26/12/2016).

“Setibanya di kontrakan Ivan, Rijal memberikan surat wasiat kepada istrinya dan berpesan apabila Rijal tidak kembali, pulang tolong jaga anak-anak dengan baik. Abu Fais juga memberikan surat wasiat kepada kedua istrinya,” sambungnya.

Setelah itu, Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) pergi mengantarkan dua orang Istri dan anak Abu Fais pulang kampung Yogyakarta, menggunakan Bus Budiman dari Terminal Cimahi.

“Dalam hal ini Abu Fais Cs tinggal di kontrakan Rijal di Ngamprah. Sedangkan istri Rijal tinggal bersama istri Ivan dirumah Ivan di daerah Tani Mulya,” ujarnya.

Kelompok ini merencanakan aksi teror di pos polisi Pasar Senen Jakarta Pusat sebagai sasaran utama. Rencananya, mereka akan beraksi pada malam tahun baru.

Rencana teror kelompok ini berhasil digagalkan Tim Densus. Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rizal dan Ivan ditangkap dalam keadaaan hidup. Sementara Abu Faiz dan Abu Sofi tewas dalam penangkapan di Waduk Jatiluhur.
(idh/dnu)

++++
Selasa 27 Dec 2016, 03:27 WIB

Perjalanan Teroris Jatiluhur, Buang HP ke Waduk hingga Ditangkap Densus 88

Idham Kholid – detikNews
Perjalanan Teroris Jatiluhur, Buang HP ke Waduk hingga Ditangkap Densus 88Aparat mengamankan teroris (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Jakarta – Tim Densus 88 Antiteror berhasil menggagalkan rencana aksi kelompok Jatiluhur yang akan menyerang pos polisi Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada malam tahun baru. Rizal, tersangka yang dibekuk dalam keadaan hidup memberikan keterangan kepada polisi tentang perjalanan serta target sasaran utama mereka.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Fais, Abu Sofi, Rijal, Ivan berkumpul di kontrakan Rijal di Ngamprah, Bandung Barat, Sabtu, (17/12). Abu Fais meminta saran kepada yang lain bahwa saat situasi di bandung saat ini sedang tidak kondusif dan segera mencari tempat tinggal baru.

“Abu Sofi mengusulkan agar mereka bersembunyi di daerah waduk Jatiluhur, karena Abu Sofi pernah tinggal dan memiliki usaha keramba ikan di waduk Jatiluhur beberapa tahun yang lalu, namun sudah dijual,” kata Boy dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (26/12/2016).

Abu Fais Cs sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 juta dalam pelariannya tersebut. Di kontrakan Rizal tersebut, mereka membahas rencana melakukan aksi teror di Pos Polisi Pasar Senen saat pergantian malam tahun baru 2017.

(Baca juga: Teroris Jatiluhur Juga Incar Pos Polisi Pasar Senen Jakarta)

Minggu (18/12/2016), Abu Fais memberikan uang Rp 500 ribu ke Rijal dan Ivan diberikan untuk membeli empat golok dan empat pisau di pasar atas Cimahi. Adapun jumlah golok yang dimiliki oleh Abu Fais Cs sebanyak tujuh buah yaitu empat golok dibeli di pasar atas Cimahi dan 3 golok milik Rijal, Ivan, dan Abu Sofi.

Lalu, Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) menjemput dua orang istri dan anak Abu Fais di kontrakan Abu Fais di Padalarang untuk dibawa ke rumah Ivan di Tani Mulya, Senin (19/12). Abu Fais dan Rizal kemudian memberikan pesan dan surat wasiat kepada istri masing-masing.

(Baca juga: Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak Kembali)

“Selasa, (20/12), Abu Fais Cs berangkat dari rumah Abu Fais dengan membawa perlengkapan masing-masing, pisau dan golok sebanyak tujuh buah menuju Purwakarta melewati jalur Cikalong, kemudian mampir di masjid Panglijeur untuk beristirahat dan membeli pulsa Rp 10 ribu,” ujarnya.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan sampai ke Waduk Jatiluhur. Rijal membuang ponsel genggamnya (hanphone/HP) di waduk Jatiluhur. Abu Fais Cs tidur di rakit di tengah waduk pada malam harinya.

Markas teroris di Waduk JatiluhurFoto: Tri Ispranoto/detikcom
Markas teroris di Waduk Jatiluhur

“Rabu (21/12) pagi hari Abu Fais Cs mencari makan di warteg sekitar dermaga Waduk Jatiluhur. Pada sore harinya kembali tidur di rakit di tengah waduk,” kata Boy.

Kamis (22/12) pagi, Abu Fais Cs mencari makan di dermaga. Rijal dan Abu Sofi pergi ke pasar Rebo, Purwakarta untuk membeli baju, alat pancing dan perlengkapan lainnya, sedangkan Abu Fais dan Ivan menunggu di dermaga.

“Dalam perjalanan pulang ke Waduk, Abu Sofi dan Rijal sempat mengamati pos polisi di Bunderan Jatiluhur kemudian kembali ke waduk,” terang Boy.

Keesokaannya, Jumat (23/12), Kelompok ini berangkat ke Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mereka mengamati pos polisi yang ada di dekat stasiun Pasar Senen.

(Baca juga: Teroris Jatiluhur Sempat Sambangi Pospol Pasar Senen Jakarta)

Sabtu (24/12), Abu Fais Cs pulang ke dermaga waduk dan bertemu dengan Pak Oman. Saat itu, Pak Oman sedang membeli bensin dan menanyakan mereka mau pergi kemana.

“Abu Fais menjawab mau mancing. Pak Oman menawarkan akan mengantar ke tengah waduk karena pak Oman akan pergi ke rumah apung. Abu Fais bertanya apakah mereka bisa menyewa rumah apung. Pak Oman mempersilakan Abu Fais Cs untuk tinggal di rumah apung miliknya,” kata Boy.

Minggu (25/12/2016), Pak Oman mengantarkan sarapan pagi ke rumah apung untuk Abu Fais Cs. Pak Oman memudian mengajak Rijal dan Ivan ke rumahnya di Kampung Karang Layung, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta untuk mengambil kelapa muda untuk dibawa ke rumah apung.

“Hingga akhirnya terjadi penangkapan terhadap Rijal dan Ivan di rumah Pak Oman oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri,” ujar Boy.

Sekitar satu jam setelah itu, Tim Densus mengepung rumah apung di waduk Jatiluhur. Abu Faiz dan Abu Sofi tewas dalam penangkapan tersebut. Keduanya menyerang petugas, namun berhasil dilumpuhkan.

December 25, 2016

TNI AD Incar SIDAM 25 Arhanud GS

Duh alutsista kita masih gado gado gini ya.. Apakah ini strategis ?

 

24 Desember 2016

SIDAM 25 Arhanud Gerak Sendiri (photo : 3bp)

Selain Arisgator, TNI AD Juga Incar Varian M113 ini

Setelah beberapa bulan lampau terungkap bahwa TNI AD sedang menjajaki varian amfibi dari M113 yakni Arisgator dari Italia, ternyata pada saat yang bersamaan ada satu varian M113 asal negara Pizza tersebut yang juga sedang ditimang-timang.

Varian M113 yang sedang dijajaki tersebut adalah SIDAM 25 atau Sistema Italiano Difesa Area Mobile, 25 Milimetre. SIDAM 25 masuk kategori sistem artileri antipesawat udara swagerak atau yang populer dikenal dengan SPAAG (Self Propelled Anti Aircraft Gun). TNI AD sendiri memang belum memiliki SPAAG dan jelas membutuhkannya untuk melindungi gerak infantri mekanis.

SIDAM 25 dikembangkan secara khusus untuk AD Italia dan tidak dibeli oleh negara lain. OTO Melara melakukan pengembangan SIDAM 25 dengan dana internal perusahaan pada 1983 dan masuk pengujian pada 1985-1987. AD Italia memesan SIDAM 25 pada Juni 1987 dan unit pertama yang mengoperasikan adalah Brigade Garibaldi pada tahun 1989. Kontrak SIDAM 25 awalnya menyasar 340 unit, tetapi akhirnya dikurangi hingga hanya 280 unit.

Kanon Oerlikon KBA 4x25mm pada SIDAM 25 (photo : Tanks Encyclopedia)

Konsep dasarnya adalah menggabungkan antara sasis M113A2 dengan sistem kanon antipesawat. Sistem ini mirip dengan konsep M113 Vulcan PIVADS yang dikembangkan oleh AD AS untuk mengisi kebutuhan pertahanan udara di tahun 1970-an hingga 1980-an.

M113A2 yang digunakan tidak banyak mengalami perubahan di sektor otomotif. Kendaraan ini masih menggunakan mesin diesel 6V-53 yang dipadu dengan girboks Allison TX 100-1 karena dianggap masih cukup mumpuni.

Ubahan dilakukan pada hull dengan penambahan pintu akses yang memotong sisi kiri M113A2 untuk memudahkan awak yang terdiri dari komandan, juru tembak, dan pengemudi keluar dari kendaraan. Pada bagian atas dibuat perkuatan sehingga kubah yang berisi sistem elektro optik, catu daya, dan kanon tembak cepat 25 mm bisa didudukkan ke atap M113A2.

Awak kendaraan tempur M113 SIDAM 25 (image : Tanks Encyclopedia)

Kubah alumunium seberat 3 ton ini memiliki palka untuk satu orang juru tembak. Kubah SIDAM 25 sendiri terdiri dari empat kanon tembak cepat Oerlikon Italiana KBA-25 dengan konfigurasi 2×2 atau 2 laras kanon di setiap sisi. Satu kanon di tiap sisi dilengkapi dengan sistem pasokan ganda sehingga bisa mengganti tipe amunisi yang digunakan secara seketika.

Tiap kanon  mampu menyemburkan timah panas dengan kecepatan 570 peluru/menit. Kemampuan ini cukup untuk merusak tirai logam sasaran yang terbang dengan kecepatan 50-300 m/detik. Moda penembakan biasanya diatur dalam beberapa kali rentetan pendek dengan tembakan tunggal, 15 peluru sekali tekan tombol, 25 butir peluru per semburan, atau tembakan otomatis terus menerus. Kapasitas pelurunya mencapai 600 peluru HE-FRAG (High Explosive-Fragmentation) dan 30 butir peluru APDS (Armor Piercing Discarding Sabot).

Untuk sistem bidiknya, SIDAM 25 belum dilengkapi dengan radar pencari ataupun penjejak sehingga kemampuannya terbatas pada kondisi cuaca yang cerah (clear weather system). Juru tembak dibekali dengan sistem bidik elektro-optik (Optronik) OG14 yang distabilisasi sehingga tidak terganggu getaran saat penembakan, dan memungkinkan penembakan sambil bergerak karena tiap laras kanonnya pun distabilisasi.

Operator meriam arhanud SIDAM 25 (photo : Tanks Encyclopedia)

Dalam kondisi minim cahaya disediakan sistem kamera LLTV (Low Light Television) untuk menemukan sasaran. Tetapi tentu tidak seoptimal saat menggunakan radar, terutama bila terjadi badai pada malam hari. Jarak ke sasaran ditentukan berdasarkan bacaan dari LRF (Laser Range Finder) yang merupakan sistem bawaan SIDAM 25. Sistem penjejakan elektronik yang terhubung ke alat bidik optronik menyediakan sudut penjejakan terhadap sasaran.

Untuk mengenali sasaran, SIDAM 25 sudah dilengkapi dengan pembaca transponder IFF (Identification Friend or Foe) buatan ITALTEL sehingga meminimalkan kemungkinan insiden blue on blue. SIDAM 25 sendiri dapat dioperasikan secara mandiri, atau dihubungkan ke pos komando membentuk baterai.

Varian SIDAM 25 dilengkapi dengan rudal (image : pedagne mod)

Saat dihubungkan ke posko, data tangkapan dari posko dapat disalurkan ke TADS (Target Alert Display Set) yang dapat menampilkan vektor, arah, dan juga perintah penentuan prioritas ancaman sehingga awak di dalam SIDAM 25 bisa memfokuskan bidikan pada sasaran yang dianggap paling mengancam.

SIDAM 25 pernah pula diuji untuk diintegrasikan dengan sistem rudal Mistral buatan MBDA pada tahun 1994. Dua kotak peluncur yang masing-masing berisi tiga rudal dipasang di atas setiap sisi rumah laras untuk menambah daya pukul SIDAM 25 terutama saat menghadapi pesawat tempur yang melesat cepat.

(Angkasa)

December 25, 2016

Kemenlu Belum Berhasil Pulangkan 16 WNI Dari Turki  

WNI ini sudah membakar paspor RI.. jika sudah sengaja membakar paspor RI.. lebih baik suruh jadi warga ISIS saja.. Ngapain gerombolan ini diterima di RI.. Mereka ingin ikut Khilafah ISIS.. Pulang ke RI mereka ini hanya bikin ricuh dan rusuh saja.
Atau biarkan pulang dengan kapal laut kemudian ditengelamkan di Laut Merah !
Laban Laisila | Nikolaus Tolen
Sabtu, 14 Maret 2015 | 17:55 WIB
Ilustrasi paspor. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi paspor. (Foto: shutterstock)

Indonesia masih bernegosiasi dengan Turki soal nasib 16 WNI yang ditangkap menuju Suriah.

  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Suara.com – Kementerian Luar Negeri  Republik  Indonesia (Kemenlu RI) belum berhasil  memulangkan enam belas Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Turki.

Direktur perlindungan WNI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus bernegosiasi dengan pemerintah Turki, terkait opsi yang akan diambil terhadap WNI yang didominasi oleh anak-anak tersebut.

“Opsinya tergantung hasil kesepakatan dengan pemerintah (Indonesia) dengan pemerintah Turki dan saat ini kita sedang membahasnya dengan pemerintah Turki,” kata Iqbal saat dihubungi Suara.com, Sabtu(14/3/2015).

Namun, menurutnya saat ini pemerintah Indonesia sendiri belum punya opsi sendiri terkait dengan hal tersebut. Pasalnya, Indonesia tidak bisa mengambil opsi lain sebelum adanya  opsi yang disepakati  bersama dengan pihak Turki.

“Pemerintah tidak ada opsi sendiri, karena kita harus sepakt  dengan pemerintahan Turki. Nanti hanya ada satu opsi, yakni opsi yang disepakati  tersebut. Saat ini ada ada KBRI, KJRI yang terus negosiasi dengan Pemerintah Turki,” jelasnya.

Seperti diberitakan bawah awalnya terdapat enam belas orang WNI yang menagadakan perjalanan ke Turki dinyatakan hilang karena terpisah dari rombongan tour  saat tiba di Turki.

Namun, ternyata  enam belas orang yang terdiri dari 11 orang anak-anak, seorang laki-laki dan empat orang perempuan tersebut yang akhirnya ditangkap oleh otoritas Turki tersebut bukanlah anggota dari rombongan tour.

Keenam belas orang tersebut saat ini masih ditangani oleh pemerintah Turki bersama Kemenlu Indonesia.Berdasarkan keterangan dari Menteri  Luar Negeri, Retno Marsudi bahwa keenam belas orang tersebut berencana  untuk menyeberang ke Suriah.

Menlu belum bisa memastikan apakah ke-16 WNI yang ditangkap otoritas Turki karena  akan menyeberang ke Suriah itu akan bergabung dengan gerakan Islamic State on Iraqi and Syria (ISIS).

Karena itu, Kementerian Luar Negeri  mengirim satu tim untuk terus meningkatkan kerja sama kita dengan Turki.

“Mudah-mudahan kalau tidak hari ini besok tim tersebut sudah berangkat,” kata Retno, Jumat (13/3/2015).

December 25, 2016

Penggerebekan Teroris Jatiluhur Tersangka Serang Polisi dengan Golok

 

Dia pikir sudah gabung dengan ISIS jadi kebal .. Menyedihkan memang lebih baik di dor saja.. di penjara teroris begini tidak bisa sembuh dan kembali normal.. isi kepalanya sudah “oblak”

Konon teroris keparat ini mau meledakan bendungan Jatiluhur..  gila bener.. Trima kasih  Polisi !

 

 

 

MINGGU, 25 DESEMBER 2016 | 20:11 WIB

Penggerebekan Teroris, Tersangka Serang Polisi dengan Golok

Tim Densus Anti-Teror 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial S di Jetis Wetan, Pedan, Klaten, Jawa Tengah, 15 Desember 2016. Aksi terorisme pelemparan bom molotov pernah terjadi di wilayah Solo Baru, beberapa waktu lalu. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

TEMPO.CO, Jakarta – Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Mabes Polri kembali menggerebek terduga teroris, Ahad, 25 Desember 2016. Empat terduga teroris ditangkap di Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dari empat orang yang digerebek, dua dinyatakan tewas akibat melawan saat ditangkap. “Para terduga teroris akan merencanakan aksi pidana terorisme pada hari raya natal dan Tahun Baru 2017,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto saat dikonfirmasi.

Baca: Surat ‘Pengantin’ Ditemukan dalam Penggerebekan Teroris

Penangkapan pertama terjadi di Desa Karang Layung, Jatiluhur terhadap Rijal alias Abu Arham, 29 tahun, dan Ivan Rahmat Syarif, 28 tahun. Penangkapan terhadap kedua warga Ngamprah, Bandung Barat itu dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat penangkapan, Rikwanto mengatakan keduanya sempat akan melawan petugas dengan menggunakan pisau di pinggang. Namun usaha mereka digagalkan petugas polisi.

Dari keterangan Rijal dan Ivan, polisi kemudian bergerak ke lokasi persembunyian dua orang terduga teroris lain, yakni Abu Sovi dan Abu Faiz. Keduanya dikabarkan bersembunyi di rumah apung di Waduk Jatiluhur.

Baca:Melawan, Dua Tersangka Teroris Ditembak Polisi

Personil Densus 88 yang berkoordinasi dengan Satuan Polisi Air Polres Purwakarta dan Polda Jawa Barat, kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 12.30 WIB.

Rikwanto mengatakan lima tembakan peringatan telah dikeluarkan petugas agar pelaku menyerahkan diri. “Namun seketika satu orang terduga teroris atas anam Abu Faiz keluar dengan membawa golok untuk menyerang petugas,” kata Rikwanto.

Abu Faiz pun kemudian ditembak dan tewas di tempat. Penolakan penyerahan diri juga dilakukan oleh rekannya, Abu Sovi. Ia pun memutuskan ikut menyerang polisi dengan golok.

“Ia dilumpuhkan dengan ditembak di tempat,” kata Rikwanto. Abu Sovi merupakan warga Kotawaringin, Bandung, sedangkan Abu Faiz merupakan warga Padalarang, Jawa Barat. Rikwanto mengatakan saat ini polisi masih mendalami jaringan dan peranan pelaku dalam jaringan teroris.

EGI ADYATAMA

++++
Minggu 25 Dec 2016, 19:29 WIB

Ini Isi Pesan Surat Wasiat yang Ditemukan di Markas Teroris di Jatiluhur

Mei Amelia R – detikNews
Ini Isi Pesan Surat Wasiat yang Ditemukan di Markas Teroris di JatiluhurFoto: Dok. Istimewa

Purwakarta – Tim Densus 88 Antiteror menyergap markas terduga teroris di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Sejumlah barang bukti pun turut diamankan.

Penggerebekan itu dilakukan tim Densus 88 yang dipimpin Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror didampingi Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat. Hasilnya, 2 terduga teroris ditangkap hidup-hidup, serta 2 lainnya tewas ditembak karena melakukan perlawanan menggunakan golok.

Dari foto yang didapatkan detikcom, sejumlah barang bukti yang diamankan di antaranya golok, buku-buku, cutter, sepatu, dompet dan lain-lain. Selain itu, ada pula secarik kertas bertuliskan pesan. Kertas itu berisi pesan yang bertuliskan tangan.

Tim Densus 88 anti teror menggerebek markas teroris di tengah waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Penggerebekan itu dilakukan pada pukul 11.30 WIB, di Kampung Ubrug, Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Polisi menangkap 2 orang atas nama Ivan dan Rijal. Selain itu polisi juga melumpuhkan dua teroris hingga tewas yang bernama Abu Sofi dan Abu Fais, karena melawan petugas.

Berikut isi pesan dalam surat tersebut

Ini Isi Pesan Surat Wasiat yang Ditemukan di Markas Teroris di JatiluhurFoto: Dok. Istimewa

Daulatul Islamiyah Baaqiyah

Bismillahirohmanirohim

Wahai kalian bala tentara Thogut sesungguhnya hari in dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang dipenuhi ketakutan dan hari yang kelam bagi kalian. Kami akan mendatangi kalian di mana saja kalian berada, kami akan mengintai pos-pos kalian, rumah-rumah kalian, baik itu di tempat keramaian atau sepi, siang atau malam. Kami akan jadikan sisa-sisa umur kalian di ujung pisau-pisau kami jikalau engkau tidak bertaubat dari kekafiran dan kedzaliman kalian dari pada kaum Muslimin. Kalian yang telah memenjarakan saudara-saudara kami, menyiksa dan membunuhi para mujahid yang berjuang menegakkan syariat Allah. Sesungguhnya bumi ini hanya milik Allah dan tidak sepantasnya kalian berhukum selain ‘hukum Allah’. Dan kalian adalah penegak hukum-hukum syaiton. Maka kami telah datang kepada kalian dengan penyembelihan sehingga Allah saja yang diibadati. Maka tunggulah sesungguhnya kami pun sedang menunggu, maka tunggulah adzab Allah atas kalian dari tangan-tangan para mujahid.

Junud Khilafah Islamiyah Nusantara

(dhn/rvk)

Minggu 25 Dec 2016, 18:08 WIB

Penampakan Teroris yang Tewas Saat Digerebek di Waduk Jatiluhur

Mei Amelia R – detikNews
Penampakan Teroris yang Tewas Saat Digerebek di Waduk JatiluhurFoto: Penampakan teroris/ Ist

Jakarta – Densus 88 menembak 2 pelaku teroris di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Dua teroris itu ditembak hingga tewas karena melawan petugas saat melakukan penangkapan.

Dalam foto yang diterima detikcom, Minggu (25/12/2016), salah satu teroris yang tewas terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana loreng-loreng.

Gugun, petambak di sekitar lokasi mengatakan, saat ditembak mayat 2 teroris itu jatuh ke keramba. Dalam foto yang dilihat, mayat teroris itu dalam posisi telentang. Diduga mayat teroris itu sudah diangkat dari keramba.

Total ada 4 teroris di markas tersebut. Dua teroris yang tewas diketahui bernama Abu Sofi dan Abu Fais. Sedangkan dua lainnya yang ditangkap hidup-hidup adalah Ivan dan Rijal.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di markas teroris. Barang bukti yang ditemukan berupa golok, buku-buku, cutter, sepatu, dompet dan lain-lain.

December 24, 2016

Salip China Unicom, Telkom Bidik Fortune 500

Asal jangan jadi sapi perahan politisi dan elit politik aja.. Coba cek deh billing system Telkomsel.. siapa yang “kangkangin”..

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Jumat, 23/12/2016 17:55 WIB
Salip China Unicom, Telkom Bidik Fortune 500 Foto: dok. Telkom
Jakarta – Sejumlah terobosan kebijakan dilakukan Telkom Group guna mengejar target ambisius masuk Fortune 500 dan mengukuhkan perusahaan di posisi 9 besar operator telekomunikasi dengan valuasi pasar terbesar di Asia Pasifik pada 2020.

Terobosan kebijakan guna mengadaptasi perubahan zaman ini terus digeber sejak BUMN telekomunikasi itu melakukan transformasi dari telecommunication company (telco) menjadi digital company (dico).

“Telkom sudah berhasil naik dari posisi 12 pada April 2015 menjadi urutan 9 besar pada September 2016 lalu,” kata Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group Herdy Rosadi Harman di Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Dari penuturan Herdy, valuasi pasar Telkom yang sebelumnya USD 22 miliar telah naik menjadi USD 33 miliar. Sehingga, Telkom naik tiga peringkat menyalip operator nomor dua di Tiongkok, China Unicom, yang valuasi pasarnya mencapai USD 28 miliar.

“Kami lakukan lima terobosan mengubah Telco menjadi Dico. Pertama, melakukan pembangunan di sisi people, culture dan organisasi. Kedua, remapping 72 anak usaha Telkom dalam tata pengelolaan dari strategic guidence ke strategic control,” katanya di sela penobatan dirinya sebagai Best CHCO BUMN 2016 dari IPMI International Business School.

Ia melanjutkan, terosan ketiga adalah melakukan talent scouting yang otomatis akan ditawarkan kandidat yang terbaik. Keempat, mengadakan kompetisi Socio Digi Leader untuk anak muda yang kreatif dan inovatif. Dan terakhir, membangun para leader melalui Great People Developemnt Programme (GDP).

Menurut juri Bambang Gunawan yang merupakan pengajar IPMI, pencapaian sebagai seorang CHCO adalah menciptakan talenta yang siap bersaing. “Bahkan siap ditempatkan di BUMN lain dan menerapkan teknologi digital dalam mengelola talenta, sehingga perkembangan talenta dapat dimonitor setiap hari,” katanya.

Saat presentasi sebagai salah satu indikator penilaian dewan juri, kata Bambang, Herdy terlihat memiliki keinginan kuat mengeksekusi strategi berupa proses tranformasi yang diterapkannya, sehingga berhasil meraih skor tertinggi dan menyingkirkan kandidat CHCO dari BUMN lain.

Atas penghargaan tersebut, Herdy menyebut penghargaan sebagai suatu kehormatan untuk Telkom dan dirinya pribadi. “Ini cerminan kerja keras teman-teman Telkom. Teman-teman HCM yang sudah bekerja sedemikian luar biasa dedikasinya. Mereka membantu bagaimana bisnis bisa ditopang oleh HCM,” ujar Herdy.

Menurut dia, penghargaan ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menciptakan pengelolaan sumber daya manusia berkelanjutan. Mulai dari proses rekrutmen, kerja, hingga pensiun. Komprehensivitas tersebut juga dilakukan dengan seksama, contohnya dalam Socio Digi Leader 2016, ketiga pemenang dikirimkan ke tiga negara teknologi ke luar negeri.

Keberangkatan pada akhir November lalu itu mencakup pemenang pertama ke Silicon Valley, Amerika Serikat (Tim Tukangpedia), Hongkong (Tim Vestifarm), dan Singapura (Tim Angkuts). Program ini juga sejalan dengan misi pemerintah 1000 startup dan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2020.

“Ini juga penting dalam mengikuti perubahan zaman ke era digital, yang mana prilaku sumber daya juga berubah. Yakni lebih suka bekerja dalam suasana kantor yang informal, guyub, dan terbuka, pekerja lebih sedikit namun lebih berkompeten, serta mengutamakan komunikasi secara online,” katanya.

Selain Herdy, CHCO yang mendapat award di ajang ini adalah M. Ali, Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) kategori CHCO Special Award In People Engagement.

Untuk kategori CEO, antara lain Best CEO jatuh pada Elia Massa Manik (Direktur Utama PT PTPN III Holding), CEO Special Award In Productivity diraih Elvyn G Masassya (Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), dan CEO Spesial Award In Value Creation diraih M Choliq (Direktur Utama Pt Waskita Karya (Persero). (rou/rou)